Obat Nyeri Dada Pereda Gejala Angina

Obat Nyeri Dada Pereda Gejala Angina

Nyeri dada paling sering menjadi tanda dari penyakit jantung koroner. Dalam dunia medis, nyeri dada kerap dikaitkan dengan salah satu gejala serangan jantung yang disebut sebagai angina pektoris. Konsumsi obat nyeri dada dan konsultasi ke rumah sakit mesti segera dilakukan jika memang Anda mengalami rasa sakit yang makin terasa kuat. 

Nyeri dada yang sering muncul sebagai gejala angina terasa seperti tusukan tajam diikuti oleh rasa panas di bagian dada. Tidak jarang, rasa sakit akibat nyeri di dada akan menjalar hingga ke bagian leher, rahang, lengan, sampai ke punggung. 

Namun, untuk memastikan meminum obat nyeri dada yang mengarah ke tanda-tanda angina tidak boleh sembarangan. Pasalnya, nyeri dada juga memiliki kemungkinan merupakan gejala dari penyakit lain, seperti maag dan paru-paru. Tentu saja obat penangananya tidak bisa disamakan. 

Nyeri Dada akibat Jantung 

Khusus untuk nyeri dada yang diakibatkan masalah otot jantung, ada beberapa gejala khas yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa gejala nyeri dada yang memang mengarah pada masalah jantung. 

  • Tusukan Menjalar 

Nyeri dada akibat masalah jantung biasanya terasa seperti tusukan-tusukan tajam. Tusukan tersebut tidak menetap di bagian dada saja, melainkan menjalar hingga ke bagian lengan kiri dan punggung. 

  • Bertambah dengan Aktivitas 

Sifat nyeri dada akibat masalah jantung bisa hilang dan timbul. Gejala akan terasa makin parah ketika Anda sedang beraktivitas. Sementara ketika sedang beristirahat, rasa nyeri akan terasa berkurang. 

  • Keringat Dingin 

Rasa sakit di dada akibat masalah otot jantung akan membuat Anda mudah mengeluarkan keringat dingin. Keringat bisa sangat deras dengan ukuran bulir yang besar. 

  • Pusing dan Lemas 

Otot jantung yang tidak maksimal memompa darah akan membuat aliran darah ke otak menjadi tersendat. Anda pun akan mudah merasa pusing dan lemas. 

Obat untuk Angina 

Obat nyeri dada akibat masalah jantung umumnya akan menggunakan jenis obat untuk mencegah penggumpalan darah bahkan jika bisa mengencerkannya. Setidaknya ada 4 jenis obat nyeri dada yang mengarah pada angina pektoris yang kerap diresepkan oleh dokter. 

  1. Niktrat 

Contoh obat jenis nitrat di antaranya isosorbide dinitrate ataupun gliseril. Niktrat dikonsumsi guna mencegah serangan angina yang lebih parah. Obat ini mampu merelaksasi pembuluh darah ke jantung sehingga suplai darah dan oksigen bisa bertambah. Efek samping dari konsumsi obat ini adalah detak jantung bertambah cepat, sakit kepala, dan rasa gatal. Namun, efek samping yang terjadi hanya bersifat sementara. 

  1. Penghambat Beta 

Contoh obat yang berjenis penghambat beta, di antaranya acebutolol, atenolol, bisoprolol, carvedilol, metoprolol, nebivolol dan propranolol. Fungsi dari jenis obat ini adalah menurunkan detak jantung sekaligus tekanan darah sehingga beban jantung menjadi lebih ringan. Jenis obat penghambat kerap diresepkan pada pasien jantung untuk pemakaian jangka panjang. Efek samping dari obat ini adalah gangguan tidur, kelelahan, dan kesemutan. 

  1. Penghambat Saluran Kalsium 

Contoh penghambat saluran kalsium, di antaranya diltiazem, nifedipine, amlodipine, dan verapamil. Fungsi dari jenis obat ini adalah merelaksasi pembuluh darah sehingga suplai darah ke jantung dapat ditingkatkan. Penghambat saluran kalsium juga bisa mengobati tekanan darah tinggi dan detak jantung yang tidak teratur. Efek samping penggunaan obat ini, di antaranya sakit kepala, pembengkakan kaki, sampai kulit yang kemerahan. 

  1. Trimetazidine 

Jenis obat yang satu ini mampu mengurangi frekuensi serangan angina yang menimbulkan nyeri dada. Trimetazidine bekerja dengan cara menjaga energi sel otot jantung agar terus bisa bekerja dengan optimal. Hanya saja, tidak jarang orang yang mengonsumsi jenis obat ini akan mengalami masalah pencernaan ringan, seperti mual dan muntah. 

*** 

Adanya efek samping dari penggunaan obat nyeri dada yang mengarah pada masalah jantung membuat Anda mesti sangat berhati-hati mengonsumsinya. Selalu pastikan obat yang Anda konsumsi sesuai dengan resep dokter dan tidak menggunakannya secara sembarangan.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*