Apa Itu Tindakan Medis Tonometri?

Tonometri adalah pemeriksaan diagnosa untuk mengukur tekanan di bagian dalam bola mata, atau biasa disebut dengan istilah tekanan intraocular (IOP). Pengukuran ini dapat membantu dokter menentukan apakah Anda memiliki risiko glaukoma. Glaukoma adalah penyakit mata serius di mana adanya peningkatan tekanan cairan di dalam bola mata. Peningkatan tekanan tersebut dapat merusak saraf optik. Glaukoma biasanya terjadi pada orang tua berusia lebih dari 60 tahun, dan menjadi penyebab utama kebutaan pada orang-orang pada grup usia tersebut.

Untuk mendeteksi adanya perubahan pada tekanan pada mata jauh sebelum Anda menyadari ada sesuatu hal yang salah, prosedur tonometri dilakukan. Jenis tonometri yang paling sering dijumpai adalah tes tonomoetri applanation Goldmann. Selama berpuluh-puluh tahun, jenis tes tersebut sudah dianggap sebagai standar internasional untuk mengukur IOP.  Selain itu, ada metode pemeriksaan tekanana mata lain seperti pneumotonometry dan penggunaan Tono-Pen. 

Dalam kasus pneumotonometry, penggunaan alat yang menyerupai piston udara digunakan untuk memberikan tekanan udara pada mata. Alat tersebut akan menghembuskan sedikit udara pada kornea mata, dan mengukur tekanan di mata. Apabila alat menunjukkan hasil yang tidak normal, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengonfirmasi diagnosa yang dibuat. Namun, tes ini biasanya dianggap kurang akurat apabila dibandingkan dengan tes tonometri applanation Goldmann. Sementara itu, Tono-Pen adalah alat yang berbentuk seperti ‘marker’ yang besar, dan menyediakan pembacaan tekanan mata secara digital. Dokter dapat menggunakan alat tersebut untuk menyentuh mata dan mengukur tekanan. Meskipun sangat bermanfaat di banyak kasus, Tono-Pen dianggap kurang akurat apabila dibandingkan dengan tonometer Goldmann pada orang-orang dengan kornea yang normal.

Siapa saja yang membutuhkan tes tonometri?

Dokter akan meminta Anda untuk mendapatkan tes tonometri applanation Goldmann apabila mereka mencurigai adanya risiko glaukoma. Apabila tes hembusan udara dan tes mata lain mengindikasi adanya potensi gangguna kesehatan, dokter akan meminta Anda untuk mendapatkan tes tonometri untuk mengonfirmasi atau mengesampingkan glaukoma. Menurut penelitian, Anda mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita glaukoma apabila Anda memiliki darah Hispanic atau African-American. Anda juga memiliki risiko lebih tinggi apabila berumur di atas 60 tahun, memiliki riwayat keluarga menderita glaukoma, menderita diabetes dan hypothyroidism, memiliki kondisi mata kronis lain atau cidera, rabun jauh, dan menggunakan obat-obatan corticosteroid dalam waktu yang lama. Anda juga perlu mendapatkan tes apabila Anda mengalami gejala-gejala seperti hllangnya penglihatan, rasa sakit pada mata yang parah, pandangan kabur, dan mata memerah. Tanda-tanda tersebut merupakan gejala glaukoma yang umum dirasakan.

Prosedur tonometri

Sebelum tes tonometri, dokter mata Anda akan meneteskan obat tetes mata untuk membuatnya mati rasa sehingga Anda tidak akan merasakan appapun saat mata disentuh. Dokter kemudian akan menyentuh mata menggunakan kertas berwarna jingga ke permukaan mata untuk meningkatkan keakurasian tes. Dokter kemudian akan menaruh sebuah mesin yang disebut ‘slit-lamp’ di depan Anda. Lampu akan digerakkan kearah mata  hingga ujung dari tonometer menyentuh kornea. Dengan sedikit meratakan kornea, alat tersebut dapat mendeteksi tekenana di mata. Dokter akan menyesuaikan tekanan hingga mereka bisa mendapatkan pembacaan yang tepat.

Karena mata Anda akan mati rasa selama beberapa saat, Anda tidak akan merasakan rasa sakit apapun selama prosedur berlangsung. Tonometri merupakan sebuah prosedur medis yang sangat aman. Namun, ada risiko yang sangat kecil yaitu ketika kornea mata Anda tergres ketika tonometer menyentuh mata, dan akan sembuh setelah beberapa hari.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*