7 Cara Mengatasi Hangover, Ampuh dan Efektif!

Hangover adalah sekumpulan tanda atau gejala tidak menyenangkan yang muncul setelah minum terlalu banyak alkohol. Orang sering menyebutnya dengan mabuk. Semakin banyak alkohol yang Anda minum, semakin besar kemungkinan Anda mabuk setelahnya. Sayangnya, tidak ada ketetapan jumlah alkohol yang bisa diminum dengan aman untuk menghindari mabuk.

Gejala

Umumnya, gejala hangover ini bisa hilang dengan sendirinya setelah bertahan hingga setidaknya 24 jam. Anda mungkin bisa menghindari mabuk jika mengonsumsi alkohol sedikit saja. Gejala biasanya dimulai ketika kadar alkohol dalam darah Anda turun secara signifikan dan mendekati nol. Artinya, gejala berefek penuh di pagi hari setelah semalaman Anda minum-minum.

Bergantung pada jenis dan banyaknya alkohol yang Anda minum, Anda mungkin akan mengalami sekumpulan gejala hangover berikut ini:

  • Tubuh lelah dan lemah.
  • Rasa haus berlebihan dan mulut terasa kering.
  • Sakit kepala dan nyeri otot.
  • Mual, muntah, atau sakit perut.
  • Kurang tidur atau istirahat.
  • Sensitif terhadap cahaya atau suara.
  • Kepala pusing atau terasa berputar-putar.
  • Keseimbangan tubuh terganggu.
  • Konsentrasi jadi berkurang.
  • Gangguan mood, seperti depresi, kecemasan, dan emosional.
  • Jantung berdetak lebih cepat.

Tanda dan gejala bisa jadi lebih parah jika Anda minum alkohol terlalu banyak, sehingga dapat mengindikasikan keracunan alkohol. Kondisi ini bisa mengancam keselamatan jiwa. Anda perlu menghubungi polisi atau penyedia layanan kesehatan jika melihat seseorang yang telah minum menunjukkan tanda-tanda:

  • Kebingungan.
  • Muntah.
  • Kejang.
  • Laju nafas melambat (<18 per menit).
  • Nafas tidak teratur (ada jeda >10 detik).
  • Kulit berwarna biru atau pucat.
  • Suhu tubuh rendah (hipotermia).
  • Sulit untuk tetap sadar.
  • Pingsan atau tidak sadarkan diri dan tidak bisa dibangunkan.

7 Cara terbaik mengatasi hangover

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi hangover adalah sebagai berikut:

  1. Minum obat penenang.

Menurut Dr. Swift, seorang peneliti yang diwawancarai oleh tim Harvard Medical School menjelaskan bahwa mabuk adalah salah satu bentuk respons penarikan alkohol, sehingga minum obat penenang akan meredakan penarikan tersebut. Hal ini diduga karena obat penenang tertentu, seperti benzodiazepin, salah satunya diazepam (Valium), berinteraksi dengan reseptor GABA di otak. Namun, tindakan ini sebaiknya sesuai dengan pengawasan dari dokter Anda, terutama jika Anda adalah pecandu alkohol.

  • Penuhi asupan cairan.

Alkohol akan mendorong Anda untuk sering buang air kecil, karena menghambat pelepasan vasopresin, yaitu hormon yang menurunkan volume urin. Jika hangover Anda disertai diare, berkeringat, atau muntah, Anda mungkin mengalami dehidrasi berat. Meskipun sulit untuk menelan apapun saat gejala hangover ini terjadi, upayakan minum seteguk air untuk mencegah Anda dari dehidrasi.

  • Makanlah beberapa sumber karbohidrat.

Minum-minum dapat menurunkan kadar gula darah Anda. Tidak heran, jika saat mabuk, Anda akan mengalami kelelahan dan sakit kepala, mungkin saja ini berasal dari otak kekurangan glukosa sebagai bahan bakar utamanya. Di sisi lain, orang-orang sering kali lupa makan saat minum alkohol, sehingga kadar gula darahnya jadi turun. Anda bisa sedikit demi sedikit makan sumber karbohidrat, seperti roti dan jus buah untuk menstabilkan kembali gula darah Anda.

  • Pilihlah jenis alkohol Anda.

Penelitian telah menunjukkan bahwa minuman alkohol bening, seperti vodka dan gin, cenderung lebih jarang menyebabkan mabuk dibandingkan minuman alkohol gelap, seperti wiski, anggur merah, dan tequila. Jenis alkohol utama dalam minuman alkohol adalah etanol, tetapi minuman alkohol yang lebih gelap mengandung senyawa metanol atau sejenisnya. Proses metabolisme metanol di dalam tubuh sangat beracun, sehingga dapat menyebabkan Anda mabuk berat.

  • Minum obat pereda nyeri, kecuali Tylenol.

Beberapa obat pereda nyeri juga disarankan untuk mengatasi gejala-gejala hangover, seperti aspirin, ibuprofen, dan obat antiinflamasi non-steroid lainnya (NSAID). Obat-obatan ini dapat membantu mengatasi sakit kepala dan sakit badan secara keseluruhan. Namun, obat NSAID bisa mengiritasi perut yang sudah teriritasi dengan alkohol. Inilah alasannya mengapa Anda tidak boleh minum obat acetaminophen (Tylenol), karena dapat menimbulkan efek toksin di hati.

  • Minum kopi atau teh.

Kafein tidak memiliki efek anti-mabuk secara khusus, melainkan membantu mengatasi rasa pusing yang Anda alami saat hangover. Namun, perlu diperhatikan bahwa kopi juga bersifat diuretik, sehingga dapat memperburuk dehidrasi. Tetap perbanyak minum air putih walaupun Anda sudah minum kopi atau teh.

  • Suplemen vitamin B dan seng.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Medicine berhasil mengevaluasi pola makan subjek selama 24 jam sebelum dan sesudah minum alkohol berlebihan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak seng dan vitamin B mengalami gejala hangover yang lebih ringan.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Anda jika khawatir terlalu sering minum minuman beralkohol hingga memengaruhi kualitas hidup Anda. Dokter Anda mungkin akan memberikan solusi yang tepat untuk membantu permasalahan Anda tersebut.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*