Apa Saja Ciri-Ciri Bipolar?

Bipolar adalah salah satu jenis gangguan kepribadian dimana seseorang mengalami gangguan mental yang memicu perubahan suasana hati mereka secara ekstrem. Ciri-ciri bipolar yang dialami penderita merasakan kesenangan atau kesedihan seolah-olah mereka kelebihan energi.

Orang-orang yang menderita bipolar, yang sedang memasuki fase mania, akan terlihat sangat berbeda dengan orang-orang yang menderita bipolar dalam fase depresi. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa seseorang yang menderita gangguan seperti ini memiliki kepribadian ganda.

Orang-orang yang menunjukkan ciri-ciri bipolar seperti ini sebaiknya segera menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis jiwa. Dokter spesialis jiwa dapat membantu orang-orang yang menderita gangguan bipolar untuk menjalani kehidupannya sehari-hari dengan lancar tanpa merasakan perasaan yang ekstrem.

Ciri-ciri bipolar pada umumnya menunjukkan gejala yang berbeda, ada yang mengalami gejala episode mania, namun juga ada yang mengalami gejala depresi. Ada juga orang yang mengalami kedua gejala tersebut.

Ciri-Ciri Bipolar

Selain itu, orang-orang yang mengalami gangguan bipolar tidak setiap saat menunjukkan gejala seperti ini. Beberapa penderita mengalami gangguan bipolar beberapa kali dalam hidupnya. Untuk informasi lebih lanjut, berikut adalah ciri-ciri seseorang yang menunjukkan gangguan bipolar:

  • Bipolar episode mania

Seseorang yang mengalami bipolar episode mania akan merasakan peningkatan drastis pada energinya. Tidak hanya itu, mereka juga akan merasakan euforia dan kreativitasnya yang meningkat. Dengan kata lain, orang-orang yang menunjukkan gejala ini terlihat hiperaktif. Ciri-ciri yang menunjukkan seseorang mengalami bipolar episode mania adalah sebagai berikut:

  • Merasa sangat bahagia dalam jangka lama.
  • Merasa tidak butuh tidur.
  • Berbicara dengan cepat.
  • Tidak bisa diam di tempat.
  • Sangat mudah teralihkan pikirannya.
  • Menganggap kemampuannya yang berlebihan atau overconfidence.
  • Cenderung melakukan risiko tinggi seperti bermain judi.
  • Bipolar episode depresi

Orang-orang yang mengalami bipolar episode depresi menunjukkan gejala yang berbeda dengan bipolar episode mania. Alih-alih menunjukkan perasaan gembira, orang-orang yang mengalami jenis bipolar ini menunjukkan perasaan sedih. Ciri-ciri orang yang mengalami bipolar episode depresi adalah sebagai berikut:

  • Merasa sedih dan tidak punya harapan untuk hidup dalam jangka waktu yang panjang.
  • Tidak tertarik lagi dengan melakukan apa yang sebelumnya dianggap menyenangkan.
  • Cenderung menjauh dari teman atau keluarga.
  • Nafsu makan berubah secara drastis.
  • Merasa sangat lelah.
  • Kurangnya konsentrasi.
  • Cenderung ingin mengakhiri hidup dengan memikirkan kematian.

Cara Untuk Mengatasi Bipolar

Jika Anda mengalami gangguan bipolar, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan untuk mengetahui jika ada yang salah dengan kondisi mental Anda. Dokter kemudian akan menganalisis lebih mendalam masalah Anda.

Setelah itu, Anda perlu menjalani pemeriksaan tambahan berupa tes urine dan tes darah, untuk mengetahui jika Anda menunjukkan ciri-ciri bipolar, atau menunjukkan adanya gangguan yang disebabkan oleh penggunaan obat.

Itulah ciri-ciri bipolar yang perlu Anda ketahui. Jika Anda mengalami gangguan bipolar, Anda sebaiknya jangan menganalisa diri, namun mintalah bantuan dari dokter supaya Anda dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.

Jika ciri-ciri bipolar terjadi secara terus-menerus, maka Anda tidak hanya merugikan diri sendiri, namun juga dapat merugikan orang lain. Oleh karena itu, jika Anda merasa kesusahan dalam menjalani hidup, Anda sebaiknya jangan terus mencari solusi sendiri. Anda pasti membutuhkan bantuan orang lain untuk mengatasi masalah yang Anda alami.

Setiap orang yang mengalami masalah, dimana mereka menunjukkan ciri-ciri bipolar, pasti ada jalan keluar. Mereka hanya ikuti arahan dokter agar mereka berada di jalur yang tepat untuk menjalani hidup.

Read More

Warna Lidah Keunguan? Hati-hati Penyakit Berbahaya Ini

Lidah Anda terdiri dari otot yang dikelilingi oleh jaringan berwarna merah muda yang disebut mukosa dan benjolan-benjolan kecil yang disebut papillae, yang ditutupi oleh ribuan pengecap pada lidah. Namun, tahukah Anda bahwa warna lidah dapat memberikan informasi seputar kesehatan tubuh Anda? Beberapa jenis makanan dan minuman dapat menyebabkan perubahan warna pada lidah. Namun, bakteri pada lidah dan beberapa kondisi medis tertentu juga dapat merubah warna lidah. Lidah yang berwarna ungu atau kebiruan dapat mengindikasikan adanya masalah pada kesehatan, seperti defisiensi vitamin hingga gangguan pada kelenjar adrenal. Warna lidah yang tidak normal juga dapat menjadi tanad kekurangan oksigen di dalam darah, yang mana merupakan sebuah kegawatdaruratan medis.

Penyebab warna lidah menjadi ungu

Penyebab utama warna lidah menjadi ungu adalah noda dari beberapa jenis makanan dan minuman. Beberapa hal yang Anda konsumsi yang dapat membuat lidah tampak berwarna ungu adalah jus anggur, buah blueberry, buah bit, es krim warna biru atau ungu, dan permen. Apabila Anda tidak makan makanan tersebut dan menemukan warna lidah keunguan, mungkin ada gangguan kesehatan seperti di bawah ini:

  • Gangguan sirkulasi darah

Lidah yang berwarna biru atau ungu dapat menjadi tanda darah Anda tidak mengirim cukup oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Atau, darah yang kekurangan oksigen, yang berwarna merah gelap alih-alih merah cerah, bersirkulasi melalui arteri. Perubahan warna kebiruan yang terjadi tersebut disebut dengan istilah cyanosis. Cyanosis dapat disebabkan oleh gangguan yang memengaruhi paru-paru atau jantung, seperti penyakit arteri koroner atau penyakit paru obstruktif kronis (COPD). Warna kebiruan ini sering tidak hanya ditemukan di lidah, tetapi juga di bagian tubuh lain.

Warna lidah juga dapat berubah kebiruan atau keunguan karena kurangnya oksigen yang disebabkan oleh gangguan saluran udara. Dalam situasi-situasi ini, warna lidah yang ungu atau biru merupakan bentuk kegawatdaruratan medis. Panggilah ambulans dan cari pertolongan medis apabila perubahan warna lidah terjadi dan Anda merasakan gejala-gejala seperti napas tersengal-sengal, sesak napas, rasa sakit pada dada, dan pusing atau pingsan.

  • Defisiensi vitamin B2

Vitamin B2, atau dikenal dengan mana riboflavin, merupakan jenis vitamin yang larut dalam air. Daging, ikan, beberapa jenis buah dan sayuran, susu, dan produk olahan susu lain seperti keju dan yogurt mengandung banyak riboflavin. Defisiensi vitamin B2 jarang ditemukan di negara-negara Barat maju. Apabila terjadi, biasanya dihubungkan dengan beberapa jenis gangguan kesehatan seperti anemia. Kondisi ini dapat memengaruhi selaput mukosa Anda, termasuk lidah, dan menyebabkan pembengkakan serta perubahan warna. Selain anemia dan warna lidah keunguan, tanda-tanda atau gejala lain dari defisiensi vitamin B2 adalah tubuh terasa letih, sariawan, bibir pecah-pecah, perubahan mood, dan peradangan kulit.

  • Tumor

Penyakit hemangioma merupakan sebuah tumor non-kanker pada pembuluh darah yang membesar. Meskipun bukan suatu hal yang umum ditemukan, kondisi ini dapat muncul pada rongga mulut, termasuk salah satunya pada lidah. Kondisi ini akan memberikan tampilan bengkak berwarna ungu yang tampak seperti lebam timbul atau benjolan ungu pada permukaan lidah.

Perubahan warna lidah dapat disebabkan oleh banyak alasan, mulai dari noda akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang berwarna ungu, hingga kondisi medis yang serius. Noda akibat makanan dan minuam, seperti jus blueberry dan buah bit merupakan penyebab warna lidah keunguan yang sering terjadi. Apabila Anda tidak minum dan makan makanan tersebut dan menemukan lidah berwarna ungu, hubungi dokter.

Read More

Bagaimana Cara Mengatasi Hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi dimana tubuh manusia mengalami penurunan suhu secara drastis sehingga tidak dapat menghasilkan panas. Orang-orang bisa mengalami hipotermia ketika suhu tubuh berada di 35 derajat Celsius. Jika manusia mengalami hipotermia, maka cara mengatasi hipotermia adalah menghindari dari suhu dingin.

Hipotermia terjadi karena orang-orang tidak tahan terhadap tempat yang memiliki cuaca dingin seperti di pegunungan. Jika tidak tahan terhadap cuaca yang dingin, maka organ-organ di dalam tubuh akan mengalami kerusakan sehingga bisa mengakibatkan kematian.

Gejala Hipotermia

Jika seseorang mengalami hipotermia, maka mereka akan kemungkinan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Tubuh gemetar.
  • Nafas pendek dan lemah.
  • Mengantuk dan merasa lelah.
  • Kebingungan dan hilangnya ingatan.
  • Berbicara dengan tidak jelas atau melantur.
  • Denyut nadi lemah.
  • Pingsan.

Penyebab Hipotermia

Orang-orang yang mengalami hipotermia disebabkan karena:

  • Cuaca dingin

Sebagian orang memiliki daya tahan tubuh lemah sehingga tidak dapat bertahan di tempat yang memiliki cuaca dingin seperti pegunungan.

  • Kondisi medis

Orang-orang yang memiliki riwayat medis seperti diabetes dan tiroid dapat mempengaruhi kondisi tubuh. Tidak hanya itu, orang-orang yang mengkonsumsi obat-obatan atau alkohol dapat meningkatkan risiko hipotermia.

Orang-Orang Yang Berpotensi Mengalami Hipotermia

Selain itu, orang-orang yang berpotensi mengalami hipotermia adalah:

  • Orang-orang yang tidak tahan terhadap cuaca dingin.
  • Bayi.
  • Lansia.
  • Orang-orang yang menggunakan alkohol atau obat-obatan.
  • Orang-orang yang memiliki penyakit jiwa.

Diagnosis

Untuk mengetahui seberapa parah suhu tubuh manusia yang disebabkan oleh hipotermia, dokter akan melakukan diagnosis dengan menggunakan termometer khusus. Setelah menggunakan termometer, dokter akan mengetahui jika manusia mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Hipotermia ringan

Suhu tubuh manusia berada di antara 32 sampai 35 derajat Celsius.

  • Hipotermia sedang

Suhu tubuh manusia berada di antara 28 sampai 32 derajat Celsius.

  • Hipotermia berat

Suhu tubuh manusia berada di bawah 28 derajat Celsius.

Cara Mengatasi Hipotermia

Jika Anda mengalami hipotermia, cara mengatasi hipotermia adalah sebagai berikut:

  • Hindari tempat yang dingin dan cari tempat untuk beristirahat seperti penampungan atau membuat tenda jika Anda berjalan-jalan di tempat outdoor.
  • Hangatkan diri dengan menggunakan api dan gunakan pakaian hangat seperti jaket atau selimut.
  • Bila perlu, Anda dapat melakukan kontak kulit ke kulit dengan orang lain untuk mentransfer panas ke tubuh Anda.
  • Untuk membantu menghangatkan tubuh, Anda sebaiknya minum air hangat dan jangan minum minuman yang mengandung alkohol.
  • CPR (cardiopulmonary resuscitation) juga dapat dilakukan bila Anda tidak sadarkan diri.

Cara mengatasi hipotermia dapat dilakukan dalam beberapa menit. Setelah pasien menyadarkan diri, mereka akan menunjukkan tanda-tanda dimana mereka berhenti gemetar dan bisa tersenyum. Artinya, mereka akan mulai pulih. Jika pasien menunjukkan tanda-tanda dimana mereka berhenti gemetar, namun belum bisa tersenyum, maka kondisinya semakin parah.

Jika seseorang mengalami kondisi parah yang disebabkan oleh hipotermia, mereka sebaiknya dibawa ke rumah sakit dimana mereka akan dihangatkan dengan cairan IV, diberi bantuan oksigen, atau melakukan cuci rongga perut (peritoneal lavage).

Cara mengatasi hipotermia tidak dianjurkan melalui kontak fisik jika seseorang mengalami gejala yang disebabkan oleh hipotermia, bahkan jika kondisinya parah. Itu juga berarti seseorang tidak dapat melakukan hubungan intim dengan pasangannya, karena dapat memicu suhu tubuh panas yang ditransfer secara tiba-tiba sehingga detak jantung bergerak secara tidak teratur hingga kematian karena serangan jantung.

Oleh karena itu, cara mengatasi hipotermia sebaiknya dilakukan sesuai yang dianjurkan di atas. Jika kondisinya memburuk, Anda hanya perlu bawa ke rumah sakit supaya kondisi pasien dapat ditangani secara profesional.

Read More

Ibu Hamil Berpenyakit Rubella Sebabkan Bayi Lahir Cacat

Rubella, atau biasa disebut dengan penyakit campak Jerman, merupakan sebuah infeksi virus yang dapat menyebabkan ruam merah di seluruh tubuh. Selain ruam merah yang gatal, mereka yang terkena penyakit rubella biasanya juga mengalami demam dan kelenjar getah bening yang bengkak. Infeksi ini dapat menyerang dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan tetesan kecil dari bersin atau batuk milik penderita. Selain itu, Anda dapat terinfeksi rubella dengan berbagi makanan dan minuman dengan orang yang terinfeksi.

Campak jerman sangat jarang terjadi di Amerika Serikat. Dengan dikenalkannya vaksin rubella pada tahun 1960, kasus rubella menurun drastis sejak itu. Akan tetapi, penyakit ini masih sering dijumpai di belahan dunia lain, dan biasanya menyerang anak-anak berusia 5 hingga 9 tahun. Penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa.

Campak Jerman merupakan infeksi yang ringan dan biasanya akan pergi dengan sendirinya dalam satu minggu, bahkan tanpa perlu perawatan medis khusus. Akan tetapi, campak ini dapat menjadi sebuah kondisi yang serius terutama pada wanita hamil, karena dapat menyebabkan sindrom rubella bawaan pada janin. Sindrom rubella bawaan dapat mengganggu perkembangan bayi di dalam rahim dan dapat menyebabkan cacat lahir serius seperti ketidaknormalan jantung, tuli, dan bahkan kerusakan otak. Penting untuk mendapatkan perawatan secepatnya apabila Anda sedang hamil dan memiliki gejala atau tanda-tanda rubella.

Gejala rubella terkadang sangat ringan sehingga sulit untuk diketahui. Gejala baru benar-benar akan muncul setelah 2 atau tiga minggu setelah paparan pertama virus rubella. Gejala tersebut seperti ruam merah atau merah mudah pada wajah yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh, demam ringan, kelenjar getah bening yang membengkak, hidung meler atau tersumbat, sakit kepala dan sakit otot. Walaupun gejala yang disebutkan terdengar ringan, Anda harus menghubungi dokter dengan segera terutama apabila sedang hamil.

Dampak rubella pada ibu hamil

Ketika ibu hamil terjangkit penyakit rubella, virus dapat ditularkan pada janin yang ada di dalam kandungan melalui aliran darah. Hal ini disebut sebagai sindrom rubella bawaan. Sindrom rubella merupakan kondisi kesehatan serius karena dapat mengakibatkan keguguran dan lahir prematur. Sindrom rubella bawaan juga dapat menyebabkan cacat lahir bayi, seperti pertumbuhan yang tertunda, cacat intelektual, cacat jantung, tuli, dan organ-organ tubuh yang berfungsi dengan tidak normal. Di seluruh dunia, diperkirakan terdapat 100 ribu kasus sindrom rubella bawaan setiap tahunnya. Cacat yang paling umum terjadi adalah tuli. Beberapa penyakit lain seperti katarak, anemia, hepatitis, kerusakan pada retina, gangguan hati, limpa, dan sumsum tulang juga merupakan risiko yang ditimbulkan oleh sindrom rubella bawaan. Perkembangan anak juga dapat terganggu, dengan masalah perkembangan seperti autisme, schizophrenia, kesulitan dalam belajar, dan diabetes tipe 1. Namun, apabila rubella terjangkit setelah 20 minggu kehamilan, masalah-masalah kesehatan jarang terjadi. Seseorang harus melakukan tes kekebalan  rubella sebelum memutuskan untuk hamil, setidaknya 28 hari sebelum mencoba mengandung.

Kebanyakan kasus rubella dapat dirawat di rumah. Dokter akan meminta Anda untuk mendapatkan banyak istirahat dan meminum acetaminophen, yang dapat meredakan rasa tidak nyaman akibat demam dan sakit kepala. Dokter juga akan merekomendasikan Anda untuk tetap tinggal di rumah, tidak bepergian atau pergi bekerja untuk mencegah penyebaran virus ini. Bagi ibu hamil, rubella dapat diobati dengan menggunakan antibodi yang disebut hiperimun globulin yang dapat melawan virus. Pengobatan ini dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan. Namun, masih ada risiko bayi terkena sindrom rubella bawaan.

Read More

Waspadai Bila Anda Sering Mulas, Mungkin Itu GERD

waspada mulas gerd

Jangan abaikan rasa mulas yang sering terjadi karena bisa saja itu adalah GERD. Menurut pakar gastroentologi, Joel Richter, setiap orang pasti pernah merasakan mulas tetapi saat rasa mulas itu semakin parah, dua sampai tiga kali seminggu misalnya, itu bisa saja gejala GERD.

GERD dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari karena mengakibatkan sakit tenggorokan dan nyeri pada dada.

Ketika Anda mulas parah

Studi di Amerika menyebutkan bahwa 15 juta warga Amerika baik anak-anak maupun orang dewasa mengalami GERD. Banyak dari mereka yang mengalami mulas sebagai gejala awal. Akar dari permasalahan ini adalah lemahnya katup pemisah antara kerongkongan dan perut.

Alasan pasti mengapa hal ini bisa terjadi masih menjadi pertanyaan di antara para ahli namun para dokter menyimpulkan bahwa katup sering tidak berfungsi dengan baik pada orang-orang yang:

  • Memiliki kelebihan berat badan. Lemak yang tertimbun pada perut dapat menekan katup sehingga menjadi lemah dan terbuka
  • Hamil. Saat masa kehamilan, hormon berperan penting dalam melemaskan katup. Dan karena janin yang terus berkembang, tekanan pada perut semakin besar dan membuat asam lambung naik
  • Menderita hiatal hernia. Kelainan pada abdomen yang menyebabkan otot katup tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

GERD bisa saja ditandai dengan rasa mulas parah termasuk kesulitan menelan dan gumpalan yang terasa di kerongkongan. Jika tidak segera dilakukan tindakan dan perubahan pola hidup sehat, gejala ini akan semakin parah.

Perubahan pola hidup dapat mencegah GERD

Sering mengalami mulas parah? Mungkin ini saatnya mengubah pola makan dan gaya hidup menjadi lebih sehat. Mulai dari pola tidur hingga cara makan – pola hidup sehat dapat membantu Anda menghindari mulas dan gejala GERD lainnya.

Jika Anda memiliki kelebihan berat badan, tak ada salahnya mulai menerapkan gaya hidup sehat dengan menurunkan berat agar lebih ideal. Dalam GERD, berat badan menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah komplikasi terjadi. Menurut penelitian, mulas parah kerap terjadi pada orang-orang berbadan gemuk atau yang mengalami obesitas. Mulas ini disertai iritasi di bagian kerongkongan.

Terlalu banyak makan juga menyebabkan rasa mulas yang parah karena refluks asam lambung. Terutama saat makan malam dimana orang cenderung makan lebih banyak.

Meski begitu, kondisi GERD setiap orang berbeda-beda dan menghindari makanan tertentu seperti makanan pedas ataupun makanan asam, belum tentu bisa menyembuhkan GERD.

Pengobatan untuk mulas parah

H2 blocker dan proton pum inhibitor adalah dua kandungan obat yang sering digunakan untuk mengatasi mulas parah. Keduanya berfungsi untuk mengurangi jumlah produksi asam lambung sehingga tidak sampai naik ke kerongkongan.

Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dapat membantu Anda menentukan apakah kondisi mulas yang Anda alami termasuk dalam gejala GERD atau tidak:

  • Apakah Anda mengalami mulas lebih dari tiga kali dalam seminggu?
  • Apakah Anda sering mengalami rasa panas dan nyeri di bawah tulang dada?
  • Apakah gejala yang Anda alami semakin parah setelah makan?
  • Apakah Anda tidak bisa lepas dari Antacid untuk meredakan gejala Anda?
  • Apakah gejala yang Anda alami semakin parah saat Anda berbaring?
  • Apakah mulut Anda terasa asam?
  • Apakah Anda kesulitan tidur di malam hari?
  • Apakah Anda memiliki asma yang semakin parah ketika sedang mulas?
  • Apakah suara Anda menjadi parau saat mulas?
  • Apakah gejala-gejala mulas tersebut menganggu rutinitas Anda?

Jika sebagian besar jawabannya adalah iya, maka kemungkinan besar Anda terkena GERD.

Read More

Radiasi Sinar Alfa: Terapi Baru yang Berhasil Menyembuhkan 70% Tumor Ganas

pengidap tumor ganas

Kanker merupakan penyakit yang paling sulit disembuhkan, namun banyak diderita manusia. Di tahun 2018 saja, diketahui ada 17 juta kasus dan 9,6 juta kematian karena kanker di dunia – di mana 33% di antaranya disebabkan paparan terhadap asap tembakau.

Meskipun demikian, pengobatan kanker juga terus berkembang seiring perkembangan zaman. Salah satu terobosan terbaru di tahun 2018 adalah terapi radiasi alfa yang dipopulerkan oleh salah satu startup medis di Israel, Alpha Tau. Konon, terapi ini dianggap dapat mengeliminasi 70% tumor ganas. Kini, teknologi mereka sedang berada dalam tahap penelitian klinis untuk beberapa jenis spesifik kanker dan menunjukkan potensi untuk menyembuhkan tumor apa pun. Akan tetapi, bagaimana cara kerja dan keamanannya? Selain itu, apakah terobosan ini akan segera masuk ke pasar dunia kesehatan?

Radiasi Sinar Alfa untuk Membunuh Sel Lanker

Lima belas tahun yang lalu, Profesor Yona Keisari dan Itzhak Kelson dari Universitas Tel Aviv menemukan sebuah cara untuk menggunakan radiasi alfa untuk membunuh tumor. Caranya cukup revolusioner – radiasi alfa cukup kuat sehingga dapat langsung memutus kedua untai DNA sel kanker, tetapi tidak mengganggu jaringan sehat di sekitarnya.

Meskipun demikian, radiasi alfa tidak dapat berpindah lebih dari 50 mikron (1/20 milimeter) dalam jaringan manusia. Dengan demikian, untuk menyembuhkan tumor seukuran 5 cm, akan dibutuhkan ratusan ribu partikel alfa – sesuatu yang tidak mungkin untuk dilakukan.

Keisari dan Kelson menemukan sebuah perkembangan baru pada temuannya. Saat dipaparkan melalui isotop tertentu dari elemen radium, radiasi alfa dapat bergerak sebanyak 3 mm. Isotop dari Radium 224 melepaskan atom yang dapat berdifusi ke dalam tumor dan melepaskan partikel alfanya sendiri.

Alpha Tau merupakan satu-satunya perusahaan yang menggunakan radiasi alfa untuk membersihkan tumor. Sedangkan, semua jenis brankiterapi lain menggunakan radiasi sinar beta atau gamma. “Tetapi hanya memutus satu untai DNA, sehingga sel tersebut bisa muncul kembali,” tutur Uzi Sofer, pendiri Alpha Tau.

Saat sel sehat di sekitar tumor tidak dihancurkan bersama dengan kanker, sistem imun akan menyerang jenis tumor berbeda yang ada dalam tubuh. Kejadian inilah yang menyebabkan 85% pasien kanker berakhir dengan kematian.

Teknologi Alpha DaRT Tidak Memberikan Efek Samping

Terapi kanker yang sekarang diterapkan kebanyakan memanfaatkan radioterapi yang bukan hanya membunuh sel kanker, tetapi juga sel sehat – ditandai dengan kerontokan rambut, muntah, dan lain sebagainya. Efek samping ini bukan hanya membuat penderitanya hilang semangat untuk terapi, tetapi juga keluarga yang menemani dan merawat mereka.

Lain dengan teknologi Alpha DaRT – singkatan dari Diffusing Alpha-emitters Radiation Therapy – yang diketahui memiliki fungsi spesifik hanya membunuh sel kanker dan tidak memberi efek apa pun pada jaringan sehat di sekitarnya. Selain itu, penelitian juga belum menemukan efek samping sistemik di dalamnya.

Alpha DaRT dikatakan sangat efektif dan cocok untuk terapi radiasi kanker solid. Cara kerjanya adalah dengan langsung memasukkan senyawa ke dalam tumor, kemudian biji Alpha DaRT akan langsung melepaskan dosis berenergi tinggi dalam rentang ukuran beberapa milimeter – inilah alasannya mengapa teknologi ini tidak memengaruhi sel sehat.

Selain itu, terapi Alpha DaRT juga dapat diberikan hanya dengan penggunaan anestesi lokal dan dapat dikombinasi dengan kemoterapi dan imunoterapi untuk meningkatkan efektivitas.

Sudah Memasuki Tahap Penelitian Klinis

Penelitian klinis DaRT dijadwalkan untuk dilakukan pada tahun 2019 dan akan berlangsung di Perancis, Montreal, New York, Rusia, dan Israel. Penelitian lain juga akan dilakukan pada lebih dari 20 indikasi – seperti kanker pankreas, prostat, payudara, vulvar, serviks, ginjal, dan kolon – pada fasilitas kesehatan di lebih dari 25 negara.

Di bawah kepemimpinan Sofer, Alpha Tau sekarang memiliki 26 staff di Israel, termasuk professor yang menemukan teknologi ini. Pada uji klinis selanjutnya, Sofer berharap Alpha DaRT akan menerima persetujuan Uni Eropa di tahun 2020 diikuti dengan Amerika dan Jepang di tahun 2022.

“Kami sudah menyelamatkan banyak nyawa dalam penelitian,” ungkapnya. “Saya merasa sangat senang melihat pasien yang telah putus asa, kemudian 60 hari setelah mendapat terapi, mendengar bahwa mereka sudah terbebas dari kanker dan tidak ada lagi sel tumor dalam tubuhnya. Saya sudah memasuki bisnis ini selama beberapa tahun, tetapi ini adalah bagian yang paling menyenangkan untuk saya.”

Read More

Konstipasi: Risiko Penyebab dan Penanganan yang Tepat

risiko penyebab konstipasi

Sistem pencernaan sebenarnya dapat bekerja dengan sangat efisien. Dalam waktu beberapa jam, ia dapat menyerap nutrisi dari asupan yang Anda makan dan minum, mengolahnya menjadi aliran darah, dan menyiapkan bahan sisanya untuk dibuang. Bahan itu melewati sekitar 6 meter usus sebelum akhirnya disimpan sementara di usus besar, di mana kandungan air akan dikeluarkan. Residunya akan diekskresikan melalui usus dalam satu atau dua hari.

Proses pengeluaran sisa makanan berupa kotoran ini akan bergantung pada pola makan, usia, dan aktivitas harian Anda. Biasanya, pola buang air besar tiap orang berbeda, hal ini dapat berarti tiga kali sehari hingga tiga per minggu.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa jika residu makanan yang menjadi feses tersimpan lama di usus besar, maka akan semakin sulit tinja untuk keluar karena sudah terlalu keras akibat air yang terlalu banyak terserap. Kotoran yang normal seharusnya tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak. Normalnya, Anda tidak seharusnya kesulitan saat mengeluarkannya.

Penyebab Konstipasi

Konstipasi atau sembelit dapat diakibatkan oleh beberapa hal. Namun, penyebab utamanya adalah gaya dan pola hidup yang tidak sehat, khususnya untuk asupan makanan dan minuman harian di mana seseorang tidak makan cukup serat atau minum air putih yang sebanyak yang dibutuhkan. Selain itu, kurangnya waktu berolahraga dan kebiasaan menahan diri saat ingin buang air juga menjadi penyebab konstipasi terjadi.

Bahkan, konstipasi kronis yang persisten dapat juga menjadi gejala dari kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti sindrom iritasi usus, kanker kolorektal, diabetes, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, depresi, atau kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Meskipun begitu, perlu dipahami bahwa rutinitas buang air besar seseorang cenderung bervariasi bergantung pada usia, pola makan, dan aktivitas. Bayi yang diberi susu botol, misalnya, cenderung memiliki kotoran yang lebih keras dan sering mengalami sembelit dibandingkan bayi yang diberi ASI. Selanjutnya. sebagian anak juga mengalami sembelit karena terlalu sering menahan buang air di sekolah. Begitu pula dengan balita yang sering sembelit selama toilet training karena dia tidak mau atau takut untuk menggunakan toilet. Anak-anak juga dapat mengalami sembelit karena mengonsumsi makanan tertentu, seperti produk susu.

Berbeda dengan anak-anak, orang tua kerap mengalami sembelit karena asupan makanan berserat dan cairan tubuh yang kurang. Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama juga menjadi alasan mengapa konstipasi terjadi. Beberapa jenis obat-obatan juga kerap menyebabkan sembelit seperti narkotika, diuretik, suplemen zat besi, antasida, dan obat-obatan untuk tekanan darah, kejang, dan depresi.

Penanganan Konstipasi

Secara umum, cara tepat untuk menangani konstipasi atau sembelit adalah dengan melakukan pola hidup yang sehat, mulai dari:

  1. Perbanyak asupan serat seperti sayuran dan buah setiap hari
  2. Perhatikan asupan air putih dan hindari minuman beralkohol
  3. Biasakan olahraga
  4. Hindari kebiasaan menahan buang air
Read More