Seperti Apa Pyratis, Mainan untuk Anak dengan Autisme?

pyratis mainan anak autisme

Bermain merupakan metode pembelajaran yang efektif. Anak dengan autism spectrum disorder (ASD) menerima pembelajaran dengan lebih baik jika diajarkan lewat permainan. Mainan diharapkan merangsang perkembangan motorik, bahasa, interaksi sosial, dan pemecahan masalah si anak.

Lima mahasiswa Teknik Industri Universitas Surabaya mengembangkan mainan yang berfokus pada perkembangan motorik kasar dan halus anak dengan austisme. Para mahasiswa angkatan 2016 itu mengembangkan mainan tersebut mulai tahun lalu, berangkat dari mata kuliah kerja praktik. Tugas dari dosen mereka adalah mengembangkan alat teknik yang dapat digunakan mendukung aktivitas anak disabilitas, yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tapi juga kepentingan sosial.

Setelah memutuskan membuat mainan untuk anak dengan autisme, lima sekawan itu melakukan survei ke sejumlah tempat, termasuk sekolah luar biasa. Hasilnya, “anak dengan autisme cenderung suka dengan barang-barang berbentuk unik,” kata Ayunda Permata Sukma, mahasiswa asal Bali. Namun, sejumlah mainan yang terdapat di tempat-tempat yang mereka datangi memiliki bentuk yang monoton. Kalau tidak berbentuk kotak, lingkarang, ya, segitiga.

Temuan itu mendorong Ayunda dan kawan-kawan mengembangkan bentuk lain. Mereka memilih piramida sebagai bentuk dasar Pyratis. Dirancang selama tiga bulan, piramida itu terdiri atas tiga bagian. Bagian dasar berisi permainan pegas, bagian tengah ada pompa-pompaan, dan paling atas sebagai penutup.

Pyratis memiliki misi. Di bagian bawah, terdapat dua jalur yang dilewati bidak yang tersambung pegas. Anak harus fokus untuk menggerakkan bidak dari posisi awal menuju akhir. Jika terlepas, bidak akan kembali ke titik mulai.

Bagian tengah mengusung konsep labirin. Anak diajarkan memindahkan bola dari awal hingga akhir menggunakan pompa yang mirip pengukur tekanan darah. Dua pompa, dipegang di tangan kiri dan kanan, akan menentukan arah gerak labirin. “Permainan ini diharapkan untuk meningkatkan kemampuan fokus anak, serta melatih motorik kasar dan halusnya,” ujar Ayunda.

Pyratis menjadi karya terbaik di mata kuliah tersebut. “Bagi anak-anak berkebutuhan khusus, permainan ini memberikan kesenangan tersendiri,” ujar Yenny Sari, dosen teknik industrik Universitas Surabaya.

Pyratis telah diujicoba di Sekolah Harapan Bunda, Surabaya. Niken Ayu Candra Wulan, wakil kepala sekolah, mengatakan anak-anak didiknya menggemari mainan tersebut. “Warna tampilan dan bentuk Pyratis unik,” kata Niken. “Permainan ini menarik perhatian anak-anak, baik dari tampilan maupun cara memainkannya. Ini sangat membantu anak-anak melatih motoriknya.”

Read More

Waspadai Bila Anda Sering Mulas, Mungkin Itu GERD

waspada mulas gerd

Jangan abaikan rasa mulas yang sering terjadi karena bisa saja itu adalah GERD. Menurut pakar gastroentologi, Joel Richter, setiap orang pasti pernah merasakan mulas tetapi saat rasa mulas itu semakin parah, dua sampai tiga kali seminggu misalnya, itu bisa saja gejala GERD.

GERD dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari karena mengakibatkan sakit tenggorokan dan nyeri pada dada.

Ketika Anda mulas parah

Studi di Amerika menyebutkan bahwa 15 juta warga Amerika baik anak-anak maupun orang dewasa mengalami GERD. Banyak dari mereka yang mengalami mulas sebagai gejala awal. Akar dari permasalahan ini adalah lemahnya katup pemisah antara kerongkongan dan perut.

Alasan pasti mengapa hal ini bisa terjadi masih menjadi pertanyaan di antara para ahli namun para dokter menyimpulkan bahwa katup sering tidak berfungsi dengan baik pada orang-orang yang:

  • Memiliki kelebihan berat badan. Lemak yang tertimbun pada perut dapat menekan katup sehingga menjadi lemah dan terbuka
  • Hamil. Saat masa kehamilan, hormon berperan penting dalam melemaskan katup. Dan karena janin yang terus berkembang, tekanan pada perut semakin besar dan membuat asam lambung naik
  • Menderita hiatal hernia. Kelainan pada abdomen yang menyebabkan otot katup tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

GERD bisa saja ditandai dengan rasa mulas parah termasuk kesulitan menelan dan gumpalan yang terasa di kerongkongan. Jika tidak segera dilakukan tindakan dan perubahan pola hidup sehat, gejala ini akan semakin parah.

Perubahan pola hidup dapat mencegah GERD

Sering mengalami mulas parah? Mungkin ini saatnya mengubah pola makan dan gaya hidup menjadi lebih sehat. Mulai dari pola tidur hingga cara makan – pola hidup sehat dapat membantu Anda menghindari mulas dan gejala GERD lainnya.

Jika Anda memiliki kelebihan berat badan, tak ada salahnya mulai menerapkan gaya hidup sehat dengan menurunkan berat agar lebih ideal. Dalam GERD, berat badan menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah komplikasi terjadi. Menurut penelitian, mulas parah kerap terjadi pada orang-orang berbadan gemuk atau yang mengalami obesitas. Mulas ini disertai iritasi di bagian kerongkongan.

Terlalu banyak makan juga menyebabkan rasa mulas yang parah karena refluks asam lambung. Terutama saat makan malam dimana orang cenderung makan lebih banyak.

Meski begitu, kondisi GERD setiap orang berbeda-beda dan menghindari makanan tertentu seperti makanan pedas ataupun makanan asam, belum tentu bisa menyembuhkan GERD.

Pengobatan untuk mulas parah

H2 blocker dan proton pum inhibitor adalah dua kandungan obat yang sering digunakan untuk mengatasi mulas parah. Keduanya berfungsi untuk mengurangi jumlah produksi asam lambung sehingga tidak sampai naik ke kerongkongan.

Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dapat membantu Anda menentukan apakah kondisi mulas yang Anda alami termasuk dalam gejala GERD atau tidak:

  • Apakah Anda mengalami mulas lebih dari tiga kali dalam seminggu?
  • Apakah Anda sering mengalami rasa panas dan nyeri di bawah tulang dada?
  • Apakah gejala yang Anda alami semakin parah setelah makan?
  • Apakah Anda tidak bisa lepas dari Antacid untuk meredakan gejala Anda?
  • Apakah gejala yang Anda alami semakin parah saat Anda berbaring?
  • Apakah mulut Anda terasa asam?
  • Apakah Anda kesulitan tidur di malam hari?
  • Apakah Anda memiliki asma yang semakin parah ketika sedang mulas?
  • Apakah suara Anda menjadi parau saat mulas?
  • Apakah gejala-gejala mulas tersebut menganggu rutinitas Anda?

Jika sebagian besar jawabannya adalah iya, maka kemungkinan besar Anda terkena GERD.

Read More

Hubungan Antara Kesehatan Jantung dan Psikologis

kesehatan jantung dan psikologis

Kita mungkin berasumsi otak dan jantung saling terpisah. Secara letak memang terpisah, tetapi bukan berarti mereka bekerja secara terpisah juga. Nyatanya, kedua organ tersebut saling berhubungan erat. Ketika Anda marah, hal itu bisa berakibat buruk bagi otak, begitu juga akan berakibat buruk pada jantung.

Dampak negatif emosi untuk yang lemah jantung

Ada dua jenis stres yang bisa menimpa otak. Pertama, Eustress, yaitu jenis stress yang memberikan efek positif dan membuat Anda fokus dalam mengerjakan sesuatu. Kedua, Distress atau stress yang berefek negatif, yang jika bertambah parah bisa menyebabkan kelelahan dan penyakit jantung.

Jika Anda memiliki penyakit jantung coroner, jantung Anda bisa kekurangan oksigen. Hal ini disebut dengan myocardial ischemia atau serangan jantung, yang terjadi pada 30% sampai 50% pasien dengan penyakit jantung coroner. Hal ini bisa diperburuk oleh stress emosional. Faktanya, jika Anda memiliki jenis penyakit jantung, emosi terlalu berlebihan seperti kemarahan, dapat mengakibatkan ritme detak jantung yang tidak teratur. Lebih jauh lagi, jika pasien baru saja di diagnosa memiliki sakit jantung dan merasa depresi, hal tersebut bisa meningkatkan resiko berbahaya lainnya ditahun yang sama yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Dampak negatif emosi untuk Anda yang tidak mengidap sakit jantung

Tentunya, stress bisa memberikan efek yang besar kepada jantung meskipun Anda tidak memilki sakit jantung. Contoh penelitian pada orang yang tidak memilki sakit jantung yang dilakukan pada tahun 1997, sebelum dan sesudah 30 detik telepon darurat. Hasilnya penunjukan perubahan pada jantung yang diindikasikan oleh kurangnya oksigen dan ritme jantung yang tidak stabil.

Penelitian yang baru dilakukan juga menunjukan adanya perubahan terhadap stress, kecemasan dan depresi, yang dimana hal-hal tersebut merupakan respon yang diberikan otak. Bahkan untuk orang-orang yang tidak memiliki penyakit jantung sebelumnya, depresi yang parah dapat menggandakan resiko kematian karena berdampak pada kesehatan jantungnya.

Kendalikan emosi Anda untuk kebaikan jantung Anda

Penting untuk mengontrol rasa gelisah dan stress, karena mengurangi rasa gelisah berarti mengurangi pula stress pada jantung. Anda bisa mengubah cara pikir Anda dan mendapatkan jantung yang lebih sehat. Inilah beberapa caranya:

  • Cari bantuan profesional. Jangan menyepelekan stress, kecemasan, depresi, gelisah berlebihan atau amarah yang mengganggu hidup Anda. Carilah bantuan profesional. Pengobatan bisa membantu mengurangi gejala-gejala tersebut, dengan demikian Anda dapat melindungi otak dan jantung Anda.
  • Pengobatan yang tersedia untuk psikologi jantung. Diluar dari pengobatan psikiater dan olahraga, program edukasi psikologi, manajemen stress, sesi konseling, dan teknik relaksasi harus dipertimbangkan sebelum terjadinya serangan jantung.
  • Olahraga. Latihan fisik yang sesuai bisa membantu jantung dan otak menjadi lebih sehat. Contohnya banyak penelitian menunjukan bahwa olahraga aerobik bisa membuat Anda lebih gesit dan berfikir lebih cepat serta fleksibel.  Penelitian yang dilakukan oleh Michelle Ploughman menyebutkan bahwa olahraga adalah “makanan” untuk otak. Beberapa jenis aerobik termasuk jogging, berenang, jalan-jalan, berkebun dan menari, terbukti untuk mengurangi kecemasan dan depresi serta meningkatkan rasa percaya diri. Hal itu dikarenakan aerobik dapat meningkatkan sirkulasi darah di otak, dan faktanya olahraga dapat meningkatkan kemampuan otak untuk merespon stress.

Permulaan untuk kesehatan otak dan jantung

Jika Anda berjuang dengan stress, amarah, kecemasan, gelisah, depresi atau bermasalah dengan percaya diri, bicarakan dengan dokter atau psikiater Anda. Bersama-sama, Anda bisa menemukan cara terbaik untuk melindungi keadaan psikologis, otak dan jantung Anda.

Read More

Mengapa Merokok Dapat Menyebabkan GERD?

merokok menyebabkan gerd

Anda sudah mengurangi porsi makan dan menghindari makanan berlemak. Namun tampaknya GERD tak kunjung sembuh. Mungkin ini karena Anda belum berhenti merokok!

Studi yang mengamati hubungan antara merokok dan GERD menemukan bahwa refluks asam lambung bisa menjadi parah jika seseorang tidak berhenti merokok. Apalagi jika kebiasaan merokok ini dibarengi dengan minum kopi atau minuman beralkohol yang semakin memperparah kondisi.

Rokok memperburuk kesehatan dan banyak penyakit yang diakibatkan oleh merokok, salah satunya adalah GERD. Lalu bagaimana rokok bisa memicu GERD? Simak penjelasan di bawah ini!

Pengaruh rokok terhadap GERD

Adalah nikotin, bagian dari rokok yang bisa menyebabkan lemahnya otot pada esofagus yang seharusnya mencegah asam lambung untuk naik. Namun nikotin membuat otot-otot tersebut menjadi rileks sehingga asam yang semestinya tetap di perut malah naik sampai ke kerongkongan bahkan ke mulut.

Merokok bisa menyebabkan mulut tidak memproduksi air liur yang cukup untuk menetralkan asam lambung. Disamping itu, merokok juga membuat tubuh lebih sulit melindungi Anda dari serangan gejala asam lambung seperti rasa panas dan mulas hingga ke dada. Jika seorang perokok batuk, maka refluks akan semakin meningkat karena tekanan pada perut.

Mengunyah permen karet nikotin, dan tembakau, serta patch anti rokok

Mengunyah tembakau secara langsung lebih berbahaya karena nikotin tidak disaring terlebih dahulu seperti ketika Anda merokok. Permen karet nikotin memang jauh lebih aman dan mungkin ini adalah pilihan alternatif yang terbaik bagi seorang perokok. Dampak positif dari mengunyah permen karet adalah produksi air liur yang bertambah sehingga bisa menetralkan asam lambung. Penggunaan patch nikotin juga terbukti sangat membantu mengurangi rasa mulas dan panas di area dada.

Berhenti merokok mulai sekarang

dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan pencernaan terlebih jika Anda mengalami gejala-gejala GERD. Bahaya dari merokok menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih serius dari refluks saja. Terlebih jika Anda memiliki kelebihan berat badan, sebaiknya menurunkan berat menjadi ideal untuk mengurangi tekanan pada abdomen.

Pastikan indeks massa tubuh Anda normal karena hal ini sangat membantu penyembuhan GERD. Namun yang terpenting adalah berhenti merokok dan mengurangi berat badan Anda serta bergaya hidup sehat.

Mulailah dengan diet sehat dan makan sayuran lebih banyak serta mengurangi minuman berkafein ataupun beralkohol – keduanya dapat mencegah mulas dan nyeri akibat GERD. Langkah mudah ini bisa menyelamatkan hidup Anda.

Read More

Tips untuk Introvert agar tetap mudah Bersosialisasi

tips bersosialisasi introvert

Seorang introvert memang membutuhkan banyak “me time”, namun riset membuktikan bahwa interaksi yang positif bisa menurunkan resiko depresi dan penyakit jantung. Lalu bagaimana seorang introvert dapat tetap menjalankan interaksi sosial tanpa perasaan yang tertekan tau kurang nyaman?

Susahnya introvert untuk berinteraksi

Seseorang yang introvert cenderung menikmati waktu-waktu sendirian, jauh dari keramaian. Mereka lebih suka memikirkan hal-hal secara mendalam dibandingkan berinteraksi sosial yang menguras energy. Apalagi, jika dihadapkan dengan banyak orang di dalam ruangan – seorang introvert pasti lebih memilih untuk menyendiri.

Bagi seorang introvert, waktu menyendiri tidak menjadi masalah buat mereka. Namun Dr. Steven Schlozman, seorang asisten psikiater di Harvard Massachusetts General Hospital, mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial dan mau tidak mau, Anda juga membutuhkan aktivitas bersosialisasi meski hanya dalam waktu singkat.

Temukan aktivitas sosial yang sesuai dengan kepribadian Anda

Jika Anda seorang introvert, Anda tidak perlu mengubah total kepribadian Anda menjadi seorang ekstrovert, karena hal itu jelas tidak mungkin. Jadi, alih-alih berusaha keras mengubah diri, lebih baik Anda fokus pada tingkat interaksi yang membuat Anda nyaman. Entah itu interaksi empat mata, atau di dalam satu kelompok yang tidak mengharuskan Anda untuk berdiri di tengah-tengah sebagai pusat perhatian.

Hal ini perlu Anda identifikasi karena dapat membantu Anda untuk menentukan, interaksi sosial mana yang paling tepat untuk Anda. Mengapa hal ini begitu penting? Karena memaksakan diri di dalam lingkungan yang Anda tidak nyaman akan semakin memperparah rasa stress dalam diri Anda. Dan itu bukan tujuan dari sosialisasi kan? Dengan memahami diri Anda, Anda bisa memilih interaksi seperti apa yang Anda sukai. Lalu bagaimana jika Anda berada di dalam situasi yang kurang nyaman? Berikut saran dari Dr. Steven Schlozman:

  • Ketahui batasan Anda

Seorang introvert cenderung menyukai interaksi yang memiliki permulaan dan akhir yang jelas. Para introvert suka dengan kejelasan sehingga mereka tahu kapan harus mengakhiri percakapan.

  • Mengontrol situasi

Jika Anda malas untuk keluar rumah, interaksi sosial dapat dilakukan dengan mengundang beberapa teman dekat untuk makan malam atau menonton film favorit bersama-sama di rumah Anda. Dengan begini, Anda bisa mengontrol cara Anda bersosialisasi dan tipe interaksi macam apa yang Anda inginkan.

  • Fokus pada sebuah aktivitas

Mengikuti kegiatan favorit seperti kelas menulis, kelas prakarya atau kursus yang sesuai dengan minat akan membuat Anda fokus pada hal tersebut ketimbang memikirkan percakapan apa yang harus Anda buat. Terkadang interaksi sosial yang diperlukan oleh seorang introvert hanyalah berada di dekat orang-orang, dan itu saja sudah cukup.

  • Menjadi anggota sebuah komunitas

Seorang yang memiliki kecenderungan introvert akan lebih mudah berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan akan hal yang sama. Bisa saja itu hobi bersepeda, memasak atau bermain golf. Sosial media adalah tempat yang tepat untuk menemukan komunitas yang sesuai dengan hobi Anda. Carilah grup di Facebook yang sesuai dan berpartisipasilah di sana. Anda dapat membaca update-update terbaru atau ikut berinteraksi dengan yang lain tanpa ada komitmen yang mengikat dan membuat Anda tertekan.

Read More

Apa Itu LPR?

apa itu lpr

Gejala GERD dan LPR memang mirip satu sama lain – keduanya menyebabkan refluks. Namun dengan diagnosa yang benar, LPR sebenarnya dapat dibedakan dari GERD.

Pada LPR, tidak ditemui gejala seperti sensasi terbakar pada bagian dada. Oleh sebab itu LPR sering disebut dengan istilah refluks yang senyap.

Penyebab LPR

LPR bisa diakibatkan karena otot LES yang lemah sehingga asam naik ke bagian kerongkongan dan menyebabkan suara parau dan rasa asam di mulut. Tak jarang pula gejala ini disertai dengan gangguan pernapasan akibat pembengkakan.

LPR kerap terjadi pada bayi karena katup pada sphincter masih belum berkembang dan sebagian besar waktunya digunakan untuk berbaring. Namun untuk kasus orang dewasa, penyebab LPR masih belum jelas.

Gejala LPR

Pada anak-anak dan bayi, gejala LPR meliputi:

  • Suara serak
  • Batuk kronis
  • Asma dan gangguan pernapasan lainnya
  • Gangguan tidur
  • Susah makan, menghirup makanan dan memuntahkan makanan
  • Berat badan susah naik

LPR pada orang dewasa

Pada orang dewasa, gejala LPR bisa menyerupai gejala GERD, seperti rasa terbakar pada dada sampai kerongkongan. Namun gejala pada orang dewasa lebih susah diidentifikasi karena kemiripannya. Berikut adalah contoh gejala yang sering dialami:

  • Gatal pada tenggorokan
  • Batuk yang tak kunjung sembuh
  • Suara parau/serak
  • Perasaan mengganjal di bagian tenggorokan meski telah menelan berulang-ulang

Gejala LPR yang lain meliputi:

  • Sensasi lender yang terasa menetes di bagian belakang tenggorokan
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit tenggorokan

Komplikasi LPR

Asam lambung yang terakumulasi di tenggorokan dan laring dapat menyebabkan iritasi berlebihan dan merusak saluran pernapasan. Tanpa perawatan lebih lanjut, LPR dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Pada anak-anak, LPR dapat menyebabkan

  • Mengecilnya ruang di bawah pita suara
  • Infeksi telinga
  • Cairan yang menumpuk di telinga tengah
  • Tukak lambung

Pada orang dewasa, komplikasi LPR meliputi luka di kerongkongan dan pita suara, serta risiko kanker dan penyakit paru-paru akibat asma berkepanjangan.

Diagnosa LPR

Untuk dapat memastikan apakah gejala yang Anda alami merupakan gejala LPR, Anda dapat melakukan serangkaian tes kesehatan berikut ini.

  • Endoskopi

Endoskopi merupakan tes kesehatan yang dilakukan dengan cara memasukan kamera ke dalam kerongkongan untuk melihat kondisi saluran tersebut

  • pH monitoring

monitoring pH dilakukan dengan menempatkan kateter dari dalam hidung sampai ke kerongkongan untuk mendeteksi kadar asam dalam periode 24 jam

Perawatan LPR

Perawatan LPR untuk anak-anak dan bayi:

  • pemberian makan dalam porsi kecil
  • memposisikan bayi secara vertikal selama 30 menit setelah makan
  • pemberian obat-obatan termasuk H2 blockers dan proton pump inhibitor sesuai arahan dokter anak
  • pembedahan untuk kasus kelainan

Pada orang dewasa, perawatan LPR dapat dilakukan dengan:

  • Penurunan berat badan
  • Berhenti merokok
  • Menghindari alkohol
  • Mengurangi cokelat, mint, makanan berlemak, minuman bersoda, kafein dan buah sitrus
  • Berhenti makan paling tidak tiga jam sebelum tidur
  • Meninggikan bantal tidur
  • Menghindari pakaian yang ketat terutama di bagian pinggang
  • Mengunyah permen karet untuk menetralkan asam
Read More

Radiasi Sinar Alfa: Terapi Baru yang Berhasil Menyembuhkan 70% Tumor Ganas

pengidap tumor ganas

Kanker merupakan penyakit yang paling sulit disembuhkan, namun banyak diderita manusia. Di tahun 2018 saja, diketahui ada 17 juta kasus dan 9,6 juta kematian karena kanker di dunia – di mana 33% di antaranya disebabkan paparan terhadap asap tembakau.

Meskipun demikian, pengobatan kanker juga terus berkembang seiring perkembangan zaman. Salah satu terobosan terbaru di tahun 2018 adalah terapi radiasi alfa yang dipopulerkan oleh salah satu startup medis di Israel, Alpha Tau. Konon, terapi ini dianggap dapat mengeliminasi 70% tumor ganas. Kini, teknologi mereka sedang berada dalam tahap penelitian klinis untuk beberapa jenis spesifik kanker dan menunjukkan potensi untuk menyembuhkan tumor apa pun. Akan tetapi, bagaimana cara kerja dan keamanannya? Selain itu, apakah terobosan ini akan segera masuk ke pasar dunia kesehatan?

Radiasi Sinar Alfa untuk Membunuh Sel Lanker

Lima belas tahun yang lalu, Profesor Yona Keisari dan Itzhak Kelson dari Universitas Tel Aviv menemukan sebuah cara untuk menggunakan radiasi alfa untuk membunuh tumor. Caranya cukup revolusioner – radiasi alfa cukup kuat sehingga dapat langsung memutus kedua untai DNA sel kanker, tetapi tidak mengganggu jaringan sehat di sekitarnya.

Meskipun demikian, radiasi alfa tidak dapat berpindah lebih dari 50 mikron (1/20 milimeter) dalam jaringan manusia. Dengan demikian, untuk menyembuhkan tumor seukuran 5 cm, akan dibutuhkan ratusan ribu partikel alfa – sesuatu yang tidak mungkin untuk dilakukan.

Keisari dan Kelson menemukan sebuah perkembangan baru pada temuannya. Saat dipaparkan melalui isotop tertentu dari elemen radium, radiasi alfa dapat bergerak sebanyak 3 mm. Isotop dari Radium 224 melepaskan atom yang dapat berdifusi ke dalam tumor dan melepaskan partikel alfanya sendiri.

Alpha Tau merupakan satu-satunya perusahaan yang menggunakan radiasi alfa untuk membersihkan tumor. Sedangkan, semua jenis brankiterapi lain menggunakan radiasi sinar beta atau gamma. “Tetapi hanya memutus satu untai DNA, sehingga sel tersebut bisa muncul kembali,” tutur Uzi Sofer, pendiri Alpha Tau.

Saat sel sehat di sekitar tumor tidak dihancurkan bersama dengan kanker, sistem imun akan menyerang jenis tumor berbeda yang ada dalam tubuh. Kejadian inilah yang menyebabkan 85% pasien kanker berakhir dengan kematian.

Teknologi Alpha DaRT Tidak Memberikan Efek Samping

Terapi kanker yang sekarang diterapkan kebanyakan memanfaatkan radioterapi yang bukan hanya membunuh sel kanker, tetapi juga sel sehat – ditandai dengan kerontokan rambut, muntah, dan lain sebagainya. Efek samping ini bukan hanya membuat penderitanya hilang semangat untuk terapi, tetapi juga keluarga yang menemani dan merawat mereka.

Lain dengan teknologi Alpha DaRT – singkatan dari Diffusing Alpha-emitters Radiation Therapy – yang diketahui memiliki fungsi spesifik hanya membunuh sel kanker dan tidak memberi efek apa pun pada jaringan sehat di sekitarnya. Selain itu, penelitian juga belum menemukan efek samping sistemik di dalamnya.

Alpha DaRT dikatakan sangat efektif dan cocok untuk terapi radiasi kanker solid. Cara kerjanya adalah dengan langsung memasukkan senyawa ke dalam tumor, kemudian biji Alpha DaRT akan langsung melepaskan dosis berenergi tinggi dalam rentang ukuran beberapa milimeter – inilah alasannya mengapa teknologi ini tidak memengaruhi sel sehat.

Selain itu, terapi Alpha DaRT juga dapat diberikan hanya dengan penggunaan anestesi lokal dan dapat dikombinasi dengan kemoterapi dan imunoterapi untuk meningkatkan efektivitas.

Sudah Memasuki Tahap Penelitian Klinis

Penelitian klinis DaRT dijadwalkan untuk dilakukan pada tahun 2019 dan akan berlangsung di Perancis, Montreal, New York, Rusia, dan Israel. Penelitian lain juga akan dilakukan pada lebih dari 20 indikasi – seperti kanker pankreas, prostat, payudara, vulvar, serviks, ginjal, dan kolon – pada fasilitas kesehatan di lebih dari 25 negara.

Di bawah kepemimpinan Sofer, Alpha Tau sekarang memiliki 26 staff di Israel, termasuk professor yang menemukan teknologi ini. Pada uji klinis selanjutnya, Sofer berharap Alpha DaRT akan menerima persetujuan Uni Eropa di tahun 2020 diikuti dengan Amerika dan Jepang di tahun 2022.

“Kami sudah menyelamatkan banyak nyawa dalam penelitian,” ungkapnya. “Saya merasa sangat senang melihat pasien yang telah putus asa, kemudian 60 hari setelah mendapat terapi, mendengar bahwa mereka sudah terbebas dari kanker dan tidak ada lagi sel tumor dalam tubuhnya. Saya sudah memasuki bisnis ini selama beberapa tahun, tetapi ini adalah bagian yang paling menyenangkan untuk saya.”

Read More

10 Tips Membuat Resolusi Kesehatan Tahun Baru Menjadi Mudah

tips membuat resolusi kesehatan

Salah satu jenis resolusi yang banyak dibuat untuk tahun baru yang lebih berarti dan produktif adalah memiliki gaya hidup yang sehat. Sayangnya, resolusi kesehatan biasanya hanya bertahan pada 3-4 bulan pertama. Tapi jangan khawatir, Anda masih memiliki harapan untuk bisa bertahan dengan target-target kesehatan tahunan jika dirancang dengan tepat dan sesuai dengan karakter dan kebutuhan Anda. Untuk lebih lengkapnya, simak 10 tips membuat resolusi kesehatan tahun baru menjadi lebih mudah berikut ini.

1. Merancang Resolusi Kesehatan
Saat akan memasuki tahun baru, sebagian besar orang biasanya akan membuat rencana dan target tahunan untuk menjalani hidup yang lebih produktif dan bermanfaat dalam setahun kedepan. Begitu pula dengan diri Anda dengan segala target karir, pendidikan, asmara, dan yang tidak kalah penting kesehatan. Namun, menjalani gaya hidup sehat bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of Pennsylvania, hanya 77 persen yang dapat bertahan menjalankan resolusinya di 1 minggu pertama awal tahun. Selanjutnya, setelah enam bulan, hanya ada sekitar 40 persen yang akan bertahan.

2. Mengapa Resolusi Tahun Baru Kerap Kali Gagal
Mengapa menjaga konsistensi mencapai resolusi rasanya sangat sulit untuk dilakukan? Para peneliti telah mengidentifikasi adanya beberapa penyebab, mulai dari penetapan target yang terlalu tinggi hingga terlalu fokus pada tujuan akhir tanpa memperhatikan proses. Christine Whelan, PhD, profesor klinis di School of Human Ecology di University of Wisconsin, Madison mengungkap, “Sangat mudah untuk mengubah sikap Anda, tetapi sulit untuk mengubah perilaku Anda,” Dengan kata lain, mengacuhkan perubahan perilaku kerap menjadi alasan mengapa Anda gagal dalam mencapai sebuah target.

3. Tetapkan Tujuan Resolusi Yang Rasional
Menargetkan sebuah tujuan setinggi mungkin bukanlah hal yang buruk. Namun, jika dilakukan tanpa melihat kapasitas dan proses yang dilakukan, tentu sebuah resolusi akan menjadi terlihat sulit untuk tercapai. Alhasil, banyak dari mereka yang menyerah dan berhenti di tengah perjuangan.

Dalam mencapai sebuah resolusi kesehatan, cobalah untuk berhenti membuat target fisik seperti penurunan berat badan atau penambahan massa otot. Beralihlah pada target perubahan prinsip dan gaya hidup untuk menjalani kehidupan yang sehat. Hal ini tentu mencakup perubahan pola makan, penjadwalan latihan fisik, hingga beragam aktivitas lain yang mendukung kesehatan fisik dan mental.

4. Cari Motivasi Utama Anda
Tiap orang memiliki motivasi yang berbeda untuk memacu keinginan menjaga pola hidup yang sehat. Mulai dari target penampilan hingga penerapan gaya hidup sehat yang nantinya dapat menjadi contoh untuk anak-anak Anda di masa depan. Pastikan untuk menetapkan motivasi yang dapat memberikan dorongan jangka panjang. Dengan begitu, resolusi kesehatan akan menjadi lebih dari sekedar target tahunan, melainkan gaya hidup.

5. Perbaiki Pola Makan Anda
Bersihkan tubuh dari makanan yang memberikan dampak buruk pada kesehatan, baik itu jangka pendek ataupun jangka panjang. Cobalah untuk mengurangi asupan camilan dari makanan kemasan dan menu makanan cepat saji. Sebaliknya, upayakan untuk selalu mengutamakan makanan yang sehat dengan menu sehat, bergizi, dan komposisi gizi yang seimbang. Ubah juga pola pikir Anda mengenai makanan sehat yang tidak enak. Faktanya, banyak makanan sehat yang lebih menyegarkan daripada makanan siap saji dengan lemak tinggi.

6. Bersihkan Dapur Anda
Mulailah dengan mengeluarkan beragam makanan tidak sehat yang dapat mengganggu Anda dalam menjalani resolusi hidup sehat. Keluarkan sisa-sisa camilan dan makanan instan yang sering menggoda Anda di waktu luang. Anda dapat menggantinya dengan buah-buahan atau kacang-kacangan (tanpa gula) sebagai camilan sehat dan berserat tinggi.

7. Merancang Jadwal dan Target Latihan Fisik
Membuat sebuah resolusi kesehatan tentu tidak akan jauh dari target membuat jadwal dan rutinitas olahraga atau latihan fisik. Namun, hal ini cukup sulit karena banyak dari mereka berhenti melakukannya di minggu ketiga Januari. Hal ini kebanyakan disebabkan oleh ketidakpahaman mengenai manfaat dari sebuah latihan fisik itu sendiri. Jadikan proses sebagai fokus utama dari sebuah olahraga. Biarkan proses berlatih dengan konsisten perlahan menjadi bagian dari gaya hidup dan hindari memasang target yang terlalu sulit dicapai.

8. Gunakan Aplikasi di Smartphone
Gunakan smartphone Anda sebagai asisten yang akan mengingatkan dan memandu Anda dalam setiap latihan fisik yang ingin Anda lakukan. Ada banyak pilihan aplikasi latihan fisik yang juga disertai dengan anjuran asupan bergizi yang dapat melengkapinya untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan ideal.

9. Hindari Stres dan Belajarlah Mengendalikan Diri
Resolusi kesehatan tidak hanya seputar dengan pengaturan pola makan dan pendisiplinan gaya hidup sehat. Anda juga perlu untuk memperhatikan kesehatan mental Anda dengan mengurangi risiko stres dan belajar mengendalikan diri. Kenali dan pahami karakter diri Anda dengan baik untuk mengetahui cara tepat untuk dapat mencapai sebuah ketenangan diri. Anda juga dapat memulainya dari menjaga tubuh tetap sehat dan fit dengan memberi tubuh waktu istirahat yang cukup.

10. Cobalah Bermeditasi
Terakhir, cobalah untuk menyempatkan diri bermeditasi sebagai cara menenangkan tubuh dan pikiran dari tekanan. Meditasi terbukti dapat membersihkan gangguan dan merileksasi tekanan yang menyerang Anda secara fisik dan mental. Sebuah studi di tahun 2013 menemukan bahwa orang dewasa yang belajar mengenai dasar-dasar meditasi akan menjadi lebih peka mengenai kadar stres dalam diri. Hal ini juga termasuk insomnia yang kerap mengganggu konsentrasi. Lakukan meditasi tidur dapat membantu Anda tertidur dengan cepat.

Read More

Konstipasi: Risiko Penyebab dan Penanganan yang Tepat

risiko penyebab konstipasi

Sistem pencernaan sebenarnya dapat bekerja dengan sangat efisien. Dalam waktu beberapa jam, ia dapat menyerap nutrisi dari asupan yang Anda makan dan minum, mengolahnya menjadi aliran darah, dan menyiapkan bahan sisanya untuk dibuang. Bahan itu melewati sekitar 6 meter usus sebelum akhirnya disimpan sementara di usus besar, di mana kandungan air akan dikeluarkan. Residunya akan diekskresikan melalui usus dalam satu atau dua hari.

Proses pengeluaran sisa makanan berupa kotoran ini akan bergantung pada pola makan, usia, dan aktivitas harian Anda. Biasanya, pola buang air besar tiap orang berbeda, hal ini dapat berarti tiga kali sehari hingga tiga per minggu.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa jika residu makanan yang menjadi feses tersimpan lama di usus besar, maka akan semakin sulit tinja untuk keluar karena sudah terlalu keras akibat air yang terlalu banyak terserap. Kotoran yang normal seharusnya tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak. Normalnya, Anda tidak seharusnya kesulitan saat mengeluarkannya.

Penyebab Konstipasi

Konstipasi atau sembelit dapat diakibatkan oleh beberapa hal. Namun, penyebab utamanya adalah gaya dan pola hidup yang tidak sehat, khususnya untuk asupan makanan dan minuman harian di mana seseorang tidak makan cukup serat atau minum air putih yang sebanyak yang dibutuhkan. Selain itu, kurangnya waktu berolahraga dan kebiasaan menahan diri saat ingin buang air juga menjadi penyebab konstipasi terjadi.

Bahkan, konstipasi kronis yang persisten dapat juga menjadi gejala dari kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti sindrom iritasi usus, kanker kolorektal, diabetes, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, depresi, atau kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Meskipun begitu, perlu dipahami bahwa rutinitas buang air besar seseorang cenderung bervariasi bergantung pada usia, pola makan, dan aktivitas. Bayi yang diberi susu botol, misalnya, cenderung memiliki kotoran yang lebih keras dan sering mengalami sembelit dibandingkan bayi yang diberi ASI. Selanjutnya. sebagian anak juga mengalami sembelit karena terlalu sering menahan buang air di sekolah. Begitu pula dengan balita yang sering sembelit selama toilet training karena dia tidak mau atau takut untuk menggunakan toilet. Anak-anak juga dapat mengalami sembelit karena mengonsumsi makanan tertentu, seperti produk susu.

Berbeda dengan anak-anak, orang tua kerap mengalami sembelit karena asupan makanan berserat dan cairan tubuh yang kurang. Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama juga menjadi alasan mengapa konstipasi terjadi. Beberapa jenis obat-obatan juga kerap menyebabkan sembelit seperti narkotika, diuretik, suplemen zat besi, antasida, dan obat-obatan untuk tekanan darah, kejang, dan depresi.

Penanganan Konstipasi

Secara umum, cara tepat untuk menangani konstipasi atau sembelit adalah dengan melakukan pola hidup yang sehat, mulai dari:

  1. Perbanyak asupan serat seperti sayuran dan buah setiap hari
  2. Perhatikan asupan air putih dan hindari minuman beralkohol
  3. Biasakan olahraga
  4. Hindari kebiasaan menahan buang air
Read More

Tips Mengatasi Otot Sakit Setelah Menambah Intensitas Olahraga

tips mengatasi otot sakit saat olahraga

Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) merupakan kondisi pada otot sakit yang terjadi beberapa saat seseorang melakukan latihan baru atau menambah intensitas dari latihan yang biasanya. Jadi, jika Anda baru-baru ini memulai teknik atau skema latihan baru atau meningkatkan skema latihan yang lebih tinggi yang diikuti rasa sakit pada otot setelah latihan, bisa jadi Anda mengalami DOMS.

Terkadang hal ini bisa membuat kecewa jika Anda sedang dalam ambisi untuk meningkatkan kebugaran, tetapi malah mengalami sakit otot. Namun, jangan biarkan hal itu membuat Anda menyerah untuk mencapai tujuan dan target. Berikut ini adalah ulasan mengenai penyebab dan beberapa tips untuk mencegah, mengurangi, dan mengobati sakit otot setelah menambah intensitas olahraga.

Penyebab DOMS saat Berolahraga
Anda mungkin akan mengalami DOMS saat memulai skema latihan baru, atau mengubahnya dengan meningkatkan intensitas dan durasi latihan Anda. Ketika Anda melakukan ini, Anda akan mengubah struktur serat otot dengan memanjangkan otot-otot Anda. Inilah yang akhirnya mengakibatkan robekan kecil pada otot. Rasa sakit yang terjadi kemudian merupakan bagian dari proses perbaikan saat beradaptasi terhadap aktivitas, intensitas, dan durasi olahraga baru Anda. Jika Anda berhasil melaluinya, otot yang robek akan melakukan pemulihan dan kembali tumbuh. Saat itulah Anda akan menjadi semakin kuat.

Berapa Lama Rasa Sakit Akan Bertahan?
DOMS dapat berlangsung sekitar dua hingga tiga hari, tergantung pada intensitas latihan yang Anda lakukan. Rasa sakit ini akan mulai muncul sehari atau dua hari setelah Anda melakukan sesi latihan. Meskipun begitu, jika otot Anda sudah mulai terbiasa dengan latihan, Anda seharusnya tidak akan merasakan sakit lagi. Namun, apabila Anda kembali meningkatkan intensitas atau memulai sebuah skema latihan yang baru, Anda mungkin akan merasakannya lagi. Ini adalah proses normal dalam membangun dan memperkuat otot, jadi Anda tidak perlu khawatir.

Orang yang Berisiko Mengalami DOMS
Siapa pun bisa mengalami DOMS, termasuk mereka yang sudah terbiasa dengan rutinitas olahraga yang tinggi. Hal ini disebabkan DOMS terjadi akibat peningkatan dan perubahan rutinitas olahraga dalam hal intensitas, skema, dan durasi latihan. Dengan kata lain, mereka yang baru saja memulai sebuah latihan akan lebih mungkin mengalami otot sakit setelah berolahraga.

Jenis Latihan yang Menyebabkan DOMS?
Semua jenis olahraga yang mempekerjakan otot Anda untuk memanjang dan bekerja lebih keras dari biasanya berisiko menyebabkan DOMS. Beberapa latihan yang kerap menyebabkan keluhan otot sakit setelah berolahraga, antara lain seperti latihan kekuatan saat
berjalan, jogging, berlari, dan melompat serta olahraga senam aerobik.

Membedakan DOMS dan Cedera
Penting untuk mengetahui perbedaan antara DOMS dan rasa sakit yang disebabkan oleh ketegangan otot atau cedera. DOMS biasanya muncul beberapa saat setelah Anda berolahraga, biasanya setelah beberapa jam atau keesokan harinya. Namun, jika rasa sakit muncul saat Anda masih berolahraga atau di tengah-tengah aktivitas latihan, Anda dapat mencurigainya sebagai sebuah cedera. Jadi, segera hentikan latihan dan lakukan perawatan pertama pada cedera olahraga.

Pencegahan dan Penanganan DOMS
Ada berbagai hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi rasa sakit dan nyeri pada DOMS. Anda dapat memilih cara yang paling tepat dan sesuai dengan tubuh dan kebutuhan Anda. Tips berikut dapat membantu mempersiapkan otot-otot Anda agar terhindar dari rasa sakit setelah berolahraga:

1. Lakukan Skema Latihan Secara Bertahap
Bagi Anda yang baru saja akan memulai latihan atau olahraga, pastikan untuk memulainya dari latihan yang paling ringan dan mudah. Kemudian, ubah rutinitas latihan Anda atau intensitasnya secara bertahap. Cara ini penting untuk memberi otot Anda kesempatan agar dapat beradaptasi terbiasa dengan latihan yang Anda lakukan.

2. Perbanyak Istirahat Agar Otot Cepat Pulih
Meskipun sudah melakukan latihan dengan skema bertahap, terkadang otot sakit setelah berolahraga tidak dapat dihindari. Namun, Anda dapat mempercepat pemulihan otot apabila mengimbanginya dengan istirahat yang cukup. Setelah itu, segera lakukan latihan lagi hingga otot benar-benar terbiasa dan cukup terlatih.

3. Jangan Lewatkan Sesi Pemanasan dan Pendinginan
Sebelum melakukan latihan apa pun, pastikan Anda melakukan pemanasan dan pendinginan dengan benar. Hal ini penting untuk memberikan persiapan pada otot-otot tubuh dengan melakukan peregangan ringan. Setelah latihan, pendinginan juga penting untuk mengistirahatkan otot-otot yang kaku.

Namun, jika DOMS terasa sangat mengganggu, Anda juga bisa mengatasi atau mengurangi rasa sakit dengan mengompresnya dengan es, menggunakan perban, atau melakukan pemijatan lembut pada otot yang sakit.

Read More