Cara Sederhana untuk Mendapatkan Motivasi Kerja

Hampir semua orang pernah menghadapi hari-hari di kantor dan tidak merasa termotivasi untuk bekerja. Ditambah lagi ditengah pandemi yang sedang berlangsung selama ini. Lalu bagaimana cara mendapatkan motivasi kerja?

Ketika Anda kurang antusias, satu hari untuk kerja bisa terasa seperti perjuangan yang berat. Kemerosotan motivasi yang bertahan lama dapat membuat Anda stres, merasa bersalah bahwa Anda tidak melakukan cukup banyak untuk karir Anda.

Efeknya pada kesejahteraan Anda bisa bermacam-macam, Anda mungkin sulit tidur, mendapati diri Anda sakit, atau melihat penurunan kemampuan Anda untuk berkonsentrasi. 

Motivasi diri sendiri yang efektif adalah salah satu hal utama yang membedakan profesional berprestasi dari orang lain. Jadi bagaimana Anda bisa terus maju, bahkan ketika Anda tidak menginginkannya?

Terdapat beberapa cara untuk memotivasi diri Anda secara intrinsik, berikut beberapa cara motivasi untuk bekerja:

  • Ingatkan diri Anda pada gambaran yang lebih besar

Sebagian besar dari Anda mungkin dipaksa untuk bekerja keras setiap hari. Kebanyakan orang memiliki inspirasi yang terpusat dalam hidup mereka, inspirasi yang hadir dalam pikiran Anda mendorong Anda untuk bekerja keras sehingga Anda memiliki motivasi untuk bekerja. 

  • Ubah tujuan besar menjadi tujuan yang lebih kecil

Yang menghancurkan motivasi kerja pada banyak orang adalah perasaan kewalahan oleh tugas yang dihadapi melihat proyek baru dan berpikir, tidak akan pernah bisa menyelesaikannya. Anda dapat melawan kecenderungan ini dengan memecah satu proyek besar menjadi tujuan yang lebih kecil, sehingga Anda memiliki motivasi untuk kerja lebih keras dalam meraih tujuan-tujuan tersebut.

  • Apresiasi diri Anda ketika Anda mencapai tujuan tersebut

Tentu saja, satu aspek kunci dari pekerjaan Anda adalah memberi penghargaan kepada diri sendiri ketika Anda mencapai “level” baru tertentu. 

Memotivasi diri Anda sendiri di tempat kerja bukan hanya membuatnya berhasil. Motivasi kerja lebih mengacu tentang mendorong diri Anda untuk menjadi lebih baik pada sesuatu yang menarik minat Anda, dan berfokus pada tumbuh sebagai seorang individu.

Read More

Jenis-Jenis Penyakit yang Bisa Disembuhkan dengan Terapi Musik

Banyak manfaat kesehatan yang bisa didapat ketika melakukan terapi musik, terutama pada seseorang yang mengalami gangguan saraf dan jiwa seperti penyakit depresi, demensia dan skizofrenia. Sementara banyak dokter yang disebut belum banyak mengetahui tentang manfaat besar yang diberikan terapi ini.

Berdasarkan World Federation of Music, terapi ini diartikan sebagai penggunaan musik oleh terapis musik yang berkualifikasi untuk seorang atau sekelompok orang dalam memfasilitasi untuk memenuhi kebutuhan fisik, emosi, sosial dan kognitif. Tujuan dilakukannya terapi ini adalah untuk mengembalikan fungsi dan mengembangkan potensi seseorang.

Terapi Musik untuk Jenis Penyakit

Kelainan psikiatri menjadi kelompok penyakit yang paling sering disembuhkan atau dibantu penyembuhannya menggunakan terapi dengan musik. Selain itu, terapi ini juga bisa dalam pengobatan penyakit paru-paru, meringankan nyeri hingga proses penyembuhan penyakit kanker dan penyakit terminal lainnya, berikut beberapa jenis penyakit psikiatri.

  • Skizofrenia dan Psikosis

Meta-analisis di tahun 2017 telah membandingkan kombinasi terapi standar dan musik dengan terapi standar biasa terhadap para pasien penyakit skizofrenia dan psikosis. Dan hasilnya, kombinasi kedua terapi tersebut lebih bisa meningkatkan beberapa hal seperti status global, status mental hingga kualitas hidup serta fungsi pasien.

  • Depresi

Sesuai dengan meta-analisis di tahun 2016 dengan melibatkan 19 studi menyebut terapi menggunakan musik dapat mengurangi gejala depresi secara signifikan. Tetapi, terdapat variasi bentuk terapi menggunakan musik antara penelitian yang menyulitkan klinisi untuk melakukan intervensi.

  • Autisme

Dampak yang didapatkan melalui terapi dengan musik untuk anak autisme sudah banyak diteliti, sebagian besar hasil penelitian menyebut terapi ini memiliki efek sangat positif. Namun, setiap penelitian juga menyebutkan bahwa efek positif yang didapat muncul berbeda-beda. Seperti misalnya, di tahun 2017 sebuah penelitian yang dilakukan di Norwegia.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa adanya peningkatan kualitas hidup pada pasien, sementara tidak ada perbaikan dalam kemampuan seseorang dengan penyakit autisme dalam kemampuan bersosialisasi. Sementara itu, penelitian lain menyebut ada peningkatan kemampuan bersosialisasi, adanya perbedaan ini dikarenakan variasi metode.

  • Demensia

Berdasarkan analisis di tahun 2017 yang melibatkan enam penelitian menyebut terapi kesehatan dengan musik aktif mampu memperbaiki kognisi global. Sementara itu parameter lain seperti atensi, ingatan, pembelajaran, bahasa hingga fungsi persepsi-motorik tidak mengikat secara signifikan setelah dilakukan analisis secara global.

  • Sebagai Terapi Paliatif

Banyak percobaan dilakukan menggunakan musik sebagai terapi paliatif, seperti misalnya pada kasus penyakit kanker. Berdasarkan 52 penelitian menyebut terapi menggunakan musik bisa mengurangi ansietas, frekuensi nadi, frekuensi napas, tekanan darah dan rasa nyeri pada pasien penderita penyakit kanker.

Terapi menggunakan musik sangat sering dipakai untuk mengurangi rasa nyeri, hal ini dibuktikan pada hasil penelitian di tahun 2013 yang menyebut penambahan terapi dengan musik dalam sesi latihan relaksasi memiliki dampak lebih efektif dalam meringankan rasa nyeri ketimbang latihan relaksasi saja.

Para pasien penyakit terminal sering memperlihatkan gejala psikiatri seperti misalnya psikosis dan depresi. Hasil penelitian di tahun 2004 menyebut bahwa terapi dengan menggunakan musik bisa mengurangi gejala yang ditimbulkan penyakit psikiatri, salah satunya terhadap pasien penderita penyakit kanker payudara.

Systematic review di tahun 2014 yang melibatkan 14 studi membahas dampak yang ditimbulkan dari penggunaan terapi musik pada pasien dengan penyakit terminal menggunakan ventilator. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa dengan mendengarkan musik mampu menurunkan ansietas yang diukur secara subyektif.

Read More

Menilik Faktor Penyebab Kenakalan Remaja

Persoalan kenakalan remaja sampai saat ini masih menjadi persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Masalah kenakalan remaja ini bukan semata sikap jahil, melainkan aktivitas atau perbuatan yang melanggar norma atau hukum. Biasanya dilakukan oleh anak-anak dalam rentang usia 13-18 tahun.

Idealnya, remaja menjadi harapan sebuah bangsa sebagai generasi penerus. Banyak remaja yang melakukan tawuran, pencurian, penyalahgunaan narkoba, dan lain sebagainya. Untuk dapat mengatasi hal ini, perlu diketahui terlebih dahulu penyebab kenakalan remaja itu sendiri.

Inilah penyebab kenakalan remaja

Kenakalan remaja bukanlah persoalan tunggal. Hampir semua sosiolog, psikolog, psikiater, serta kriminolog sepakat bahwa kasus kenakalan remaja terjadi akibat pengaruh berbagai faktor dalam jangka waktu yang panjang.

Para peneliti mengelompokkan kenakalan remaja ke dalam beberapa bagian, sebagai berikut:

1. Keluarga

Sebagai institusi dasar di dalam masyarakat, keluarga perlu mengajarkan nilai dan norma bagi anak-anak yang nantinya akan dibawa ke kelompok lebih besar. Pola asuh yang diterapkan di dalam keluarga berperan besar dalam memengaruhi karakter seorang anak.

Menurut para ahli, pola asuh yang keliru di dalam keluarga dapat menjadi penyebab kenakalan remaja. Anak yang sering dibandingkan, kurang memperoleh perhatian, atau kurang kasih sayang dari orang tua, sering kali menjadikan anak bermasalah di lingkungan yang lebih besar.

Masalah keluarga kurang harmonis atau broken home juga menjadikan anak-anak lebih rentan untuk bertindak melanggar norma atau hukum yang berlaku.

2. Lingkungan

Selain keluarga, faktor lingkungan menjadi penyebab kenakalan remaja yang krusial. Lingkungan berkontribusi besar dalam membentuk kepribadian seorang anak.

Sebagai contoh, dalam banyak kasus, anak remaja yang bergaul di lingkungan pecandu narkoba, pada akhirnya juga turut menjadi pecandu narkoba. Atau lingkungan kelompok kriminal lainnya.

3. Sekolah

Di sekolah, anak idealnya belajar mengembangkan diri dan mematuhi peraturan yang berlaku. Sayangnya, di sekolah anak juga dapat bertemu dengan lingkungan pertemanan yang tidak selalu memberi pengaruh baik.

Selain itu, kadang sekolah juga tidak selalu berhasil membentuk pribadi anak dengan baik. Hal ini juga dapat menjadi salah satu penyebab kenakalan remaja.

4. Faktor lain

Penyebab kenakalan remaja bukan hanya ketiga faktor tersebut. Hal-hal lain di luar ketiga faktor tersebut dapat juga memicu kenakalan remaja. Kekecewaan terhadap aparat penegak hukum, misalnya.

Media massa juga bisa menjadi faktor penyebab kenakalan remaja. Apalagi di era digital seperti saat ini. Informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat. Orang dewasa pun tidak selalu bisa mengawasi apa yang diakses oleh anak atau remaja. Padahal apa yang ditemukan anak di media massa atau media sosial, bisa sangat memengaruhi kepribadiannya.

Faktor internal atau diri anak itu sendiri juga berperan penting. Memasuki usia remaja, anak mengalami pubertas. Saat itu, anak akan berusaha mengenal dirinya atau mencari jati diri. Tak jarang anak mengalami krisis pembentukan karakter. Faktor yang telah disebutkan sebelumnya, keluarga dan lingkungan, harus mengambil peran di masa krisis pembentukan karakter ini. Jika tidak, fase pencarian jati diri ini malah justru menjadi penyebab kenakalan remaja.

Mengetahui penyebab kenakalan remaja dapat menjadi langkah awal untuk mengatasi persoalan tersebut. Membangun perasaan aman dengan perhatian dan kasih sayang yang cukup bagi anak, umumnya bisa membuat anak tidak melakukan hal-hal yang melanggar norma atau hukum. Sebab tidak jarang kenakalan remaja terjadi karena anak ingin mendapat perhatian.

Read More

Macam- Macam Bentuk Tubuh Wanita

Berbagai macam bentuk tubuh wanita, namun semuanya sama cantiknya.

Tubuh setiap orang berbeda, baik dari segi bentuk maupun ukuran. Hasil studi tahun 2004 melaporkan bahwa deskripsi bentuk tubuh wanita secara historis telah dijelaskan dalam kategori berdasarkan bentuk, seperti segitiga, persegi panjang, berlian, oval, dan jam pasir.

Penting untuk Anda ingat bahwa kategori tipe tubuh bukanlah ilmu yang pasti. Seringkali, ada banyak variasi dalam satu “jenis” bentuk tubuh.

Anda mungkin menemukan bahwa bentuk individual Anda memiliki karakteristik dari beberapa tipe tubuh yang berbeda. Berikut beberapa jenis bentuk tubuh wanita:

  • Persegi panjang, lurus, atau “pisang”

Jika ukuran pinggang Anda hampir sama dengan pinggul atau dada Anda, dan bahu serta pinggul Anda hampir sama lebar, Anda memiliki apa yang disebut tipe tubuh “pisang” atau persegi panjang.

  • Segitiga atau “pir”

Dengan bentuk ini, bahu dan dada Anda lebih sempit dari pinggul Anda. Anda mungkin memiliki lengan ramping dan pinggang yang cukup jelas. Pinggang Anda kemungkinan besar miring ke pinggul Anda.

  • Sendok

Jenis tubuh sendok sangat mirip dengan bentuk segitiga atau “pir”. Pinggul Anda lebih besar dari dada atau bagian tubuh lainnya dan mungkin memiliki penampilan seperti “rak”. Anda juga bisa membawa beban di lengan atas dan paha atas.

  • Jam pasir

Jika pinggul dan payudara Anda hampir sama ukurannya dan Anda memiliki pinggang yang jelas lebih sempit dari keduanya, Anda memiliki bentuk jam pasir. Kaki dan tubuh bagian atas Anda mungkin dianggap proporsional. Bahu Anda mungkin sedikit membulat, dan kemungkinan besar Anda memiliki bokong yang bulat.

  • Jam pasir atas

Dengan bentuk tubuh jam pasir atas, Anda memiliki bentuk jam pasir umum, tetapi ukuran payudara Anda sedikit lebih besar dari pinggul Anda.

  • Jam pasir bawah

Jika Anda memiliki bentuk tubuh jam pasir bawah, Anda memiliki bentuk jam pasir umum, tetapi ukuran pinggul Anda sedikit lebih besar dari payudara Anda.

  • Segitiga terbalik atau “apel”

Jika bahu dan dada Anda lebih besar dari pinggul yang relatif kecil, Anda memiliki apa yang dikenal sebagai segitiga terbalik atau bentuk “apel”.

  • Bulat atau oval

Jika payudara Anda lebih besar dari bagian tubuh lainnya, pinggul Anda kecil, dan bagian tengah tubuh Anda lebih berisi, Anda memiliki apa yang biasanya disebut tipe tubuh bulat atau oval.

  • Berlian

Jika pinggul Anda lebih lebar dari bahu, dada kecil, dan pinggang lebih berisi, Anda memiliki apa yang disebut bentuk tubuh berlian.

Dengan tipe ini, Anda dapat membawa sedikit lebih banyak beban di kaki bagian atas. Anda mungkin juga memiliki lengan yang ramping.

  • Atletis

Jika tubuh Anda berotot tetapi tidak terlalu melengkung, Anda mungkin memiliki tipe tubuh atletis. Ukuran bahu dan pinggul Anda hampir sama.

Beberapa elemen bentuk tubuh wanita ditentukan oleh struktur tulang. Sebagai contoh, beberapa orang memiliki lengkungan, bokong bulat dan lengkungan di tulang belakang mereka. Sedangkan yang lain mungkin memiliki pinggul yang lebih lebar, kaki yang lebih pendek, atau torsi yang lebih panjang.

Seberapa tinggi atau pendek Anda juga akan mempengaruhi keseluruhan bentuk tubuh Anda. Faktor genetik juga mempengaruhi bentuk tubuh Anda.

Apa pun bentuk tubuh yang Anda miliki, ingatlah: Anda cantik. Karena tidak ada bentuk tubuh wanita yang “ideal”, terlepas dari apa yang beberapa orang coba katakan kepada Anda.

Yang paling penting adalah Anda bahagia dan sehat. Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai bentuk tubuh Anda, bicarakan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan lainnya.

Read More

Hubungan Antara Kesehatan Jantung dan Psikologis

kesehatan jantung dan psikologis

Kita mungkin berasumsi otak dan jantung saling terpisah. Secara letak memang terpisah, tetapi bukan berarti mereka bekerja secara terpisah juga. Nyatanya, kedua organ tersebut saling berhubungan erat. Ketika Anda marah, hal itu bisa berakibat buruk bagi otak, begitu juga akan berakibat buruk pada jantung.

Dampak negatif emosi untuk yang lemah jantung

Ada dua jenis stres yang bisa menimpa otak. Pertama, Eustress, yaitu jenis stress yang memberikan efek positif dan membuat Anda fokus dalam mengerjakan sesuatu. Kedua, Distress atau stress yang berefek negatif, yang jika bertambah parah bisa menyebabkan kelelahan dan penyakit jantung.

Jika Anda memiliki penyakit jantung coroner, jantung Anda bisa kekurangan oksigen. Hal ini disebut dengan myocardial ischemia atau serangan jantung, yang terjadi pada 30% sampai 50% pasien dengan penyakit jantung coroner. Hal ini bisa diperburuk oleh stress emosional. Faktanya, jika Anda memiliki jenis penyakit jantung, emosi terlalu berlebihan seperti kemarahan, dapat mengakibatkan ritme detak jantung yang tidak teratur. Lebih jauh lagi, jika pasien baru saja di diagnosa memiliki sakit jantung dan merasa depresi, hal tersebut bisa meningkatkan resiko berbahaya lainnya ditahun yang sama yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Dampak negatif emosi untuk Anda yang tidak mengidap sakit jantung

Tentunya, stress bisa memberikan efek yang besar kepada jantung meskipun Anda tidak memilki sakit jantung. Contoh penelitian pada orang yang tidak memilki sakit jantung yang dilakukan pada tahun 1997, sebelum dan sesudah 30 detik telepon darurat. Hasilnya penunjukan perubahan pada jantung yang diindikasikan oleh kurangnya oksigen dan ritme jantung yang tidak stabil.

Penelitian yang baru dilakukan juga menunjukan adanya perubahan terhadap stress, kecemasan dan depresi, yang dimana hal-hal tersebut merupakan respon yang diberikan otak. Bahkan untuk orang-orang yang tidak memiliki penyakit jantung sebelumnya, depresi yang parah dapat menggandakan resiko kematian karena berdampak pada kesehatan jantungnya.

Kendalikan emosi Anda untuk kebaikan jantung Anda

Penting untuk mengontrol rasa gelisah dan stress, karena mengurangi rasa gelisah berarti mengurangi pula stress pada jantung. Anda bisa mengubah cara pikir Anda dan mendapatkan jantung yang lebih sehat. Inilah beberapa caranya:

  • Cari bantuan profesional. Jangan menyepelekan stress, kecemasan, depresi, gelisah berlebihan atau amarah yang mengganggu hidup Anda. Carilah bantuan profesional. Pengobatan bisa membantu mengurangi gejala-gejala tersebut, dengan demikian Anda dapat melindungi otak dan jantung Anda.
  • Pengobatan yang tersedia untuk psikologi jantung. Diluar dari pengobatan psikiater dan olahraga, program edukasi psikologi, manajemen stress, sesi konseling, dan teknik relaksasi harus dipertimbangkan sebelum terjadinya serangan jantung.
  • Olahraga. Latihan fisik yang sesuai bisa membantu jantung dan otak menjadi lebih sehat. Contohnya banyak penelitian menunjukan bahwa olahraga aerobik bisa membuat Anda lebih gesit dan berfikir lebih cepat serta fleksibel.  Penelitian yang dilakukan oleh Michelle Ploughman menyebutkan bahwa olahraga adalah “makanan” untuk otak. Beberapa jenis aerobik termasuk jogging, berenang, jalan-jalan, berkebun dan menari, terbukti untuk mengurangi kecemasan dan depresi serta meningkatkan rasa percaya diri. Hal itu dikarenakan aerobik dapat meningkatkan sirkulasi darah di otak, dan faktanya olahraga dapat meningkatkan kemampuan otak untuk merespon stress.

Permulaan untuk kesehatan otak dan jantung

Jika Anda berjuang dengan stress, amarah, kecemasan, gelisah, depresi atau bermasalah dengan percaya diri, bicarakan dengan dokter atau psikiater Anda. Bersama-sama, Anda bisa menemukan cara terbaik untuk melindungi keadaan psikologis, otak dan jantung Anda.

Read More

Tips untuk Introvert agar tetap mudah Bersosialisasi

tips bersosialisasi introvert

Seorang introvert memang membutuhkan banyak “me time”, namun riset membuktikan bahwa interaksi yang positif bisa menurunkan resiko depresi dan penyakit jantung. Lalu bagaimana seorang introvert dapat tetap menjalankan interaksi sosial tanpa perasaan yang tertekan tau kurang nyaman?

Susahnya introvert untuk berinteraksi

Seseorang yang introvert cenderung menikmati waktu-waktu sendirian, jauh dari keramaian. Mereka lebih suka memikirkan hal-hal secara mendalam dibandingkan berinteraksi sosial yang menguras energy. Apalagi, jika dihadapkan dengan banyak orang di dalam ruangan – seorang introvert pasti lebih memilih untuk menyendiri.

Bagi seorang introvert, waktu menyendiri tidak menjadi masalah buat mereka. Namun Dr. Steven Schlozman, seorang asisten psikiater di Harvard Massachusetts General Hospital, mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial dan mau tidak mau, Anda juga membutuhkan aktivitas bersosialisasi meski hanya dalam waktu singkat.

Temukan aktivitas sosial yang sesuai dengan kepribadian Anda

Jika Anda seorang introvert, Anda tidak perlu mengubah total kepribadian Anda menjadi seorang ekstrovert, karena hal itu jelas tidak mungkin. Jadi, alih-alih berusaha keras mengubah diri, lebih baik Anda fokus pada tingkat interaksi yang membuat Anda nyaman. Entah itu interaksi empat mata, atau di dalam satu kelompok yang tidak mengharuskan Anda untuk berdiri di tengah-tengah sebagai pusat perhatian.

Hal ini perlu Anda identifikasi karena dapat membantu Anda untuk menentukan, interaksi sosial mana yang paling tepat untuk Anda. Mengapa hal ini begitu penting? Karena memaksakan diri di dalam lingkungan yang Anda tidak nyaman akan semakin memperparah rasa stress dalam diri Anda. Dan itu bukan tujuan dari sosialisasi kan? Dengan memahami diri Anda, Anda bisa memilih interaksi seperti apa yang Anda sukai. Lalu bagaimana jika Anda berada di dalam situasi yang kurang nyaman? Berikut saran dari Dr. Steven Schlozman:

  • Ketahui batasan Anda

Seorang introvert cenderung menyukai interaksi yang memiliki permulaan dan akhir yang jelas. Para introvert suka dengan kejelasan sehingga mereka tahu kapan harus mengakhiri percakapan.

  • Mengontrol situasi

Jika Anda malas untuk keluar rumah, interaksi sosial dapat dilakukan dengan mengundang beberapa teman dekat untuk makan malam atau menonton film favorit bersama-sama di rumah Anda. Dengan begini, Anda bisa mengontrol cara Anda bersosialisasi dan tipe interaksi macam apa yang Anda inginkan.

  • Fokus pada sebuah aktivitas

Mengikuti kegiatan favorit seperti kelas menulis, kelas prakarya atau kursus yang sesuai dengan minat akan membuat Anda fokus pada hal tersebut ketimbang memikirkan percakapan apa yang harus Anda buat. Terkadang interaksi sosial yang diperlukan oleh seorang introvert hanyalah berada di dekat orang-orang, dan itu saja sudah cukup.

  • Menjadi anggota sebuah komunitas

Seorang yang memiliki kecenderungan introvert akan lebih mudah berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan akan hal yang sama. Bisa saja itu hobi bersepeda, memasak atau bermain golf. Sosial media adalah tempat yang tepat untuk menemukan komunitas yang sesuai dengan hobi Anda. Carilah grup di Facebook yang sesuai dan berpartisipasilah di sana. Anda dapat membaca update-update terbaru atau ikut berinteraksi dengan yang lain tanpa ada komitmen yang mengikat dan membuat Anda tertekan.

Read More