Hubungan Antara Kesehatan Jantung dan Psikologis

kesehatan jantung dan psikologis

Kita mungkin berasumsi otak dan jantung saling terpisah. Secara letak memang terpisah, tetapi bukan berarti mereka bekerja secara terpisah juga. Nyatanya, kedua organ tersebut saling berhubungan erat. Ketika Anda marah, hal itu bisa berakibat buruk bagi otak, begitu juga akan berakibat buruk pada jantung.

Dampak negatif emosi untuk yang lemah jantung

Ada dua jenis stres yang bisa menimpa otak. Pertama, Eustress, yaitu jenis stress yang memberikan efek positif dan membuat Anda fokus dalam mengerjakan sesuatu. Kedua, Distress atau stress yang berefek negatif, yang jika bertambah parah bisa menyebabkan kelelahan dan penyakit jantung.

Jika Anda memiliki penyakit jantung coroner, jantung Anda bisa kekurangan oksigen. Hal ini disebut dengan myocardial ischemia atau serangan jantung, yang terjadi pada 30% sampai 50% pasien dengan penyakit jantung coroner. Hal ini bisa diperburuk oleh stress emosional. Faktanya, jika Anda memiliki jenis penyakit jantung, emosi terlalu berlebihan seperti kemarahan, dapat mengakibatkan ritme detak jantung yang tidak teratur. Lebih jauh lagi, jika pasien baru saja di diagnosa memiliki sakit jantung dan merasa depresi, hal tersebut bisa meningkatkan resiko berbahaya lainnya ditahun yang sama yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Dampak negatif emosi untuk Anda yang tidak mengidap sakit jantung

Tentunya, stress bisa memberikan efek yang besar kepada jantung meskipun Anda tidak memilki sakit jantung. Contoh penelitian pada orang yang tidak memilki sakit jantung yang dilakukan pada tahun 1997, sebelum dan sesudah 30 detik telepon darurat. Hasilnya penunjukan perubahan pada jantung yang diindikasikan oleh kurangnya oksigen dan ritme jantung yang tidak stabil.

Penelitian yang baru dilakukan juga menunjukan adanya perubahan terhadap stress, kecemasan dan depresi, yang dimana hal-hal tersebut merupakan respon yang diberikan otak. Bahkan untuk orang-orang yang tidak memiliki penyakit jantung sebelumnya, depresi yang parah dapat menggandakan resiko kematian karena berdampak pada kesehatan jantungnya.

Kendalikan emosi Anda untuk kebaikan jantung Anda

Penting untuk mengontrol rasa gelisah dan stress, karena mengurangi rasa gelisah berarti mengurangi pula stress pada jantung. Anda bisa mengubah cara pikir Anda dan mendapatkan jantung yang lebih sehat. Inilah beberapa caranya:

  • Cari bantuan profesional. Jangan menyepelekan stress, kecemasan, depresi, gelisah berlebihan atau amarah yang mengganggu hidup Anda. Carilah bantuan profesional. Pengobatan bisa membantu mengurangi gejala-gejala tersebut, dengan demikian Anda dapat melindungi otak dan jantung Anda.
  • Pengobatan yang tersedia untuk psikologi jantung. Diluar dari pengobatan psikiater dan olahraga, program edukasi psikologi, manajemen stress, sesi konseling, dan teknik relaksasi harus dipertimbangkan sebelum terjadinya serangan jantung.
  • Olahraga. Latihan fisik yang sesuai bisa membantu jantung dan otak menjadi lebih sehat. Contohnya banyak penelitian menunjukan bahwa olahraga aerobik bisa membuat Anda lebih gesit dan berfikir lebih cepat serta fleksibel.  Penelitian yang dilakukan oleh Michelle Ploughman menyebutkan bahwa olahraga adalah “makanan” untuk otak. Beberapa jenis aerobik termasuk jogging, berenang, jalan-jalan, berkebun dan menari, terbukti untuk mengurangi kecemasan dan depresi serta meningkatkan rasa percaya diri. Hal itu dikarenakan aerobik dapat meningkatkan sirkulasi darah di otak, dan faktanya olahraga dapat meningkatkan kemampuan otak untuk merespon stress.

Permulaan untuk kesehatan otak dan jantung

Jika Anda berjuang dengan stress, amarah, kecemasan, gelisah, depresi atau bermasalah dengan percaya diri, bicarakan dengan dokter atau psikiater Anda. Bersama-sama, Anda bisa menemukan cara terbaik untuk melindungi keadaan psikologis, otak dan jantung Anda.

Read More

Tips untuk Introvert agar tetap mudah Bersosialisasi

tips bersosialisasi introvert

Seorang introvert memang membutuhkan banyak “me time”, namun riset membuktikan bahwa interaksi yang positif bisa menurunkan resiko depresi dan penyakit jantung. Lalu bagaimana seorang introvert dapat tetap menjalankan interaksi sosial tanpa perasaan yang tertekan tau kurang nyaman?

Susahnya introvert untuk berinteraksi

Seseorang yang introvert cenderung menikmati waktu-waktu sendirian, jauh dari keramaian. Mereka lebih suka memikirkan hal-hal secara mendalam dibandingkan berinteraksi sosial yang menguras energy. Apalagi, jika dihadapkan dengan banyak orang di dalam ruangan – seorang introvert pasti lebih memilih untuk menyendiri.

Bagi seorang introvert, waktu menyendiri tidak menjadi masalah buat mereka. Namun Dr. Steven Schlozman, seorang asisten psikiater di Harvard Massachusetts General Hospital, mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial dan mau tidak mau, Anda juga membutuhkan aktivitas bersosialisasi meski hanya dalam waktu singkat.

Temukan aktivitas sosial yang sesuai dengan kepribadian Anda

Jika Anda seorang introvert, Anda tidak perlu mengubah total kepribadian Anda menjadi seorang ekstrovert, karena hal itu jelas tidak mungkin. Jadi, alih-alih berusaha keras mengubah diri, lebih baik Anda fokus pada tingkat interaksi yang membuat Anda nyaman. Entah itu interaksi empat mata, atau di dalam satu kelompok yang tidak mengharuskan Anda untuk berdiri di tengah-tengah sebagai pusat perhatian.

Hal ini perlu Anda identifikasi karena dapat membantu Anda untuk menentukan, interaksi sosial mana yang paling tepat untuk Anda. Mengapa hal ini begitu penting? Karena memaksakan diri di dalam lingkungan yang Anda tidak nyaman akan semakin memperparah rasa stress dalam diri Anda. Dan itu bukan tujuan dari sosialisasi kan? Dengan memahami diri Anda, Anda bisa memilih interaksi seperti apa yang Anda sukai. Lalu bagaimana jika Anda berada di dalam situasi yang kurang nyaman? Berikut saran dari Dr. Steven Schlozman:

  • Ketahui batasan Anda

Seorang introvert cenderung menyukai interaksi yang memiliki permulaan dan akhir yang jelas. Para introvert suka dengan kejelasan sehingga mereka tahu kapan harus mengakhiri percakapan.

  • Mengontrol situasi

Jika Anda malas untuk keluar rumah, interaksi sosial dapat dilakukan dengan mengundang beberapa teman dekat untuk makan malam atau menonton film favorit bersama-sama di rumah Anda. Dengan begini, Anda bisa mengontrol cara Anda bersosialisasi dan tipe interaksi macam apa yang Anda inginkan.

  • Fokus pada sebuah aktivitas

Mengikuti kegiatan favorit seperti kelas menulis, kelas prakarya atau kursus yang sesuai dengan minat akan membuat Anda fokus pada hal tersebut ketimbang memikirkan percakapan apa yang harus Anda buat. Terkadang interaksi sosial yang diperlukan oleh seorang introvert hanyalah berada di dekat orang-orang, dan itu saja sudah cukup.

  • Menjadi anggota sebuah komunitas

Seorang yang memiliki kecenderungan introvert akan lebih mudah berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan akan hal yang sama. Bisa saja itu hobi bersepeda, memasak atau bermain golf. Sosial media adalah tempat yang tepat untuk menemukan komunitas yang sesuai dengan hobi Anda. Carilah grup di Facebook yang sesuai dan berpartisipasilah di sana. Anda dapat membaca update-update terbaru atau ikut berinteraksi dengan yang lain tanpa ada komitmen yang mengikat dan membuat Anda tertekan.

Read More