Apa Saja Hak Pasien Rawat Inap yang Menggunakan BPJS?

BPJS menjadi premi asuransi yang menjamin kesehatan masyarakat Indonesia. Fasilitas yang didapatkan pun beragam mulai dari pengobatan rawat jalan ringan sampai rawat inap penyakit berat. Akan tetapi, beberapa pihak masih merasa kebingungan dengan alur pengobatan BPJS terutama bagian rawat inap. 

rawat inap

Alur rawat inap

Sebelum meminta hak sebagai pasien pengguna BPJS, sebaiknya lunasi terlebih dahulu pembayaran BPJS rutin Anda. Jika terdapat tunggakan maka pengajuan pengobatan juga akan terhambat. 

Pasien rawat inap yang dimaksud bukanlah pasien gawat darurat. Pasien akan mendapatkan fasilitas kesehatan tingat pertama atau faskes tingkat 1, seperti puskesmas atau klinik yang telah ditetapkan diawal pembuatan BPJS. Jika faskes tingkat 1 memiliki fasilitas opname, maka pasien akan dirawat inap disana. Namun jika tidak, maka akan dirujuk ke faskes tingkat 2. 

Dokter faskes tingkat 1 kemudian memberikan surat rujukan. Anda juga perlu menyiapkan beberapa syarat berkas lainnya sebelum dirujuk ke faskes tingkat 2, diantaranya identitas KTP, KK, kartu BPJS, surat eligibilitas peserta (SEP), dan kartu berobat. Petugas kesehatan pun melakukan pengecekan seluruh persyaratan.

Selanjutnya pasien akan diberikan fasilitas dan layanan kesehatan sesuai yang dibutuhkan di faskes tingkat 2. Beberapa bukti pelayanan harus ditandatangani sebagai bukti telah mendapatkan tindakan medis. Jika pasien dinyatakan butuh penanganan lain, maka pasien bisa dibawa ke poli rujukan. Jika indikasi medis membuktikan kondisi pasien telah membaik namun belum stabil, maka pasien bisa kembali dirujuk ke faskes tingkat 1.

Apabila faskes tingkat 2 sebelumnya tidak bisa menangangi pasien karena fasilitas atau dokter spesialis yang tidak memadai, maka akan dirujuk ke faskes tingkat 3 tentunya dengan surat rujukan dan kelengkapan berkas-berkas lainnya. Faskes tingkat 3 merupakan rumah sakit besar yang memiliki fasilitas dan pelayanan kesehatan sangat lengkap. Dokter yang berada pada faskes tingkat 3 terdiri dari dokter sub spesialis dengan ketersediaan teknologi perawatan sub spesialis juga. 

Alur perawatan faskes tingkat 3 setelah itu kurang lebih sama dengan alur yang terjadi pada faskes tingkat 2, seperti pemeriksaan, perawatan, dan pengobatan. Hanya saja tempatnya yang berbeda. 

Hak-hak pasien rawat inap

Semua orang Indonesia, termasuk orang asing yang tinggal minimal 6 bulan dan telah membayar iuran tergolong pasien BPJS akan mendapatkan hak-hak pasien. Berikut ini merupakan hak-hak pasien rawat inap yang bersifat menyeluruh dan tidak dibeda-bedakan:

  • Pelayanan kesehatan rawat inap tingkat pertama maupun rujukan
  • Pelayanan persalinan
  • Pelayanan rawat inap gawat darurat
  • Pelayanan ambulan jika pasien untuk pasien dengan kondisi tertentu
  • Pemberian kompensasi untuk pasien di wilayah khusus yang tidak menyediakan fasilitas kesehatan memadai

Semua jenis persalinan normal maupun sesar, termasuk biaya pengobatan ibu dan bayi telah ditanggung oleh BPJS. Syaratnya, ibu telah terdaftar sebagai peserta BPJS dan bayi juga telah terdaftar sebagai tanggungannya pula. 

Pelayanan ambulan meliputi pelayanan darurat ambulan darat maupun ambulan air untuk menjaga keselamatan dan kestabilan pasien. Ambulan hanya bisa digunakan untuk mengantar pasien antar faskes tingkat 1, misal antar puskesmas atau antar klinik. Ambulan juga bisa digunakan untuk mengantar pasien ke faskes rujukan atau rumah sakit besar. Perlu diperhatikan bahwa ambulan yang ditanggung BPJS tidak meliputi pelayanan dari atau menuju rumah, tempat kerja, dan sebagainya. 

Bagi masyarakat daerah terpencil, pemberian kompensasi kesehatan dapat berupa penggantian uang tunai, penyediaan fasilitas kesehatan tertentu, atau pengiriman tenaga kesehatan sesuai yang dibutuhkan. 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*