Komplikasi Pneumonia yang Perlu Anda Ketahui

Komplikasi Pneumonia yang Perlu Anda Ketahui

Komplikasi pneumonia adalah kondisi infeksi virus, atau jamur yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. Menurut WHO, komplikasi pneumonia menyumbang 15 persen, tepatnya 808.694 jiwa dari seluruh kematian anak di bawah usia 5 tahun di dunia. Pneumonia memiliki gejala yang mirip dengan flu sehingga kondisi ini sering kali diabaikan. Padahal pneumonia bisa sangat berbahaya karena dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi yang bisa mengancam jiwa penderitanya.

Meski memakan banyak korban anak-anak, kondisi ini sebetulnya dapat menimpa siapa saja. Akan tetapi, komplikasi pneumonia lebih sering terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti anak kecil dan orang tua. Beberapa komplikasi pneumonia yang mungkin terjadi, di antaranya:

  1. Bakteremia

Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, mereka juga bisa masuk ke dalam darah dan menyebarkan infeksi ke organ lain hingga berpotensi menyebabkan kegagalan organ. Kondisi ini disebut dengan bakteremia. Bakteremia juga dapat menyebabkan situasi serius yang dikenal sebagai syok septik. Ini merupakan reaksi terhadap infeksi dalam darah yang bisa membuat tekanan darah menjadi terlalu rendah sehingga jantung tak dapat memompa cukup darah ke organ-organ tubuh lainnya.

 Segera cari bantuan medis apabila Anda merasakan gejala berupa demam, jantung berdetak kencang, napas cepat, menggigil, tekanan darah rendah, perut tidak nyaman, dan kebingungan. Dokter mungkin akan memberi antibiotik untuk mengatasi bakteremia.

  1. Abses paru-paru

Terkadang, pneumonia dapat menyebabkan terbentuknya kantong nanah (abses) di paru-paru. Kondisi ini lebih mungkin terjadi apabila Anda memiliki riwayat penyakit gusi, menderita bakteremia, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan menyalahgunakan alkohol. Jika Anda memiliki gejala berikut segera hubungi dokter:

  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celcius
  • Batuk nanah
  • Berkeringat di malam hari
  • Tidak merasa lapar
  • Berat badan turun tiba-tiba
  • Kelelahan.
  1. Gagal napas

Gagal napas merupakan salah satu komplikasi pneumonia yang mengancam jiwa. Kondisi ini terjadi ketika paru-paru tidak dapat mengirim cukup oksigen atau membuang karbon dioksida dalam darah sehingga Anda perlu menggunakan ventilator. Kebutuhan oksigen yang tak tercukupi dapat menyebabkan organ tubuh berhenti bekerja. Saat mengalami gagal napas, Anda dapat merasakan gejala seperti tidak mendapat cukup udara, napas cepat, detak jantung tidak teratur, kebingungan, kebiruan pada kulit, ujung jari, atau bibir, kegelisahan yang ekstrem, kelelahan, berkeringat, dan hilang kesadaran.

  1. Efusi pleura 

Pneumonia dapat menyebabkan cairan menumpuk pada pleura, yaitu ruang tipis antara lapisan jaringan yang melapisi paru-paru dan rongga dada. Penumpukan cairan di sekitar paru-paru ini disebut dengan efusi pleura. Jika cairan tersebut terinfeksi, maka dapat menyebabkan empiema (penumpukan nanah di pleura). 

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala nyeri dada yang parah saat bernapas, batuk atau bersin, nyeri yang menjalar ke punggung atau bahu, demam, dan sulit bernapas. Dokter mungkin akan melakukan prosedur untuk menghilangkan cairan dari tubuh Anda dengan menggunakan jarum medis. 

  1. Gagal ginjal 

Ketika Anda mengalami bakteremia atau syok septik, jantung tak dapat memompa cukup darah ke ginjal. Meski bukan komplikasi umum dari pneum

Read More

Alami Streptococcus Tonsillitis? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Streptococcus tonsillitis atau tonsilitis merupakan infeksi atau radang amandel. Amandel merupakan jaringan getah bening berbentuk bola yang terletak di kedua sisi tenggorokan, di atas, dan di belakang lidah. Amandel merupakan bagian dari sistem imunitas tubuh untuk melawan infeksi. Umumnya, tonsilitis akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 4 – 10 hari.

Apakah penyebab tonsillitis?

Penyebab tonsilitis bisa karena kuman, virus, atau bakteri. Namun, seringnya disebabkan oleh virus, seperti:

  • Influensa.
  • Virus corona.
  • Adenovirus.
  • Virus epstein-barr.
  • Virus herpes simpleks.
  • HIV.

Tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri, biasanya adalah Streptococcus. Bakteri ini juga menyebabkan radang tenggorokan (strep throat). Adapun bakteri lain yang juga bisa menyebabkan tonsilitis, termasuk:

  • Staphylococcus aureus.
  • Chlamydia pneumoniae.
  • Neisseria gonorrhoeae.

Perlu Anda ketahui, streptococcus tonsillitis merupakan penyakit menular melalui udara dalam bentuk tetesan ketika orang yang terinfeksi bernapas, batuk, atau bersin. Anda mungkin dapat terinfeksi setelah menghirup tetesan tersebut atau menularkannya ke kulit atau benda yang bersentuhan langsung dengan mulut, hidung, atau mata.

Gejala streptococcus tonsillitis

Umumnya, streptococcus tonsillitis menyerang anak-anak usia prasekolah dan pertengahan remaja, tapi juga dapat menyerang orang dewasa. Gejala radang amandel ini mirip dengan radang tenggorokan, sebab radang tenggorokan juga bisa menjadi salah satu jenis tonsilitis. Berikut tanda dan gejala umum streptococcus tonsillitis.

  • Amandel bengkak dan merah.
  • Ada lapisan atau bercak putih atau kuning pada amandel.
  • Sakit tenggorokan.
  • Kesulitan menelan makanan.
  • Demam.
  • Kelenjar getah bening di leher membengkak.
  • Suara berubah jadi serak.
  • Bau mulut.
  • Sakit perut, terutama pada anak kecil.
  • Leher kaku.
  • Sakit kepala.

Beberapa gejala tonsilitis pada anak kecil yang tidak dapat menggambarkan perasaan mereka adalah:

  • Mengiler karena sulit menelan.
  • Tidak mau makan.
  • Sering rewel yang tidak biasa.

Jika Anda mengalami gejala pilek, hidung tersumbat, bersin, serta batuk, maka kemungkinan besar penyebab tonsilitis adalah virus. Namun, jika Anda mengalami sakit tenggorokan, demam, serta pembengkakan kelenjar getah bening, tanpa gejala pilek, kemungkinan besar penyebabnya adalah bakteri. Segeralah temui dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Pengobatan tonsillitis

Sebagian besar, fokus pengobatan tonsilitis adalah untuk meredakan gejala-gejala yang muncul,

alih-alih fokus mengobati penyakitnya. Misalnya, dengan mengonsumsi obat antiradang untuk meredakan nyeri akibat demam dan peradangan, seperti asetaminofen atau ibuprofen.

Untuk meredakan gejala sakit tenggorokan, Anda dapat melakukan beberapa pengobatan rumahan, seperti:

  • Istirahat yang cukup.
  • Banyak minum air putih.
  • Minum cairan hangat, seperti teh hangat dengan madu dan lemon atau sup hangat.
  • Berkumur-kumur dengan air hangat asin.
  • Mengisap permen pelega tenggorokan.
  • Anda dapat menggunakan humidifier untuk menjaga kelembapan di rumah atau kantor.

Umumnya, streptococcus tonsillitis yang disebabkan oleh virus, maka pengobatannya tidak dapat dilakukan secara langsung. Jika tonsilitis disebabkan oleh bakteri, dokter Anda mungkin meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Mengonsumsi antibiotik juga akan mengurangi risiko penularan penyakit kepada orang lain.

Dalam kasus yang lebih parah, radang amandel mungkin sangat membengkak hingga Anda sulit bernapas. Dokter akan meresepkan obat steroid untuk menekan peradangan yang terjadi. Bila tidak berhasil juga, maka Anda disarankan untuk melakukan operasi tonsilektomi untuk mengangkat amandel Anda. Ini adalah opsi terakhir dalam kasus yang jarang terjadi. Anda dan dokterlah yang dapat memutuskan apakah tonsilektomi dapat menjadi pilihan yang tepat jika dengan pengobatan sebelumnya, streptococcus tonsillitis tidak juga membaik.

Tips mencegah penularan streptococcus tonsillitis

Tindakan pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Mengingat, penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri yang menular, maka pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan yang baik, seperti:

  • Cuci tangan, terutama setelah batuk atau bersin, setelah dari toilet, dan sebelum makan.
  • Hindari berbagi makanan, gelas, botol air, atau peralatan makan yang sedang digunakan.
  • Segera ganti sikat gigi setelah didiagnosis radang amandel.
  • Tetap di rumah saat sakit.
  • Tutup mulut dengan tisu atau lengan tangan bagian atas saat batuk atau bersin.

Ingatlah bahwa streptococcus tonsillitis merupakan penyakit menular dan tidak ada obat khususnya. Oleh sebab itu, penting menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk menghindari dan mencegah penularannya kepada orang lain. Bila Anda mengalami gejala-gejalanya, maka segeralah temui dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

Read More

Sembuhkan Kulit Terbakar Matahari dengan 8 Cara Ini

Kulit terbakar matahari atau biasa disebut sunburn merupakan luka bakar yang dialami kulit karena paparan sinar matahari yang berlebihan. Gejala yang muncul bisa beragam tergantung tingkat keparahan serta kondisi masing-masing kulit. Namun, kulit terbakar matahari pasti akan menyebabkan kerusakan apalagi jika dialami dalam jangka waktu yang lama. Umumnya, gejala yang muncul yaitu kulit berwarna kemerahan, nyeri, gatal, terdapat lepuhan berisi cairan. Pada kasus yang sudah parah, gejala bisa disertai dengan sakit kepala, mual, demam, hingga pingsan. Berikut ini merupakan 8 cara yang bisa dicoba untuk mengatasi kulit terbakar matahari. 

  1. Kompres air dingin

Mengompres dengan air dingin bisa menjadi pertolongan pertama pada kulit terbakar matahari. Namun, pastikan Anda tidak menempelkan es batu secara langsung ke kulit karena malah akan memperparah keadaan. Gunakan handuk bersih yang dibasahi dengan air dingin untuk mengompres atau bungkus es batu menggunakan kain kemudian tempelkan pada kulit. 

  • Mengoleskan lidah buaya

Selain kompres air dingin, mengoleskan lidah buaya bisa menjadi cara mengatasi kulit terbakar matahari. Gel lidah buaya yang dijual di pasaran bisa dihunakan asal tidak mengandung alkohol. Jika memungkinkan, gunakan gel lidah buaya langsung dari tanamannya.  

  • Perbanyak minum air putih 

Kulit terbakar matahari bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Hal ini disebabkan kulit yang luka tersebut menarik cairan ke permukaan. Untuk itu, sebaiknya perbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi. 

  • Konsumsi OAINS

Obat antiinflamasi nonsteroid atau OAINS bisa membantu mengatasi rasa tidak nyaman pada kulit terbakar matahari. OAINS sebaiknya dikonsumsi sesegera mungkin setelah kulit terbakar matahari agar obat bekerja maksimal. Beberapa jenis OAINS yang mudah didapatkan yaitu naproxen dan ibuprofen. 

  • Hindari menyentuh kulit 

Ketika kulit terbakar matahari, biasanya muncul gejala berupa kulit melepuh dan berisi cairan. Agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat, hindari menyentuh area kulit terbakar matahari apalagi memecahkan lepuhan yang ada. 

  • Lindungi kulit terbakar matahari

Setelah melakukan berbagai hal untuk menyembuhkan kulit terbakar matahari, sebaiknya gunakan perban sementara agar kulit lebih terlindungi. Oleskan salep antibiotik sebelum menutup kulit terbakar matahari dengan perban. Pilih perban antilengket untuk menghindari kesulitan ketika membuka nantinya. Hindari membasuh kulit terbakar matahari menggunakan sabun karena mengandung bahan kimia dan bisa memperparah kondisi kulit. Jika terpaksa, gunakan bahan alami untuk membasuh kulit terbakar matahari.

  • Berikan krim pelembab 

Pada proses penyembuhan, kulit terbakar matahari akan menjadi kering dan mulai mengelupas. Berikan krim pelembab di area tersebut secara rutin. Pastikan krim pelembab tidak mengandung benzocaine karena dapat menimbulkan reaksi alergi dan iritasi. 

  • Tetap berada di ruangan tertutup

Proses penyembuhan kulit terbakar matahari akan semakin lambat jika paparan sinar UV matahari terus diserap kulit. Oleh karena itu, sebaiknya tetap tinggal di dalam ruangan ketika kulit terbakar matahari belum sembuh. Jika terpaksa harus keluar ruangan, gunakan pakaian berlengan panjang sehingga kulit terlindungi dari paparan sinar matahari langsung.  Jika berbagai cara di atas telah dilakukan namun kulit terbakar matahari tidak kunjung membaik, berkunjung ke dokter bisa menjadi solusi. Kondisi kulit terbakar matahari umumnya membutuhkan waktu satu minggu untuk penyembuhan. Pencegahan kulit terbakar matahari bisa dilakukan dengan menggunakan tabir surya yang mengandung SPF 30 atau lebih, menggunakan pakaian tertutup ketika berada di luar ruangan, serta menghindari paparan matahari langsung. 

Read More

Obat Nyeri Dada Pereda Gejala Angina

Obat Nyeri Dada Pereda Gejala Angina

Nyeri dada paling sering menjadi tanda dari penyakit jantung koroner. Dalam dunia medis, nyeri dada kerap dikaitkan dengan salah satu gejala serangan jantung yang disebut sebagai angina pektoris. Konsumsi obat nyeri dada dan konsultasi ke rumah sakit mesti segera dilakukan jika memang Anda mengalami rasa sakit yang makin terasa kuat. 

Nyeri dada yang sering muncul sebagai gejala angina terasa seperti tusukan tajam diikuti oleh rasa panas di bagian dada. Tidak jarang, rasa sakit akibat nyeri di dada akan menjalar hingga ke bagian leher, rahang, lengan, sampai ke punggung. 

Namun, untuk memastikan meminum obat nyeri dada yang mengarah ke tanda-tanda angina tidak boleh sembarangan. Pasalnya, nyeri dada juga memiliki kemungkinan merupakan gejala dari penyakit lain, seperti maag dan paru-paru. Tentu saja obat penangananya tidak bisa disamakan. 

Nyeri Dada akibat Jantung 

Khusus untuk nyeri dada yang diakibatkan masalah otot jantung, ada beberapa gejala khas yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa gejala nyeri dada yang memang mengarah pada masalah jantung. 

  • Tusukan Menjalar 

Nyeri dada akibat masalah jantung biasanya terasa seperti tusukan-tusukan tajam. Tusukan tersebut tidak menetap di bagian dada saja, melainkan menjalar hingga ke bagian lengan kiri dan punggung. 

  • Bertambah dengan Aktivitas 

Sifat nyeri dada akibat masalah jantung bisa hilang dan timbul. Gejala akan terasa makin parah ketika Anda sedang beraktivitas. Sementara ketika sedang beristirahat, rasa nyeri akan terasa berkurang. 

  • Keringat Dingin 

Rasa sakit di dada akibat masalah otot jantung akan membuat Anda mudah mengeluarkan keringat dingin. Keringat bisa sangat deras dengan ukuran bulir yang besar. 

  • Pusing dan Lemas 

Otot jantung yang tidak maksimal memompa darah akan membuat aliran darah ke otak menjadi tersendat. Anda pun akan mudah merasa pusing dan lemas. 

Obat untuk Angina 

Obat nyeri dada akibat masalah jantung umumnya akan menggunakan jenis obat untuk mencegah penggumpalan darah bahkan jika bisa mengencerkannya. Setidaknya ada 4 jenis obat nyeri dada yang mengarah pada angina pektoris yang kerap diresepkan oleh dokter. 

  1. Niktrat 

Contoh obat jenis nitrat di antaranya isosorbide dinitrate ataupun gliseril. Niktrat dikonsumsi guna mencegah serangan angina yang lebih parah. Obat ini mampu merelaksasi pembuluh darah ke jantung sehingga suplai darah dan oksigen bisa bertambah. Efek samping dari konsumsi obat ini adalah detak jantung bertambah cepat, sakit kepala, dan rasa gatal. Namun, efek samping yang terjadi hanya bersifat sementara. 

  1. Penghambat Beta 

Contoh obat yang berjenis penghambat beta, di antaranya acebutolol, atenolol, bisoprolol, carvedilol, metoprolol, nebivolol dan propranolol. Fungsi dari jenis obat ini adalah menurunkan detak jantung sekaligus tekanan darah sehingga beban jantung menjadi lebih ringan. Jenis obat penghambat kerap diresepkan pada pasien jantung untuk pemakaian jangka panjang. Efek samping dari obat ini adalah gangguan tidur, kelelahan, dan kesemutan. 

  1. Penghambat Saluran Kalsium 

Contoh penghambat saluran kalsium, di antaranya diltiazem, nifedipine, amlodipine, dan verapamil. Fungsi dari jenis obat ini adalah merelaksasi pembuluh darah sehingga suplai darah ke jantung dapat ditingkatkan. Penghambat saluran kalsium juga bisa mengobati tekanan darah tinggi dan detak jantung yang tidak teratur. Efek samping penggunaan obat ini, di antaranya sakit kepala, pembengkakan kaki, sampai kulit yang kemerahan. 

  1. Trimetazidine 

Jenis obat yang satu ini mampu mengurangi frekuensi serangan angina yang menimbulkan nyeri dada. Trimetazidine bekerja dengan cara menjaga energi sel otot jantung agar terus bisa bekerja dengan optimal. Hanya saja, tidak jarang orang yang mengonsumsi jenis obat ini akan mengalami masalah pencernaan ringan, seperti mual dan muntah. 

*** 

Adanya efek samping dari penggunaan obat nyeri dada yang mengarah pada masalah jantung membuat Anda mesti sangat berhati-hati mengonsumsinya. Selalu pastikan obat yang Anda konsumsi sesuai dengan resep dokter dan tidak menggunakannya secara sembarangan.

Read More

Perawatan Dermaroller Atasi Bekas Luka dan Tanda Kerutan?

Saat ini, banyak prosedur yang dulunya hanya bisa dilakukan di kantor dokter kulit telah bisa dilakukan di rumah Anda sendiri. Perawatan dermaroller, atau dikenal juga dengan istilah microneedling, adalah salah satunya. Alat ini memiliki bentuk yang terdiri dari roller (roda) yang dikelilingi oleh jarum-jarum kecil dan pegangan. Namun, bagaimana bisa menyuntikkan ratusan jarum kecil pada wajah memiliki efek relaksasi dan manfaat kesehatan? Mungkin terdengar tidak masuk akal, nyatanya prosedur dermaroller menyediakan beragam keunggulan terhadap kulit wajah, misalnya mengurangi kerutan dan bekas luka yang diakibatkan oleh jerawat, meningkatkan ketebalan kulit, peremajaan kulit wajah, dan meningkatkan penyerapan produk.

Untuk apa perawatan dermaroller dilakukan?

Perawatan dermaroller memiliki beberapa manfaat seperti yang disebutkan di atas, namun salah satu manfaat utamanya adalah untuk mengatasi gangguan pigmentasi dan meningkatkan kondisi permukaan kulit wajah. Garis halus, bekas jerawat, dan hiperpigmentasi diklaim dapat hilang dengan melakukan perawatan dermaroller secara teratur. Sayangnya, faktanya hal-hal yang diklaim di atas hanya bisa dicapai apabila Anda mendapatkan bantuan dari ahli perawatan dermaroller profesional, yang menggunakan jarum lebih panjang yang dibandingkan dengan alat dermaroller rumahan.

Misalnya saja, pada studi tahun 2018 ditemukan bahwa sesi 4 perawatan dermaroller atau microneedling dapat menghasilkan lebih dari 400 persen kenaikan level kolagen. Sebuah protein yang membuat kulit terasa lebih kencang. Anda mungkin tidak bisa mendapatkan hasil yang sama dengan perawatan klinis tersebut di rumah. Namun, perawatan dermaroller rumahan masih dapat membuat produk perawatan kulit meresep dengan lebih dalam ke dalam kulit, dan menghasilkan efek yang lebih kuat.

Perawatan dermaroller atau microneedling yang dilakukan di kantor dokter kulit menyebabkan trauma level rendah pada lapisan luar kulit. Hal ini akan memicu proses penyembuhan kulit, yang kemudian menyebabkan regenerasi kulit dan produksi zat anti-penuaan seperti kolagen dan elastin. Dermaroller rumahan, di sisi lain, akan menciptakan jalur kecil di kulit dengan jarum yang lebih pendek. Serum dapat menggunakan jalur tersebut untuk masuk ke dalam kulit, terserap dengan lebih efisien, dan diharapkan dapat memproduksi efek yang lebih terlihat.

Cara melaukan perawatan dermaroller di rumah

Apabila Anda ingin melakukan perawatan dermaroller di rumah sendiri, ikuti beberapa petunjuk berikut ini.

  • Basmi kuman pada dermaroller Anda dengan merendamnya pada alkohol isoprofil 70 persen selama 5 hingga 10 menit
  • Cucilah muka dengan pembersih wajah yang lembut dan dengan pH seimbang. Apabila Anda menggunakan dermaroller dengan jarum lebih panjang dari 0,5 mm, bersihkan wajah menggunakan alkohol isoprofil 70 persen
  • Oleskan krim anestesi apabila dibutuhkan. Biasanya krim jenis ini dibutuhkan apabila jarum berukuran lebih dari 1 mm, karena jarum jenis akan membuat wajah berdarah
  • Lakukan perawatan dermaroller, hindari daerah mata. Hindari melakukan perawatan dermaroller secara diagonal karena hal ini akan membuat distribusi pola yang tidak rata
  • Basuh muka dengan air setelah perawatan dermaroller dilakukan
  • Bersihkan dermaroller dengan menyeluruh, menggunakan sabun, dan basmi kuman dengan merendamnya menggunakan alkohol isoprofil 70 persen
  • Lakukan rutinitas perawatan wajah seperti biasa

Meskipun dokter ahli kulit telah melaporkan berbagai manfaat perawatan dermaroller, penelitian tentang hal ini hanya berasal dari studi kecil dengan bukti konkrit yang sangat sedikit, terutama apabila perawatan dermaroller tersebut dilakukan di rumah. Apabila Anda khawatir dengan efek samping atau perlu mengatasi masalah kulit yang lebih serius, hubungi dokter ahli kulit untuk mendapatkan saran.

Read More

Pasang Gigi Palsu, Lakukan Perawatan Mudah Ini

Pasang gigi palsu sering kali identik dengan perawatan untuk orangtua. Pasalnya, orang yang sudah tua sering kali mengalami gigi copot karena usia dan faktor lainnya. Padahal, gigi palsu bisa juga digunakan pada seseorang yang masih muda atau orang dewasa.

pasang gigi palsu

Akan tetapi, jika Anda menggunakan gigi palsu tetapi tidak merawatnya dengan benar bisa berisiko buruk terhadap Kesehatan gigi dan mulut Anda. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda pengguna gigi palsu untuk merawatnya dengan benar.

Pentingnya membersihkan gigi palsu

Gigi palsu umumnya terbuat dari polimer, sehingga jika perawatannya tidak benar bisa menimbulkan bakteri berkembang di gigi palsu tersebut. Nah, infeksi bateri tersebut dapat membuat ancaman bagi kesehatan mulut. Pasalnya, lebih dari 1000 mikroorganisme dapat berkembang pada lapisan gigi palsu. Khususnya candida, dapat tumbuh subur pada biofilm gigi palsu dan akhirnya dapat menyebabkan stomatitis pada gigi tiruan.

Sakit tenggorokan pun bisa terjadi karena perawatan gigi palsu yang buruk. Kondisi ini dikarenakan antara gigi palsu dan saluran pernapasan saling terhubung. Pun, hal tersebut dapat menyebabkan infeksi paru-paru hingga pneumonia yang dikarena adanya infeksi pada gigi palsu Anda.

Hal terburuk yang bisa terjadi adalah bakteri yang berkembnag pada gigi palsu akan menyebar juga melalui darah ke jantung ddan menyebabkan endocarditis bacterial, infeksi saluran cerna, dan bahkan penyakit paru obstruktif.

Kondisi lain yang juga bisa terjadi saat Anda tidak merawat gigi palsu dengan baik adalah terjadinya abses gusi pada gigi palsu. Nah, untuk merawat gigi palsu berikut kami rangkum beberapa cara mudah dalam membersihkan dan merawat gigi palsu Anda.

Proses dan cara membersihkan gigi palsu

Saat memutuskan pasang gigi palsu, Anda pun harus mengetahui bagaimana cara membersihkan dan merawatnya. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan dan merawat gigi tiruan.

  • Lepaskan gigi palsu Anda dan bilas dengan air mengalir untuk mengalirkan partikel makanan yang masih menempel pada gigi. Lalu, rendam gigi palsu pada air rendaman yang direkomendasikan oleh dokter Anda.
  • Bilas setelah makan, jadi jika Anda pasang gigi palsu disarankan untuk langsung membilas dan membersihan gigi setelah makan. Hal ini dikarenakan kemungkinan ada potongan sisa makanan atau partikel lepas lainnya yang tersangkut di gigi.  
  • Setelah selesai makan, lepaskan gigi dan cuci gigi lalu letakkan gigi palsu pada handuk yang lembut.
  • Gunakan sikat gigi palsu untuk membersihkan gigi bagian luar, bagian dalam, dan terutama bagian yang pas dengan gusi Anda. Hal ini penting untuk menghilangkan bakteri pada gigi palsu yang menyebabkan banyak sekali masalah pada mulut.
  • Anda dapat menggunakan berbagai bahan pembersih saat menyikat gigi (sesuai rekomendasi dokter).
  • Setelah proses membersihkan gigi, Anda pun perlu membersihkan jaringan mulut Anda dengan menggunakan sikat lembut dan air garam, terutama bagian punggung tempat gigi palsu berada, bagian pipi, atap mulut dan lidah. Jika Anda menggunakan gigi palsu sebagian, maka Anda tetap membersihkan gigi secara keseluruhan.
  • Rendam gigi semalaman, hal ini dilakukan karena sebagian besar gigi palsu harus tetap berada di tempat yang lembab untuk mempertahankan bentuknya. Jadi sebelum Anda pergi tidur, pastikan untuk melepas gigi palsu Anda dan merendamnya semalaman. Ambil air hangat di dalam gelas dan larutkan bersama larutan untuk merendam gigi tiruan (jika gigi tidak terbuat sari logam). Selain itu, jangan lupa untuk membilas gigi tiruan saat Anda akan menggunakannya keesokan harinya.

Pasang gigi palsu tentu harus pula rajin membersihkannya. Jika orangtua Anda kurang perhatian dengan gigi palsu mereka, mungkin Anda dapat membantu membersihkannya. Atau Anda dapat menyarankan untuk pasang gigi palsu secara permanen. Untuk kondisi tersebut ada baiknya untuk mengonsultasikan dengan dokter gigi Anda, metode atau jenis gigi palsu apa yang cocok untuk orangtua Anda.

Read More

Perawatan untuk Rambut Ikal Pria agar Tetap Terlihat Sehat

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk merawat rambut ikal pria

Pria yang memiliki rambut ikal tentu memiliki perbedaan dalam perawatan. Biasanya rambut ikal pria, sering kali merasa kesulitan menata rambut karena tekstur rambut yang mudah kusut. Rambut ikal sebenarnya dapat rapi setiap saat, dan banyak cara untuk ‘menjinakkan’ rambut ikal. Rambut ikal memiliki bentuk folikel yang berbeda dari rambut lurus, di mana pemilik rambut ikal memiliki bentuk folikel yang asimetris. Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2018 yang diterbitkan pada Journal of Biology, ada dua teori yang mengungkapkan alasan rambut seseorang berbentuk ikal.

Tips perawatan rambut ikal pria

Jenis rambut ikal pria juga sangat beragam berdasarkan tingkat keikalannya. Jika dibandingkan dengan jenis rambut lurus, merawat rambut jenis ini mungkin akan lebih rumit, terutama rambut ikal pria. Rambut ikal mampu memberikan gaya tersendiri dan membuat rambut lebih bervolume. Namun, jenis rambut ikal secara alami memiliki tekstur lebih kering, bahkan cenderung rapuh, kasar, dan mudah kusut. Oleh karena itu, perlu perawatan ekstra untuk menjaga rambut ikal agar tetap sehat dan mudah diatur. Berikut tipsnya:

  1. Gunakan sampo dengan tekstur mild

Sampo bertekstur mild adalah sampo yang memiliki sedikit komposisi kimia serta berbahan dasar air dan susu. Sampo ringan ini memang kurang ampuh untuk mengatasi masalah rambut, seperti ketombe, dan rambut rontok. Namun sampo ini cukup ampuh untuk menjaga kondisi rambut agar selalu lembab dan bersih. Sebaiknya keramas dengan sampo jenis ini setiap dua hari sekali agar rambut tidak mudah kering.

  1. Jangan memijat rambut terlalu lama

Hindari memijat rambut terlalu lama atau terlalu singkat saat keramas. Pijat lembut rambut hanya pada bagian akarnya saja kemudian bilas hingga bersih.

  1. Gunakan conditioner agar rambut tidak kaku

Pelengkap terbaik untuk penggunaan sampo bertekstur mild pada rambut ikal ialah conditioner berbahan dasar minyak. conditioner ini sekaligus melengkapi fungsi dalam perlindungan rambut dari masalah ketombe. Selain itu, penggunaan conditioner berbahan dasar minyak juga membantu menghidrasi kulit kepala serta melemaskan rambut keriting yang kaku sehingga lebih mudah ditata.

  1. Gunakan serum atau hair tonic untuk menutrisi rambut

Penggunaan produk perawatan rambut tambahan, seperti tonik atau serum rambut, untuk melembutkan juga dapat memberikan manfaat bagi rambut ikal Anda.

  1. Jangan terlalu sering keramas

Karena cenderung kering, pemilik rambut ikal sebaiknya jangan terlalu sering berkeramas. Dua kali seminggu saja sudah cukup untuk merawat dan menjaga kelembapan rambut ikal.

  1. Manfaatkan pomade berbahan dasar air untuk menata rambut

Pomade berbahan dasar air sangat cocok untuk rambut bergelombang dan ikal. Pomade water based mampu membuat rambut keriting terasa lebih lembut dan mudah ditata dalam waktu yang cukup lama.

  1. Hindari penggunaan hair dryer

Sebaiknya hindari mengeringkan rambut dengan menggunakan alat pengering rambut. Cukup gunakan jari untuk membentuk ikal rambut sesuai keinginan dan biarkan rambut kering secara alami.

Saat ini, pemilik rambut ikal pria memiliki banyak sekali pilihan gaya rambut yang menarik. Selain perawatan sendiri, ada baiknya Anda menggunakan jasa penata rambut yang telah berpengalaman menangani rambut ikal. 

Read More