Apa Saja Syarat Operasi Caesar BPJS Kesehatan?

Operasi caesar merupakan proses melahirkan bayi yang dilakukan dengan menyayat bagian perut untuk jalan keluar bayi dari rahim. Ibu hamil tidak perlu khawatir lagi jika diharuskan untuk operasi caesar karena biayanya ditanggung oleh BPJS. Operasi caesar BPJS tentu ada syaratnya.

Sebelum membahas persyaratan operasi caesar yang ditanggung oleh BPJS, kenali dulu apa saja yang mengharuskan ibu hamil harus menjalani operasi caesar.

Kondisi yang Mengharuskan Operasi Caesar

Biasanya operasi caesar dilakukan jika ibu hamil mengalami komplikasi pada kehamilannya. Sehingga mau harus dilakukan tindakan.

Komplikasi yang dimaksud dapat menyulitkan proses ataupun cara melahirkan normal. Jika dipaksakan dapat berisiko membahayakan kesehatan dan keselamatan ibu atau bayi.

Operasi caesar bisa direncanakan saat pertengahan masa kehamilan atau ketika akan memasuki proses melahirkan.

Selain itu, ada beberapa kondisi medis lain yang bisa menjadi alasan operasi Caesar, yaitu:

  • Janin kekurangan oksigen
  • Cacat lahir pada janin
  • Ibu mengalami penyakit kronis
  • Kelahiran bayi tertunda dari usia normal janin
  • Posisi janin tidak seharusnya
  • Terdapat masalah pada plasenta
  • Hamil anak kembar
  • Tali pusar keluar lebih dulu daripada bayi
  • Pernah operasi caesar sebelumnya

Syarat Operasi Caesar dengan BPJS Kesehatan

Anda cukup beruntung jika menjadi peserta BPJS Kesehatan karena biaya operasi caesar ditanggung BPJS Kesehatan.

Tapi, operasi caesar BPJS ini ada syaratnya, lho. Apa saja? Simak berikut ini.

  • Harus Dilakukan Atas Indikasi Medis

Operasi caesar yang akan dilakukan haruslah atas rekomendasi dari dokter di Faskes Tingkat Pertama. DIlakukannya operasi caesar dibutuhkan karena adanya indikasi medis yang dapat mengancam kondisi ibu dan bayinya.

Indikasi medis yang dimaksud misalnya preeklamsia dengan ciri-ciri tekanan darah tinggi selama proses kehamilan, atau posisi bayi sungsang, plasenta previa, gawat janin, dan kondisi darurat lainnya.

  • Ada Surat Rujukan dari Dokter Faskes Tingkat Pertama

Saat Anda direkomendasikan untuk menjalani operasi caesar, Anda akan dirujuk untuk ke Faskes Rujukan TIngkat Lanjutan. Dokter yang memeriksa Anda di Faskes I, baik puskesmas atau klinik, akan memberikan surat rujukan setelah melakukan pemeriksaan dan menemukan indikasi medis untuk dilakukan operasi caesar.

Sehingga operasi caesar tersebut bukan atas keinginan pribadi melainkan rujukan dokter. Sebab, jika operasi dilakukan atas keinginan pribadi, maka BPJS Kesehatan tidak akan menanggung biayanya.

  • Berlaku untuk Peserta BPJS Aktif

Syarat operasi caesar BPJS Kesehatan tentu saja peserta aktif. Jika peserta menunggak iuran, maka masa aktifnya akan ikut berhenti. Dengan membayar semua tunggakan, biasanya kartu akan ikut aktif kembali setelah menunggu 30 hari ke depannya.

Jadi, jangan sampai bayar iuran terputus karena akan sulit jika Anda harus mendapat tindakan medis dadakan.

  • Operasi Caesar BPJS Kesehatan Tidak Berlaku untuk Klaim Perorangan

Seperti yang sudah dijelaskan, BPJS tidak akan membayar biaya operasi jika atas kemauan sendiri tanpa adanya rekomendasi dari dokter atas tindakan medis. Mungkin di Faskes Tingkat Pertama dokter bisa saja memberikan surat rujukan jika Anda memaksa, tetapi perhatikan di bagian diagnosis. Jika terdapat tulisan APS (Atas Pilihan Sendiri), maka klaim tersebut tidak akan dibayarkan BPJS Kesehatan

  • Langsung ke IGD Jika Kondisi Darurat

Namun, bila kondisi Anda memang cukup darurat, pasien boleh langsung menuju IGD di rumah sakit. Kondisi darurat tersebut dapat berupa air ketuban pecah dini atau terjadinya gawat janin, misalnya. Maka dokter harus segera menangani pasien.

Tenang saja, dalam kondisi darurat ini, BPJS tetap menanggung biaya ini meskipun tidak memiliki surat rujukan karena kondisi yang terjadi dapat dipertanggungjawabkan.

Syarat-syarat operasi Caesar BPJS Kesehatan berupa surat-surat dokumen harus dilengkapi dan dibawa saat akan melakukan tindakan atau datang ke Faskes Tingkat Lanjutan. Misalnya kartu identitas, kartu kepesertaan BPJS dan surat rujukan.

Read More

Literasi Sekolah, Bisakah Tingkatkan Minat Baca Anak?

Literasi merupakan istilah umum yang merujuk pada beberapa kemampuan dan keterampilan seseorang dalam hal membaca, menulis, berbicara, berhitung, hingga kemampuan dalam menyelesaikan masalah pada tingkat tertentu yang diperlukan atau digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

literasi sekolah

Sedangkan untuk literasi sekolah adalah gerakan yang dilakukan untuk menumbuhkan minat baca dan tulis pada siswa yang bertujuan sebagai sikap yang akan tertanam seumur hidupnya. Akan tetapi, minat baca anak saat ini pada tahap yang tergolong rendah. Apakah literasi sekolah bisa dijadikan sebuah program yang akan menumbuhkan minat baca dan tulis pada anak?

Rendahnya tingkat membaca di Indonesia

Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau yang biasa dikenal dengan United Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) membeberkan sebuah fakta, bahwa Indonesia menempati urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, yang berarti memiliki minat baca sangat rendah.

Seperti dikutip dari lama kominfo.go.id, data UNESCO mengatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan,, hanya 0.001%. Artinya dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang rajin membaca dan hal itu sangat rendah sekali.

Tidak hanya itu, pada sebuah riset berbeda yang bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connection State University pada bulan Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan sebagai negara urutan ke-60 dari 61 negara soal minat baca. Berbanding terbalik dengan fasilitas yang telah dibuat Indonesia untuk mendukung minat membaca, Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah pun mendukung gerakan literasi sekolah ini.

Namun sayangnya, ditengah rendahnya minat baca masyarakat, wearesocial per Januari 2017 mengungkap bahwa masyarakat Indonesia bisa menatap layar ponselnya kurang lebih 9 jam dalam sehari. Jadi, masyarakat Indonesia lebih sering menatap layar ponselnya daripada menatap buku fisik.  

Memang banyak hal yang bisa Anda lakukan pada ponsel diera serba digital seperti ini, salah satunya adalah membaca. Namun, membaca buku ataupun belajar menulis masih harus dilakukan oleh anak menggunakan buku bacaan yang sebenarnya/buku fisik.

Rendahnya minat baca pada anak sebenarnya banyak sekali penyebabnya. Hal ini bisa terjadi karena faktor internal maupun eksternal. Faktor internal biasanya meliputi motivasi diri yang rendah atau malas dan hal ini dapat terbangun dari budaya dan kebiasaan pribadi. Sedangkan faktor eksternal biasanya dikarenakan faktor lingkungan, seperti kebiasaan masyarakat dan tentunya ketersediaan bahan bacaan. Dan, diera teknologi yang serba canggih ini pun menjadi pengaruh.

Gerakan literasi sekolah pun diharapkan dapat membantu meningkatkan minat baca pada anak. Tidak hanya literasi sekolah saja, sebelumnya pun banyak gerakan atau program yang dilakukan pemerintah guna meningkatkan minat baca. Salah satunya saja seperti perpusnas atau perpustakaan nasional.

Strategi membangun budaya literasi sekolah

Sekolah diharapkan menjadi garis terdepan dalam pengembangan budaya literasi yang diterapkan di sekolah. Nah, salah satunya adalah menciptakan budaya atau keadaan literasi yang positif di sekolah. Berikut beberapa strategi yang dibuat untuk membangun budaya literasi yang nyaman.

  • Lingkungan fisik yang ramah

Lingkungan fisik atau sarana yang nyaman adalah hal pertama yang akan dirasakan oleh anak didik, bahkan seluruh warga sekolah sekalipun. Oleh karena itu, lingkungan yang ramah dan kondusif harus diciptakan. Disarankan sekolah untuk memajang karya-karya peserta didik di seuruh area sekolah, termasuk koridor sekolah, ruang kelas ataupun runag guru dan ruang kepala sekolah. Dan, jangan lupa untuk menggantinya secara berkala.

  • Mengupayakan llingkungan sosial dan afektif

Selain lingkungan fisik yang nyaman, mengupayakan sebuah lingkungan sosial dan afektif dapat membantu gerakan literasi pada seluruh komponen sekolah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan apresiasi atas sebuah pencapaian perserta didik sepanjang tahun. Pemberian penghargaan pun dapat dilakukan pada saat upacara bendera yang dilakukan setiap minggu. Dengan begitu hal ini dapat menumbuhkan sikap bangga pada penerima dan memotivasi perserta didik lain yang belum berkesempatan mendapatkan penghargaan tersebut.

Selain itu, literasi dapat direalisaasikan dalam bentuk festival buku, bazar buku murah, lomba mendongeng, hingga karnaval tokoh dalam buku cerita. Dengan begitu, diharapkan gerakan literasi sekolah ini dapat berjalan sesuai rencana dan menumbuhkan rasa ingin membaca yang lebih besar lagi pada siswa. Dengan adanya gerakan literasi sekolah ini tentunya sangat diharapkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia, dimulai dengan anak didik dapat meningkat. Jadi, buku apa yang sudah selesai Anda baca dibulan ini?

Read More

Babesiosis, Penyakit Karena Parasit

Babesia adalah parasit kecil yang menginfeksi sel darah merah Anda. Infeksi pada Babesia disebut babesiosis dan biasanya ditularkan melalui gigitan kutu.

Babesiosis sering terjadi bersamaan dengan penyakit Lyme. Karena kutu yang membawa bakteri Lyme juga dapat terinfeksi parasit Babesia.

Tingkat keparahan gejala babesiosis dapat bervariasi. Anda mungkin tidak memiliki gejala sama sekali, atau Anda mungkin memiliki sedikit gejala mirip flu. Beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa.

Infeksi Babesia paling sering dimulai dengan demam tinggi, kedinginan, nyeri otot atau persendian, dan kelelahan. Gejala yang kurang umum termasuk:

  • Sakit kepala parah
  • Sakit perut
  • Mual
  • Memar kulit
  • Kulit dan mata Anda menguning
  • Perubahan suasana hati

Ketika infeksi berlanjut, Anda mungkin mengalami nyeri dada atau pinggul, sesak napas, dan keringat basah kuyup. Anda juga mungkin terinfeksi Babesia dan tidak memiliki gejala apa pun. Demam kambuh kadang-kadang merupakan tanda babesiosis yang tidak terdiagnosis.

Pada orang yang bergejala, babesiosis biasanya didiagnosis dengan memeriksa darah di bawah mikroskop dan melihat parasit Babesia di dalam sel darah merah.

Perawatan yang efektif untuk babesiosis tersedia. Namun, orang yang tidak memiliki gejala atau tanda babesiosis biasanya tidak perlu diobati. Oleh karena itu, sebelum mempertimbangkan perawatan, langkah pertama adalah memastikan diagnosis babesiosis benar.

Pengobatan babesiosis membutuhkan obat antiparasit, seperti yang digunakan untuk malaria. Pengobatan babesiosis yang parah biasanya terdiri atas azitromisin yang diberikan secara intravena ditambah atovakon oral atau klindamisin yang diberikan secara intravena ditambah kina oral. Dengan penyakit parah, tindakan pendukung tambahan dapat diambil, seperti transfusi darah.

Waktu pemulihan dari babesiosis bervariasi berdasarkan individu. Karena tidak ada vaksin untuk melawan babesiosi, babesiosis mungkin kambuh setelah Anda menjalani perawatan. Sehingga Anda perlu dirawat kembali, jika Anda memiliki gejala lagi.

Read More

Usia Ideal Anak Belajar Bahasa Inggris dan Tipsnya

Di era globalisasi seperti sekarang ini, kita ingin anak bisa menguasai bahasa asing. Hanya saja, tak jarang orangtua bingung mengenai kapan seharusnya anak mulai belajar bahasa Inggris.

Ada orangtua yang baru mengajarkan anak saat anak berusia 2 tahun, saat sudah mulai bisa berbicara, atau saat sang anak sudah memasuki PAUD atau SD.

Banyak juga orangtua yang memilih mendaftarkan anak di sekolah Internasional dengan bahasa campuran (bilingual).

Berapa Usia Ideal Anak Belajar Bahasa Inggris?

Sebenarnya belum ada jawaban yang pasti mengenai pertanyaan ini. Sebab, belajar bahasa Inggris atau bahasa asing dipengaruhi oleh faktor lingkungan, adanya motivasi dari orangtua, serta kualitas pengajaran.

Namun, menurut penelitian yang dilakukan peneliti di Boston Amerika Serikat terhadap 670.000 anak di tahun 2018. Dari hasil penelitian tersebut, mereka menyarankan agar sebaiknya anak-anak diajarkan bahasa asing secara optimal sebelum berusia 10 tahun. Sebab, ketika mulai memasuki usia dewasa, kemampuan belajar anak mulai melemah jika dibanding saat masih anak-anak.

Itulah sebabnya mengapa anak-anak lebih mudah belajar bahasa asing dibanding orang dewasa.

Ada juga yang menyebut usia ideal bagi anak untuk belajar bahasa Inggris atau bahasa asing ketika berusia 3 tahun.  Hal ini disampaikan oleh Elizabeth Allen, seorang praktisi asal Inggris. Menurut dia, sebaiknya orang tua mengajarkan bahasa asing sebelum berusia 11 tahun.

Pentingnya Anak Belajar Bahasa Inggris

Anak biasanya adalah fast learner. Belajar bahasa Inggris atau asing di usia dini akan membuat anak tidak takut untuk membuat kesalahan. Hal ini akan membuatnya lebih cepat menguasai bahasa yang dipelajari. Apa sih manfaat dan pentingnya mengajarkan bahasa Inggris atau bahasa asing pada anak? Berikut penjelasannya:

  • Dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak
  • Mengasah kreatifitas anak
  • Belajar bahasa asing dapat mengasah otak anak, mendorong anak untuk berpikir kritis, mampu memecahkan masalah, serta mampu menjadi pendengar yang baik
  • Meningkatkan konsentrasi dan memori anak
  • Membantu anak dalam urusan akademis

Tips Mengajarkan Anak Bahasa Inggris

Mengajarkan anak bahasa Inggris tidak harus melalui lembaga kursus atau institusi bahasa asing resmi. Bisa dengan melakukan hal-hal simpel dan menyenangkan di rumah. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan dalam mengajarkan anak bahasa Inggris:

  • Rutin dan Disiplin

Belajar bahasa Inggris akan menjadi rutinitas jika dilakukan terus menerus dan menjadi kebiasaan. Hal ini adalah kunci awal. Misalnya dengan rutin mendengarkan lagu anak-anak berbahasa Inggris setiap hari, membaca dongeng sebelum tidur berbahasa Inggris, dan sebagainya.

Tidak perlu dengan durasi yang lama, 15 menit saja cukup untuk permulaan. Waktu belajar kemudian bisa ditambah sesuai dengan perkembangnya fokus konsentrasi anak dan usianya.

  • Bernyanyi dan Mendengarkan Lagu

Bernyanyi dan mendengarkan adalah hal yang disukai anak-anak. Lagu riang anak-anak yang berbahasa inggris Ini bisa dijadikan metode pembelajaran. Belajar dengan hal-hal yang seru akan disukai anak.

  • Bermain Games

Mengajarkan sesuatu pada anak kecil haruslah dilakukan dengan fun. Salah satunya bermain sambil belajar. Bisa bermain untuk menambah kosakata bahasa Inggris, atau menebak nama buah-buahan dalam bahasa Inggris dengan gambar, dan sebagainya.

  • Merespons Anak secara Positif

Mengajarkan anak berbahasa Inggris artinya harus 2 arah. Ketika anak berkomunikasi dengan Anda menggunakan bahasa Inggris, Anda harus merespons balik dengan positif dan antusias agar anak menjadi semangat. Bisa juga dengan memberikan anak hadiah atau sanjungan jika dia berhasil mempelajari kosakata baru.

  • Menekankan Kosakata yang Mudah

Pada tahap awal belajar bahasa Inggris, Anda bisa menekankan kosakata dalam bahasa Inggris yang mudah ditangkap anak. Misalnya Thank you, sorry, please, I don’t like.., dan sebagainya. Cobalah untuk menggunakan kosakata tersebut dalam komunikasi sehari-hari.

Read More

Lakukan Tes Hepatitis C Apabila Memiliki Gejala Ini

Tertular virus hepatitis C (HCV) dapat membuat Anda menderita penyakit hepatitis C, yang mana merupakan sebuah penyakit menular yang membuat hati meradang. Hepatitis C dapat bersifat akut (jangka pendek), terjadi selama beberapa minggu hingga 6 bulan, dan kronis (jangka panjang). Penyakit hepatitis C kronis dapat menyebabkan kerusakan hati yang tidak dapat diobati serta kanker hati. Hepatitis C menyebar lewat kontak langsung dengan darah yang terinfeksi. Anda perlu melakukan tes hepatitis C apabila Anda pernah bertukar jarum suntik (penggunaan tattoo dan obat-obatan terlarang), tersuntik jarum secara tidak sengaja di rumah sakit bagi petugas kesehatan, berbagi pisau cukur dan sikat gigi, serta melakukan hubungan seks dengan orang yang menderita hepatitis C. Ibu hamil yang menderita hepatitis C juga dapat menularkan virus tersebut ke bayi.

Gejala hepatitis C

Di Amerika Serikat sendiri, ada sekitar 4 juta orang yang menderita hepatitis C, dengan 80 persen di antaranya tidak menunjukkan gejala apapun pada tahap awal penyakit ini berkembang. Akan tetapi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hepatitis C dapat berubah menjadi sebuah kondisi yang kronis pada 75 hingga 85 persen orang-orang yang terpapar virus ini. Beberapa gejala hepatitis akut di antaranya adalah demam, pusing, hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, dan rasa sakit pada perut. Anda perlu melakukan tes hepatitis C apabila Anda menderita gejala-gejala tersebut. Sementara itu, hepatitis kronis dapat menyebabkan sirosis dan memiliki gejala-gejala seperti:

  • Penyakit kuning

Penyakit kuning adalah sebuah kondisi ketika kulit dan bagian putih mata berubah warna menjadi kuning. Hal ini terjadi ketika terlalu banyak bilirubin (pigmen kuning) di dalam darah. Bilirubin adalah produk sampingan dari sel darah merah yang dipecah. Biasanya, bilirubin dipecah di hati untuk kemudian di keluarkan dari tubuh lewat kotoran. Akan tetapi, ketika rusak, hati tidak dapat memproses bilirubin dengan benar, untuk kemudian menumpuk di saluran darah dan menyebabkan kulit dan mata menjadi menguning.

  • Spider angioma

Kondisi ini menunjukkan pembuluh darah yang berbentuk seperti laba-laba di bawah permukaan kulit. Spider angioma diasosiakan dengan meningkatkan kadar estrogen. Kondisi ini dapat terlihat pada orang-orang yang sehat, terutama anak-anak, dan pada mereka yang menderita hepatitis C. Pada penderita hepatitis C, saat hati rusak, kadar estrogen pun akan ikut naik. Spider angioma umumnya akan muncul pada wajah di dekat tulang pipi, tangan, telapak tangan, telinga, dan dinding dada atas. Spider angioma biasanya akan hilang saat kondisi Anda semakin membaik. Apabila spider angioma muncul, lakukan tes hepatitis C untuk memastikan apakah Anda menderita hepatitis C atau tidak.

  • Asites

Asites merupakan penumpukan cairan berlebih di perut yang membuat perut terlihat membengkak seperti balon. Asites merupakan gejala hepatitis C yang muncul penderita penyakit hati stadium lanjut. Saat hati terluka, fungsi hati akan berkurang, menyebabkan penumpukan tekanan di pembuluh darah. Tekanan berlebih ini disebut dengan istilah hipertensi portal dan dapat menyebabkan cairan menumpuk di perut.

Hepatitis C kronis jarang menunjukkan gejala pada tahap awal perkembangannya. Kondisi ini dapat disembuhkan apabila didiagnosa sejak dini dan dirawat secepatnya. Karena itulah tes hepatitis C perlu dilakukan apabila Anda menderita gejala-gejala tersebut di atas. Setelah mendapatkan perawatan, dokter akan memeriksa darah Anda setelah beberapa bulan untuk memastikan apakah virus tersebut telah hilang.

Read More

Sarkoidosis dan Penyakit Lain yang Membuat Batuk Berkepanjangan

Sebagai salah satu organ vital di dalam tubuh manusia, paru-paru wajib terjaga kesehatannya. Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa paru-paru mudah mengalami gangguan kesehatan. Ada banyak penyakit yang bisa menyerang paru-paru dan salah satu dampaknya adalah membuat penderitanya mengalami batuk berkepanjangan. Salah satunya adalah sarkoidosis.

Kendati demikian, sarkoidosis merupakan satu dari sekian banyak kemungkinan dan cenderung jarang terjadi, jika dibandingkan dengan tuberkolosis, misalnya. Akan tetapi hampir sebagian besar penyakit yang menyerang paru berasal dari infeksi virus atau bakteri, layaknya TB dan sarkoidosis.

Namun, tak menutup kemungkinan faktor-faktor lain juga dapat menyerang dan merusak paru-paru sehingga seorang penderitanya harus mengalami gejala atau keluhan batuk yang berkepanjangan. Berikut ini kemungkinan penyakit yang bisa menyebabkan batuk berkepanjangan:

  • Cystic Fibrosis

Penyakit bawaan ini ditandai oleh lendir yang lengket dan abnormal. Lendir itu mencegah organ-organ seperti paru-paru dan pankreas bekerja dengan benar. Lendir menyumbat saluran pernapasan dan akhirnya mendorong pertumbuhan bakteri sehingga menyebabkan infeksi, kerusakan paru-paru yang luas, dan akhirnya gagal pernapasan.

Atelektasis

Atelektasis terjadi ketika satu atau lebih area paru-paru Anda kolaps atau tidak mengembang dengan baik. Sama seperti penyakit sebelumnya, atelektasis ini bisa disebabkan oleh akumulasi lendir di saluran udara. Batuk merupakan respons alami tubuh untuk melegakan saluran pernapasan tersebut.

  • Kanker Paru-Paru

Kanker adalah penyakit yang dapat menyerang organ tubuh mana saja, termasuk paru-paru. Gaya hidup yang kurang sehat merupakan faktor risiko terbesar dalam perkembangan sel kanker. Khusus kanker paru-paru, rokok digadang-gadang menjadi biang keladinya. Namun, kenyataannya orang yang tidak merokok pun bisa berisiko.

Batuk dapat menjadi tanda kanker paru-paru lantaran disebabkan oleh penonjolan tumor intrabronkial. Jika batuk tak kunjunng mereda setelah berlangsung lebih dari 3 minggu ada baiknya Anda harus pergi ke dokter. Pada stadium lanjut penderita cenderung batuk darah, yang merupakan indikator mendesak bahwa Anda harus mendapatkan perhatian medis.

  • Sarkoidosis

Sarkoidosis adalah penyakit radang yang menyerang banyak organ dalam tubuh, termasuk paru-paru. Ketika sarkoidosis mempengaruhi paru-paru (juga disebut fibrosis paru), peradangan dapat melukai jaringan paru-paru dan menyebabkan berkurangnya kadar oksigen. Batuk kering yang menetap, dan sulit bernapas adalah tanda-tanda potensial penyakit ini.

Sarkoidosis dapat terjadi lantaran respons berlebihan dari sistem imun tubuh terhadap benda asing (kemungkinan besar yang dihirup dari udara) ataupun infeksi dan menyebabkan terbentuknya banyak granuloma, sehingga dapat memengaruhi struktur dan fungsi organ tubuh. Jika kondisi ini dibiarkan menahun, maka dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut (fibrosis) permanen pada jaringan organ tubuh.

  • Sindrom Gangguan Pernapasan Akut (SARS)

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah penyakit pernapasan yang disebabkan virus menular dan terkadang fatal. Gejalanya mirip dengan gejala penyakit pernapasan lainnya seperti flu dan pneumonia.

Penyakit ini ditransfer ketika seseorang batuk, dan batuk kronis yang menetap mungkin merupakan tanda dari SARS. Penyakit ini berasal dari keluarga coronavirus, virus yang belakangan kembali lagi dengan jenis barunya dan menyebabkan pandemi Covid-19.

***

Untuk menjaga kesehatan paru-paru dari serangan berbagai penyakit di atas, termasuk sarkoidosis, seseorang dianjurkan senantiasa menjaga diri dari berbagai faktor risiko. Namun, khusus untuk sarkoidosis, penyakit itu memang belum diketahui secara pasti penyebab dan langkah pencegahannya.

Satu-satunya yang bisa dilakukan seseorang agar terhindar dari sarkoidosis adalah mengurangi perkembangan penyakit dengan memeriksakan kesehatan secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan sarkoidosis.

Read More

Ketahui Seluk Beluk Penyakit Herpes Genital

Herpes genital adalah salah satu infeksi menular seksual yang cukup sering dijumpai. Penyakit ini menyebabkan munculnya lepuhan/luka yang tumbuh di sekitar alat kelamin. Orang dapat terjangkit infeksi menular seksual ketika mereka melakukan hubungan seksual secara oral, anal, ataupun vaginal. Dua jenis virus yang menyebabkan infeksi herpes genital adalah HSV-1 (herpes simplex 1) yang biasanya menyebabkan herpes oral, dan HSV-2 (herpes simplex 2) yang menyebabkan herpes genital. Beberapa orang dapat memiliki virus herpes tanpa menunjukkan gejala-gejala apapun.

Herpes oral menyebabkan luka atau koreng yang muncnul di bibir. Orang-orang biasanya menderita herpes oral akibat kontak dengan air liur penderita. Meskipun HSV-1 biasanya menyebabkan herpes oral, virus ini dapat menular ke daerah alat kelamin lewat sex oral, terutama apabila orang tersebut memiliki luka atau lepuhan kulit yang terbuka. Seseorang juga dapat menderita herpes oral dan herpes genital secara bersamaan. Saat ini, tidak ada obat untuk penyakit herpes genital. Penyakit ini sangat mudah menular ke orang lain meskipun ia tidak memiliki luka atau lepuhan kulit yang terbuka. Untuk mencegah penularan herpes genital, sangat penting untuk terus menggunakan alat pengaman saat melakukan hubungan seksual.

Gejala herpes genital

Herpes genital tidak selamanya menimbulkan gejala tertentu. Seseorang dapat tidak tahu mereka memiliki virus herpes di dalam tubuh. Saat gejala penyakit muncul, kulit di sekitar dubur atau alat kelamin akan terlihat melepuh dan luka. Luka atau lepuhan kulit akan tampak sekitar 2 hari hingga 3 minggu setelah melakukan hubungan seksual dengan orang yang mengidap herpes genital. Lepuhan kulit tersebut akan terasa sakit dan perih dan membutuhkan waktu mulai dari 2 hingga 6 minggu untuk benar-benar sembuh.

Penderita herpes genital juga akan merasa gatal selama beberapa hari di daerah sekitar alat kelamin. Selain itu, gejala herpes genital yang lain adalah sakit kepala, demam, lelah, kelenjar getah bening yang membengkak, dan sakit otot. Herpes akan sangat menular apabila luka atau lepuhan kulit terbuka. Dokter biasanya akan melakukan diagnosa herpes genital dengan menanyakan gejala apa saja yang dialami oleh pasien serta melakukan pemeriksaan terhadap lepuhan atau luka di sekitar dubur dan alat kelamin. Tes darah serta mengambil sampel kulit yang terluka juga dapat membantu diagnosa kondisi ini (meskipun kedua prosedur medis ini tidak selamanya dibutuhkan).

  • Gejala herpes genital pada laki-laki

Laki-laki lebih rentan untuk menderita herpes genital jika dibandingkan dengan perempuan. Lepuhan, luka, atau blister akan muncul di daerah sekitar penis, dubur, serta cairan tak biasa yang keluar dari penis.

  • Gejala herpes genital pada wanita

Sedang menstruasi dapat menyebabkan herpes genital kambuh. Biasanya wanita sering mengira gejala herpes genital dengan gejala keputihan atau infeksi kandung kemih.

Penularan herpes genital

Herpes genital dapat menular dalam beberapa cara, seperti hubungan seksual anal atau vaginal, serta kontak genital dengan orang yang memiliki virus tersebut; mendapatkan sex oral dari orang yang memiliki lepuhan atau luka kulit terbuka; menyentuh luka atau lepuhan herpes untuk kemudian menyentuh alat kelamin; dan seorang bayi dapat menderita herpes genital apabila saat lahir ibu memiliki virus herpes.

Orang-orang dapat menularkan virus herpes genital tanpa menunjukkan adanya gejala atau tanda-tanda penyakit ini. Virus ini hanya akan menyebar melalui kontak langsung antar manusia, dan tidak akan menular lewat sentuhan dengan benda atau permukaan apapun.

Read More