Ketahui Seluk Beluk Penyakit Herpes Genital

Herpes genital adalah salah satu infeksi menular seksual yang cukup sering dijumpai. Penyakit ini menyebabkan munculnya lepuhan/luka yang tumbuh di sekitar alat kelamin. Orang dapat terjangkit infeksi menular seksual ketika mereka melakukan hubungan seksual secara oral, anal, ataupun vaginal. Dua jenis virus yang menyebabkan infeksi herpes genital adalah HSV-1 (herpes simplex 1) yang biasanya menyebabkan herpes oral, dan HSV-2 (herpes simplex 2) yang menyebabkan herpes genital. Beberapa orang dapat memiliki virus herpes tanpa menunjukkan gejala-gejala apapun.

Herpes oral menyebabkan luka atau koreng yang muncnul di bibir. Orang-orang biasanya menderita herpes oral akibat kontak dengan air liur penderita. Meskipun HSV-1 biasanya menyebabkan herpes oral, virus ini dapat menular ke daerah alat kelamin lewat sex oral, terutama apabila orang tersebut memiliki luka atau lepuhan kulit yang terbuka. Seseorang juga dapat menderita herpes oral dan herpes genital secara bersamaan. Saat ini, tidak ada obat untuk penyakit herpes genital. Penyakit ini sangat mudah menular ke orang lain meskipun ia tidak memiliki luka atau lepuhan kulit yang terbuka. Untuk mencegah penularan herpes genital, sangat penting untuk terus menggunakan alat pengaman saat melakukan hubungan seksual.

Gejala herpes genital

Herpes genital tidak selamanya menimbulkan gejala tertentu. Seseorang dapat tidak tahu mereka memiliki virus herpes di dalam tubuh. Saat gejala penyakit muncul, kulit di sekitar dubur atau alat kelamin akan terlihat melepuh dan luka. Luka atau lepuhan kulit akan tampak sekitar 2 hari hingga 3 minggu setelah melakukan hubungan seksual dengan orang yang mengidap herpes genital. Lepuhan kulit tersebut akan terasa sakit dan perih dan membutuhkan waktu mulai dari 2 hingga 6 minggu untuk benar-benar sembuh.

Penderita herpes genital juga akan merasa gatal selama beberapa hari di daerah sekitar alat kelamin. Selain itu, gejala herpes genital yang lain adalah sakit kepala, demam, lelah, kelenjar getah bening yang membengkak, dan sakit otot. Herpes akan sangat menular apabila luka atau lepuhan kulit terbuka. Dokter biasanya akan melakukan diagnosa herpes genital dengan menanyakan gejala apa saja yang dialami oleh pasien serta melakukan pemeriksaan terhadap lepuhan atau luka di sekitar dubur dan alat kelamin. Tes darah serta mengambil sampel kulit yang terluka juga dapat membantu diagnosa kondisi ini (meskipun kedua prosedur medis ini tidak selamanya dibutuhkan).

  • Gejala herpes genital pada laki-laki

Laki-laki lebih rentan untuk menderita herpes genital jika dibandingkan dengan perempuan. Lepuhan, luka, atau blister akan muncul di daerah sekitar penis, dubur, serta cairan tak biasa yang keluar dari penis.

  • Gejala herpes genital pada wanita

Sedang menstruasi dapat menyebabkan herpes genital kambuh. Biasanya wanita sering mengira gejala herpes genital dengan gejala keputihan atau infeksi kandung kemih.

Penularan herpes genital

Herpes genital dapat menular dalam beberapa cara, seperti hubungan seksual anal atau vaginal, serta kontak genital dengan orang yang memiliki virus tersebut; mendapatkan sex oral dari orang yang memiliki lepuhan atau luka kulit terbuka; menyentuh luka atau lepuhan herpes untuk kemudian menyentuh alat kelamin; dan seorang bayi dapat menderita herpes genital apabila saat lahir ibu memiliki virus herpes.

Orang-orang dapat menularkan virus herpes genital tanpa menunjukkan adanya gejala atau tanda-tanda penyakit ini. Virus ini hanya akan menyebar melalui kontak langsung antar manusia, dan tidak akan menular lewat sentuhan dengan benda atau permukaan apapun.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*