Jenis-Jenis Penyakit yang Bisa Disembuhkan dengan Terapi Musik

Banyak manfaat kesehatan yang bisa didapat ketika melakukan terapi musik, terutama pada seseorang yang mengalami gangguan saraf dan jiwa seperti penyakit depresi, demensia dan skizofrenia. Sementara banyak dokter yang disebut belum banyak mengetahui tentang manfaat besar yang diberikan terapi ini.

Berdasarkan World Federation of Music, terapi ini diartikan sebagai penggunaan musik oleh terapis musik yang berkualifikasi untuk seorang atau sekelompok orang dalam memfasilitasi untuk memenuhi kebutuhan fisik, emosi, sosial dan kognitif. Tujuan dilakukannya terapi ini adalah untuk mengembalikan fungsi dan mengembangkan potensi seseorang.

Terapi Musik untuk Jenis Penyakit

Kelainan psikiatri menjadi kelompok penyakit yang paling sering disembuhkan atau dibantu penyembuhannya menggunakan terapi dengan musik. Selain itu, terapi ini juga bisa dalam pengobatan penyakit paru-paru, meringankan nyeri hingga proses penyembuhan penyakit kanker dan penyakit terminal lainnya, berikut beberapa jenis penyakit psikiatri.

  • Skizofrenia dan Psikosis

Meta-analisis di tahun 2017 telah membandingkan kombinasi terapi standar dan musik dengan terapi standar biasa terhadap para pasien penyakit skizofrenia dan psikosis. Dan hasilnya, kombinasi kedua terapi tersebut lebih bisa meningkatkan beberapa hal seperti status global, status mental hingga kualitas hidup serta fungsi pasien.

  • Depresi

Sesuai dengan meta-analisis di tahun 2016 dengan melibatkan 19 studi menyebut terapi menggunakan musik dapat mengurangi gejala depresi secara signifikan. Tetapi, terdapat variasi bentuk terapi menggunakan musik antara penelitian yang menyulitkan klinisi untuk melakukan intervensi.

  • Autisme

Dampak yang didapatkan melalui terapi dengan musik untuk anak autisme sudah banyak diteliti, sebagian besar hasil penelitian menyebut terapi ini memiliki efek sangat positif. Namun, setiap penelitian juga menyebutkan bahwa efek positif yang didapat muncul berbeda-beda. Seperti misalnya, di tahun 2017 sebuah penelitian yang dilakukan di Norwegia.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa adanya peningkatan kualitas hidup pada pasien, sementara tidak ada perbaikan dalam kemampuan seseorang dengan penyakit autisme dalam kemampuan bersosialisasi. Sementara itu, penelitian lain menyebut ada peningkatan kemampuan bersosialisasi, adanya perbedaan ini dikarenakan variasi metode.

  • Demensia

Berdasarkan analisis di tahun 2017 yang melibatkan enam penelitian menyebut terapi kesehatan dengan musik aktif mampu memperbaiki kognisi global. Sementara itu parameter lain seperti atensi, ingatan, pembelajaran, bahasa hingga fungsi persepsi-motorik tidak mengikat secara signifikan setelah dilakukan analisis secara global.

  • Sebagai Terapi Paliatif

Banyak percobaan dilakukan menggunakan musik sebagai terapi paliatif, seperti misalnya pada kasus penyakit kanker. Berdasarkan 52 penelitian menyebut terapi menggunakan musik bisa mengurangi ansietas, frekuensi nadi, frekuensi napas, tekanan darah dan rasa nyeri pada pasien penderita penyakit kanker.

Terapi menggunakan musik sangat sering dipakai untuk mengurangi rasa nyeri, hal ini dibuktikan pada hasil penelitian di tahun 2013 yang menyebut penambahan terapi dengan musik dalam sesi latihan relaksasi memiliki dampak lebih efektif dalam meringankan rasa nyeri ketimbang latihan relaksasi saja.

Para pasien penyakit terminal sering memperlihatkan gejala psikiatri seperti misalnya psikosis dan depresi. Hasil penelitian di tahun 2004 menyebut bahwa terapi dengan menggunakan musik bisa mengurangi gejala yang ditimbulkan penyakit psikiatri, salah satunya terhadap pasien penderita penyakit kanker payudara.

Systematic review di tahun 2014 yang melibatkan 14 studi membahas dampak yang ditimbulkan dari penggunaan terapi musik pada pasien dengan penyakit terminal menggunakan ventilator. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa dengan mendengarkan musik mampu menurunkan ansietas yang diukur secara subyektif.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*