Gejala Gigi Avulsi yang Perlu Dipahami

Kondisi di mana gigi terlepas dari soketnya di rongga mulut disebut dengan gigi avulsi, pada umumnya terjadi karena benturan di mulut atau cedera akibat olahraga. Gigi yang terlepas masih bisa kembali dipasang pada soketnya, namun tindakan ini dapat terjadi apabila dilakukan segera setelah gigi tersebut lepas.

Ketika gigi terlpas dan masih terliha utuh, sangat direkomendasikan untuk segera di bawah ke dokter gigi dalam kurun waktu 30 menit. Apabila hal ini dilaksanakan, maka potensi keberhasilan perawatan dan pemasangan terhadap gigi yang lepas tersebut masih sangat tinggi. Namun, apabila gigi yang lepas tak kunjung dipasang kembali dalam dua jam, maka peluang untuk dipasang sedikit.

Tanda Gigi Avulsi

Kondisi ini termasuk dalam cedera gigi atau cedera dental, dalam cedera ini akan muncul rasa nyeri di sekitar gigi hingga rahang dan merupakan gejala yang sering terjadi. Rasa nyeri juga muncul ketika seseorang mencoba mengunyah makanan dan pada saat adanya perubahan suhu. Selain itu, terdapat pula kemungkinan adanya perdarahan dan pembengkakan.

Apabila kondisi ini terjadi dikarenakan benturan, beberapa gejala yang akan muncul adalah seperti luka di pipi dan bibir. Penyebab utama dan paling sering dari kondisi ini adalah trauma fisik yang diakibatkan benturan atau cedera ketika sedang berolahraga maupun mengalami celaka. Kondisi ini juga mudah didiagnosis oleh dokter, dengan hanya melihat keadaan rongga mulut secara langsung.

Cara Mengobati

Jika yang terlepas adalah gigi susu, maka segera ambil kain kasa yang bersih dan gigit kasa tersebut selama kurang lebih 15 menit. Langkah ini bisa membantu penderita untuk mengontrol pendarahan yang terjadi, gigi susu yang mengalami kondisi ini sangat tidak disarankan untuk kembali ditanam, karena apabila dilakukan hanya akan mengganggu pertumbuhan gigi permanen di bawahnya.

Sementara itu terdapat cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini terhadap gigi permanen. Cara ini meliputih beberapa langkah yang harus dilakukan dengan benar dan tidak asal-asalan, berikut di antaranya.

  • Ketika gigi lepas, segera ambil gigi permanen tersebut untuk selanjutnya dibersihkan sebelum ditanam kembali.
  • Perhatikan cara mengambil gigi, cukup pegang mahkotanya saja dan jangan sampai menyetuh akar dari gigi tersebut.
  • Setelah dibersihkan, letakkan kembali gigi ke tempat semula dalam rongga mulut untuk kemudian dipasang kembali.
  • Kemudian gigit dilandasi dengan kain selama beberapa menit, tujuannya agar posisi gigi bisa bertahan.
  • Setelah itu pergi ke dokter gigi untuk melakukan konsultasi, kondisi ini termasuk darurat medis yang harus segera mendapatkan penanganan.

Apabila tidak dapat memasukkan gigi kembali ke posisi semula di rongga mulut, maka bisa direndam dalam susu dan kemudian hubungi atau kunjungi dokter.

Segera berkonsultasi atau memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gigi lepas, apabila berhasil melakukan pemasangan atau tanam gigi kembali di rumah, tetap lakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapat penanganan tepat. Selain itu, pasien juga bisa bertanya mengenai langkah selanjutnya usai mengalami gigi lepas dan proses menanam kembali gigi yang lepas tersebut dengan benar.

Cara Mencegah Gigi Avulsi

Penyebab utama terjadinya kondisi ini adalah karena cedera, langkah terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menghindari cedera atau kecelakaan. Sangat disarankan untuk menggunakana alat pelindung kepala dan wajah, terutama saat berolahraga. Bisa juga dengan menggunakan pelindung gigi atau mouth guard.

Read More

Cercarial Dermatitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Cercarial dermatitis sering disebut juga dengan gatal perenang (swimmer's itch)

Apakah Anda suka berenang di perairan terbuka, seperti danau dan kolam air tawar atau asin? Hati-hati ya, aktivitas tersebut dapat menyebabkan gatal-gatal dan ruam. Nah, kondisi inilah yang dinamakan cercarial dermatitis, yaitu ruam gatal yang muncul ketika Anda selesai berenang di perairan terbuka. Oleh sebab itu, yuk cari tahu gejala, penyebab, dan cara mencegah cercarial dermatitis, agar kegiatan berenang Anda tidak menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.

Penyebabnya

Cercarial dermatitis sering disebut juga dengan gatal perenang (swimmer’s itch). Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh reaksi alergi terhadap parasit yang masuk ke dalam kulit Anda ketika berenang di perairan terbuka.

Parasit tersebut biasanya hidup di hewan unggas air dan beberapa mamalia lainnya, lalu dilepaskan ke dalam air. Jika seseorang bukan merupakan inang yang cocok bagi parasit tersebut, maka ia akan segera mati ketika berada di kulit Anda. 

Beberapa contoh hewan unggas dan mamalia yang menjadi tempat hidup parasit penyebab cercarial dermatitis adalah angsa, bebek, burung camar, berang-berang, dan muskrat. Telur parasit akan masuk ke dalam air melalui kotoran inangnya. 

Sebelum menginfeksi hewan unggas, mamalia, atau manusia, parasit akan hidup dalam jangka waktu tertentu pada hewan sejenis siput. Biasanya, siput ini hidup di dekat garis pantai. Inilah mengapa cercarial dermatitis paling sering terjadi di perairan dangkal.

Gejala cercarial dermatitis

Ruam gatal yang muncul tampak seperti jerawat kemerahan atau lecet di kulit. Gejala ini dapat muncul dalam beberapa menit atau hari setelah Anda berenang di perairan terbuka. Sering kali, gatal hanya menyerang bagian kulit yang terbuka atau kulit yang tidak tertutup pakaian renang. Gejala dapat semakin memburuk jika terlalu sering terpapar parasit penyebab cercarial dermatitis. 

Faktor risiko

Parasit penyebab cercarial dermatitis hidup di dalam darah unggas air dan mamalia yang hidup di dekat kolam dan danau. Semakin sering Anda menghabiskan waktu berenang di perairan terbuka, semakin tinggi risiko Anda mengalami cercarial dermatitis. 

Selain itu, anak-anak mungkin lebih berisiko terpapar parasit, karena cenderung bermain di air dangkal dan seringnya, tidak mengeringkan badan dengan handuk. Beberapa orang mungkin lebih sensitif dan memiliki kepekaan yang meningkat setiap kali terpapar parasit penyebab gatal perenang.

Tips mencegah cercarial dermatitis 

Untuk mengurangi risiko paparan parasit penyebab cercarial dermatitis, cobalah beberapa tips berikut.

  1. Hindari berenang di area di mana cercarial dermatitis adalah masalah yang diketahui atau ada peringatan terkait kemungkinan kontaminasi parasit. 
  2. Hindari berenang di daerah berawa di mana siput banyak ditemukan.
  3. Jika memungkinkan, hindari garis pantai. Anda mungkin lebih berisiko terpapar parasit jika terlalu lama berenang di dekat pantai.
  4. Bilas badan setelah berenang, terutama kulit yang terpapar dengan air bersih sesegera mungkin setelah berenang. Lalu, keringkan kulit Anda dengan handuk. 
  5. Sering-seringlah mencuci pakaian renang Anda.
  6. Hindari memberi makan burung di dekat dermaga atau area berenang.
  7. Gunakan tabir surya yang tahan air  (waterproof). Upaya ini dapat melindungi kulit dari parasit penyebab cercarial dermatitis. 

Rasa gatal yang muncul memang sangat tidak nyaman, tetapi biasanya dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Sementara itu, Anda dapat membantu meredakan rasa gatal dengan obat bebas maupun resep. Cercarial dermatitis tidak menular. Jadi, Anda tidak perlu khawatir tertular gatal-gatal dari seseorang yang mengalaminya.

Read More

Komplikasi Pneumonia yang Perlu Anda Ketahui

Komplikasi Pneumonia yang Perlu Anda Ketahui

Komplikasi pneumonia adalah kondisi infeksi virus, atau jamur yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. Menurut WHO, komplikasi pneumonia menyumbang 15 persen, tepatnya 808.694 jiwa dari seluruh kematian anak di bawah usia 5 tahun di dunia. Pneumonia memiliki gejala yang mirip dengan flu sehingga kondisi ini sering kali diabaikan. Padahal pneumonia bisa sangat berbahaya karena dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi yang bisa mengancam jiwa penderitanya.

Meski memakan banyak korban anak-anak, kondisi ini sebetulnya dapat menimpa siapa saja. Akan tetapi, komplikasi pneumonia lebih sering terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti anak kecil dan orang tua. Beberapa komplikasi pneumonia yang mungkin terjadi, di antaranya:

  1. Bakteremia

Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, mereka juga bisa masuk ke dalam darah dan menyebarkan infeksi ke organ lain hingga berpotensi menyebabkan kegagalan organ. Kondisi ini disebut dengan bakteremia. Bakteremia juga dapat menyebabkan situasi serius yang dikenal sebagai syok septik. Ini merupakan reaksi terhadap infeksi dalam darah yang bisa membuat tekanan darah menjadi terlalu rendah sehingga jantung tak dapat memompa cukup darah ke organ-organ tubuh lainnya.

 Segera cari bantuan medis apabila Anda merasakan gejala berupa demam, jantung berdetak kencang, napas cepat, menggigil, tekanan darah rendah, perut tidak nyaman, dan kebingungan. Dokter mungkin akan memberi antibiotik untuk mengatasi bakteremia.

  1. Abses paru-paru

Terkadang, pneumonia dapat menyebabkan terbentuknya kantong nanah (abses) di paru-paru. Kondisi ini lebih mungkin terjadi apabila Anda memiliki riwayat penyakit gusi, menderita bakteremia, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan menyalahgunakan alkohol. Jika Anda memiliki gejala berikut segera hubungi dokter:

  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celcius
  • Batuk nanah
  • Berkeringat di malam hari
  • Tidak merasa lapar
  • Berat badan turun tiba-tiba
  • Kelelahan.
  1. Gagal napas

Gagal napas merupakan salah satu komplikasi pneumonia yang mengancam jiwa. Kondisi ini terjadi ketika paru-paru tidak dapat mengirim cukup oksigen atau membuang karbon dioksida dalam darah sehingga Anda perlu menggunakan ventilator. Kebutuhan oksigen yang tak tercukupi dapat menyebabkan organ tubuh berhenti bekerja. Saat mengalami gagal napas, Anda dapat merasakan gejala seperti tidak mendapat cukup udara, napas cepat, detak jantung tidak teratur, kebingungan, kebiruan pada kulit, ujung jari, atau bibir, kegelisahan yang ekstrem, kelelahan, berkeringat, dan hilang kesadaran.

  1. Efusi pleura 

Pneumonia dapat menyebabkan cairan menumpuk pada pleura, yaitu ruang tipis antara lapisan jaringan yang melapisi paru-paru dan rongga dada. Penumpukan cairan di sekitar paru-paru ini disebut dengan efusi pleura. Jika cairan tersebut terinfeksi, maka dapat menyebabkan empiema (penumpukan nanah di pleura). 

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala nyeri dada yang parah saat bernapas, batuk atau bersin, nyeri yang menjalar ke punggung atau bahu, demam, dan sulit bernapas. Dokter mungkin akan melakukan prosedur untuk menghilangkan cairan dari tubuh Anda dengan menggunakan jarum medis. 

  1. Gagal ginjal 

Ketika Anda mengalami bakteremia atau syok septik, jantung tak dapat memompa cukup darah ke ginjal. Meski bukan komplikasi umum dari pneum

Read More

Obat Nyeri Dada Pereda Gejala Angina

Obat Nyeri Dada Pereda Gejala Angina

Nyeri dada paling sering menjadi tanda dari penyakit jantung koroner. Dalam dunia medis, nyeri dada kerap dikaitkan dengan salah satu gejala serangan jantung yang disebut sebagai angina pektoris. Konsumsi obat nyeri dada dan konsultasi ke rumah sakit mesti segera dilakukan jika memang Anda mengalami rasa sakit yang makin terasa kuat. 

Nyeri dada yang sering muncul sebagai gejala angina terasa seperti tusukan tajam diikuti oleh rasa panas di bagian dada. Tidak jarang, rasa sakit akibat nyeri di dada akan menjalar hingga ke bagian leher, rahang, lengan, sampai ke punggung. 

Namun, untuk memastikan meminum obat nyeri dada yang mengarah ke tanda-tanda angina tidak boleh sembarangan. Pasalnya, nyeri dada juga memiliki kemungkinan merupakan gejala dari penyakit lain, seperti maag dan paru-paru. Tentu saja obat penangananya tidak bisa disamakan. 

Nyeri Dada akibat Jantung 

Khusus untuk nyeri dada yang diakibatkan masalah otot jantung, ada beberapa gejala khas yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa gejala nyeri dada yang memang mengarah pada masalah jantung. 

  • Tusukan Menjalar 

Nyeri dada akibat masalah jantung biasanya terasa seperti tusukan-tusukan tajam. Tusukan tersebut tidak menetap di bagian dada saja, melainkan menjalar hingga ke bagian lengan kiri dan punggung. 

  • Bertambah dengan Aktivitas 

Sifat nyeri dada akibat masalah jantung bisa hilang dan timbul. Gejala akan terasa makin parah ketika Anda sedang beraktivitas. Sementara ketika sedang beristirahat, rasa nyeri akan terasa berkurang. 

  • Keringat Dingin 

Rasa sakit di dada akibat masalah otot jantung akan membuat Anda mudah mengeluarkan keringat dingin. Keringat bisa sangat deras dengan ukuran bulir yang besar. 

  • Pusing dan Lemas 

Otot jantung yang tidak maksimal memompa darah akan membuat aliran darah ke otak menjadi tersendat. Anda pun akan mudah merasa pusing dan lemas. 

Obat untuk Angina 

Obat nyeri dada akibat masalah jantung umumnya akan menggunakan jenis obat untuk mencegah penggumpalan darah bahkan jika bisa mengencerkannya. Setidaknya ada 4 jenis obat nyeri dada yang mengarah pada angina pektoris yang kerap diresepkan oleh dokter. 

  1. Niktrat 

Contoh obat jenis nitrat di antaranya isosorbide dinitrate ataupun gliseril. Niktrat dikonsumsi guna mencegah serangan angina yang lebih parah. Obat ini mampu merelaksasi pembuluh darah ke jantung sehingga suplai darah dan oksigen bisa bertambah. Efek samping dari konsumsi obat ini adalah detak jantung bertambah cepat, sakit kepala, dan rasa gatal. Namun, efek samping yang terjadi hanya bersifat sementara. 

  1. Penghambat Beta 

Contoh obat yang berjenis penghambat beta, di antaranya acebutolol, atenolol, bisoprolol, carvedilol, metoprolol, nebivolol dan propranolol. Fungsi dari jenis obat ini adalah menurunkan detak jantung sekaligus tekanan darah sehingga beban jantung menjadi lebih ringan. Jenis obat penghambat kerap diresepkan pada pasien jantung untuk pemakaian jangka panjang. Efek samping dari obat ini adalah gangguan tidur, kelelahan, dan kesemutan. 

  1. Penghambat Saluran Kalsium 

Contoh penghambat saluran kalsium, di antaranya diltiazem, nifedipine, amlodipine, dan verapamil. Fungsi dari jenis obat ini adalah merelaksasi pembuluh darah sehingga suplai darah ke jantung dapat ditingkatkan. Penghambat saluran kalsium juga bisa mengobati tekanan darah tinggi dan detak jantung yang tidak teratur. Efek samping penggunaan obat ini, di antaranya sakit kepala, pembengkakan kaki, sampai kulit yang kemerahan. 

  1. Trimetazidine 

Jenis obat yang satu ini mampu mengurangi frekuensi serangan angina yang menimbulkan nyeri dada. Trimetazidine bekerja dengan cara menjaga energi sel otot jantung agar terus bisa bekerja dengan optimal. Hanya saja, tidak jarang orang yang mengonsumsi jenis obat ini akan mengalami masalah pencernaan ringan, seperti mual dan muntah. 

*** 

Adanya efek samping dari penggunaan obat nyeri dada yang mengarah pada masalah jantung membuat Anda mesti sangat berhati-hati mengonsumsinya. Selalu pastikan obat yang Anda konsumsi sesuai dengan resep dokter dan tidak menggunakannya secara sembarangan.

Read More

Babesiosis, Penyakit Karena Parasit

Babesia adalah parasit kecil yang menginfeksi sel darah merah Anda. Infeksi pada Babesia disebut babesiosis dan biasanya ditularkan melalui gigitan kutu.

Babesiosis sering terjadi bersamaan dengan penyakit Lyme. Karena kutu yang membawa bakteri Lyme juga dapat terinfeksi parasit Babesia.

Tingkat keparahan gejala babesiosis dapat bervariasi. Anda mungkin tidak memiliki gejala sama sekali, atau Anda mungkin memiliki sedikit gejala mirip flu. Beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa.

Infeksi Babesia paling sering dimulai dengan demam tinggi, kedinginan, nyeri otot atau persendian, dan kelelahan. Gejala yang kurang umum termasuk:

  • Sakit kepala parah
  • Sakit perut
  • Mual
  • Memar kulit
  • Kulit dan mata Anda menguning
  • Perubahan suasana hati

Ketika infeksi berlanjut, Anda mungkin mengalami nyeri dada atau pinggul, sesak napas, dan keringat basah kuyup. Anda juga mungkin terinfeksi Babesia dan tidak memiliki gejala apa pun. Demam kambuh kadang-kadang merupakan tanda babesiosis yang tidak terdiagnosis.

Pada orang yang bergejala, babesiosis biasanya didiagnosis dengan memeriksa darah di bawah mikroskop dan melihat parasit Babesia di dalam sel darah merah.

Perawatan yang efektif untuk babesiosis tersedia. Namun, orang yang tidak memiliki gejala atau tanda babesiosis biasanya tidak perlu diobati. Oleh karena itu, sebelum mempertimbangkan perawatan, langkah pertama adalah memastikan diagnosis babesiosis benar.

Pengobatan babesiosis membutuhkan obat antiparasit, seperti yang digunakan untuk malaria. Pengobatan babesiosis yang parah biasanya terdiri atas azitromisin yang diberikan secara intravena ditambah atovakon oral atau klindamisin yang diberikan secara intravena ditambah kina oral. Dengan penyakit parah, tindakan pendukung tambahan dapat diambil, seperti transfusi darah.

Waktu pemulihan dari babesiosis bervariasi berdasarkan individu. Karena tidak ada vaksin untuk melawan babesiosi, babesiosis mungkin kambuh setelah Anda menjalani perawatan. Sehingga Anda perlu dirawat kembali, jika Anda memiliki gejala lagi.

Read More

Sarkoidosis dan Penyakit Lain yang Membuat Batuk Berkepanjangan

Sebagai salah satu organ vital di dalam tubuh manusia, paru-paru wajib terjaga kesehatannya. Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa paru-paru mudah mengalami gangguan kesehatan. Ada banyak penyakit yang bisa menyerang paru-paru dan salah satu dampaknya adalah membuat penderitanya mengalami batuk berkepanjangan. Salah satunya adalah sarkoidosis.

Kendati demikian, sarkoidosis merupakan satu dari sekian banyak kemungkinan dan cenderung jarang terjadi, jika dibandingkan dengan tuberkolosis, misalnya. Akan tetapi hampir sebagian besar penyakit yang menyerang paru berasal dari infeksi virus atau bakteri, layaknya TB dan sarkoidosis.

Namun, tak menutup kemungkinan faktor-faktor lain juga dapat menyerang dan merusak paru-paru sehingga seorang penderitanya harus mengalami gejala atau keluhan batuk yang berkepanjangan. Berikut ini kemungkinan penyakit yang bisa menyebabkan batuk berkepanjangan:

  • Cystic Fibrosis

Penyakit bawaan ini ditandai oleh lendir yang lengket dan abnormal. Lendir itu mencegah organ-organ seperti paru-paru dan pankreas bekerja dengan benar. Lendir menyumbat saluran pernapasan dan akhirnya mendorong pertumbuhan bakteri sehingga menyebabkan infeksi, kerusakan paru-paru yang luas, dan akhirnya gagal pernapasan.

Atelektasis

Atelektasis terjadi ketika satu atau lebih area paru-paru Anda kolaps atau tidak mengembang dengan baik. Sama seperti penyakit sebelumnya, atelektasis ini bisa disebabkan oleh akumulasi lendir di saluran udara. Batuk merupakan respons alami tubuh untuk melegakan saluran pernapasan tersebut.

  • Kanker Paru-Paru

Kanker adalah penyakit yang dapat menyerang organ tubuh mana saja, termasuk paru-paru. Gaya hidup yang kurang sehat merupakan faktor risiko terbesar dalam perkembangan sel kanker. Khusus kanker paru-paru, rokok digadang-gadang menjadi biang keladinya. Namun, kenyataannya orang yang tidak merokok pun bisa berisiko.

Batuk dapat menjadi tanda kanker paru-paru lantaran disebabkan oleh penonjolan tumor intrabronkial. Jika batuk tak kunjunng mereda setelah berlangsung lebih dari 3 minggu ada baiknya Anda harus pergi ke dokter. Pada stadium lanjut penderita cenderung batuk darah, yang merupakan indikator mendesak bahwa Anda harus mendapatkan perhatian medis.

  • Sarkoidosis

Sarkoidosis adalah penyakit radang yang menyerang banyak organ dalam tubuh, termasuk paru-paru. Ketika sarkoidosis mempengaruhi paru-paru (juga disebut fibrosis paru), peradangan dapat melukai jaringan paru-paru dan menyebabkan berkurangnya kadar oksigen. Batuk kering yang menetap, dan sulit bernapas adalah tanda-tanda potensial penyakit ini.

Sarkoidosis dapat terjadi lantaran respons berlebihan dari sistem imun tubuh terhadap benda asing (kemungkinan besar yang dihirup dari udara) ataupun infeksi dan menyebabkan terbentuknya banyak granuloma, sehingga dapat memengaruhi struktur dan fungsi organ tubuh. Jika kondisi ini dibiarkan menahun, maka dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut (fibrosis) permanen pada jaringan organ tubuh.

  • Sindrom Gangguan Pernapasan Akut (SARS)

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah penyakit pernapasan yang disebabkan virus menular dan terkadang fatal. Gejalanya mirip dengan gejala penyakit pernapasan lainnya seperti flu dan pneumonia.

Penyakit ini ditransfer ketika seseorang batuk, dan batuk kronis yang menetap mungkin merupakan tanda dari SARS. Penyakit ini berasal dari keluarga coronavirus, virus yang belakangan kembali lagi dengan jenis barunya dan menyebabkan pandemi Covid-19.

***

Untuk menjaga kesehatan paru-paru dari serangan berbagai penyakit di atas, termasuk sarkoidosis, seseorang dianjurkan senantiasa menjaga diri dari berbagai faktor risiko. Namun, khusus untuk sarkoidosis, penyakit itu memang belum diketahui secara pasti penyebab dan langkah pencegahannya.

Satu-satunya yang bisa dilakukan seseorang agar terhindar dari sarkoidosis adalah mengurangi perkembangan penyakit dengan memeriksakan kesehatan secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan sarkoidosis.

Read More

Apa Saja Ciri-Ciri Bipolar?

Bipolar adalah salah satu jenis gangguan kepribadian dimana seseorang mengalami gangguan mental yang memicu perubahan suasana hati mereka secara ekstrem. Ciri-ciri bipolar yang dialami penderita merasakan kesenangan atau kesedihan seolah-olah mereka kelebihan energi.

Orang-orang yang menderita bipolar, yang sedang memasuki fase mania, akan terlihat sangat berbeda dengan orang-orang yang menderita bipolar dalam fase depresi. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa seseorang yang menderita gangguan seperti ini memiliki kepribadian ganda.

Orang-orang yang menunjukkan ciri-ciri bipolar seperti ini sebaiknya segera menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis jiwa. Dokter spesialis jiwa dapat membantu orang-orang yang menderita gangguan bipolar untuk menjalani kehidupannya sehari-hari dengan lancar tanpa merasakan perasaan yang ekstrem.

Ciri-ciri bipolar pada umumnya menunjukkan gejala yang berbeda, ada yang mengalami gejala episode mania, namun juga ada yang mengalami gejala depresi. Ada juga orang yang mengalami kedua gejala tersebut.

Ciri-Ciri Bipolar

Selain itu, orang-orang yang mengalami gangguan bipolar tidak setiap saat menunjukkan gejala seperti ini. Beberapa penderita mengalami gangguan bipolar beberapa kali dalam hidupnya. Untuk informasi lebih lanjut, berikut adalah ciri-ciri seseorang yang menunjukkan gangguan bipolar:

  • Bipolar episode mania

Seseorang yang mengalami bipolar episode mania akan merasakan peningkatan drastis pada energinya. Tidak hanya itu, mereka juga akan merasakan euforia dan kreativitasnya yang meningkat. Dengan kata lain, orang-orang yang menunjukkan gejala ini terlihat hiperaktif. Ciri-ciri yang menunjukkan seseorang mengalami bipolar episode mania adalah sebagai berikut:

  • Merasa sangat bahagia dalam jangka lama.
  • Merasa tidak butuh tidur.
  • Berbicara dengan cepat.
  • Tidak bisa diam di tempat.
  • Sangat mudah teralihkan pikirannya.
  • Menganggap kemampuannya yang berlebihan atau overconfidence.
  • Cenderung melakukan risiko tinggi seperti bermain judi.
  • Bipolar episode depresi

Orang-orang yang mengalami bipolar episode depresi menunjukkan gejala yang berbeda dengan bipolar episode mania. Alih-alih menunjukkan perasaan gembira, orang-orang yang mengalami jenis bipolar ini menunjukkan perasaan sedih. Ciri-ciri orang yang mengalami bipolar episode depresi adalah sebagai berikut:

  • Merasa sedih dan tidak punya harapan untuk hidup dalam jangka waktu yang panjang.
  • Tidak tertarik lagi dengan melakukan apa yang sebelumnya dianggap menyenangkan.
  • Cenderung menjauh dari teman atau keluarga.
  • Nafsu makan berubah secara drastis.
  • Merasa sangat lelah.
  • Kurangnya konsentrasi.
  • Cenderung ingin mengakhiri hidup dengan memikirkan kematian.

Cara Untuk Mengatasi Bipolar

Jika Anda mengalami gangguan bipolar, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan untuk mengetahui jika ada yang salah dengan kondisi mental Anda. Dokter kemudian akan menganalisis lebih mendalam masalah Anda.

Setelah itu, Anda perlu menjalani pemeriksaan tambahan berupa tes urine dan tes darah, untuk mengetahui jika Anda menunjukkan ciri-ciri bipolar, atau menunjukkan adanya gangguan yang disebabkan oleh penggunaan obat.

Itulah ciri-ciri bipolar yang perlu Anda ketahui. Jika Anda mengalami gangguan bipolar, Anda sebaiknya jangan menganalisa diri, namun mintalah bantuan dari dokter supaya Anda dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.

Jika ciri-ciri bipolar terjadi secara terus-menerus, maka Anda tidak hanya merugikan diri sendiri, namun juga dapat merugikan orang lain. Oleh karena itu, jika Anda merasa kesusahan dalam menjalani hidup, Anda sebaiknya jangan terus mencari solusi sendiri. Anda pasti membutuhkan bantuan orang lain untuk mengatasi masalah yang Anda alami.

Setiap orang yang mengalami masalah, dimana mereka menunjukkan ciri-ciri bipolar, pasti ada jalan keluar. Mereka hanya ikuti arahan dokter agar mereka berada di jalur yang tepat untuk menjalani hidup.

Read More

Warna Lidah Keunguan? Hati-hati Penyakit Berbahaya Ini

Lidah Anda terdiri dari otot yang dikelilingi oleh jaringan berwarna merah muda yang disebut mukosa dan benjolan-benjolan kecil yang disebut papillae, yang ditutupi oleh ribuan pengecap pada lidah. Namun, tahukah Anda bahwa warna lidah dapat memberikan informasi seputar kesehatan tubuh Anda? Beberapa jenis makanan dan minuman dapat menyebabkan perubahan warna pada lidah. Namun, bakteri pada lidah dan beberapa kondisi medis tertentu juga dapat merubah warna lidah. Lidah yang berwarna ungu atau kebiruan dapat mengindikasikan adanya masalah pada kesehatan, seperti defisiensi vitamin hingga gangguan pada kelenjar adrenal. Warna lidah yang tidak normal juga dapat menjadi tanad kekurangan oksigen di dalam darah, yang mana merupakan sebuah kegawatdaruratan medis.

Penyebab warna lidah menjadi ungu

Penyebab utama warna lidah menjadi ungu adalah noda dari beberapa jenis makanan dan minuman. Beberapa hal yang Anda konsumsi yang dapat membuat lidah tampak berwarna ungu adalah jus anggur, buah blueberry, buah bit, es krim warna biru atau ungu, dan permen. Apabila Anda tidak makan makanan tersebut dan menemukan warna lidah keunguan, mungkin ada gangguan kesehatan seperti di bawah ini:

  • Gangguan sirkulasi darah

Lidah yang berwarna biru atau ungu dapat menjadi tanda darah Anda tidak mengirim cukup oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Atau, darah yang kekurangan oksigen, yang berwarna merah gelap alih-alih merah cerah, bersirkulasi melalui arteri. Perubahan warna kebiruan yang terjadi tersebut disebut dengan istilah cyanosis. Cyanosis dapat disebabkan oleh gangguan yang memengaruhi paru-paru atau jantung, seperti penyakit arteri koroner atau penyakit paru obstruktif kronis (COPD). Warna kebiruan ini sering tidak hanya ditemukan di lidah, tetapi juga di bagian tubuh lain.

Warna lidah juga dapat berubah kebiruan atau keunguan karena kurangnya oksigen yang disebabkan oleh gangguan saluran udara. Dalam situasi-situasi ini, warna lidah yang ungu atau biru merupakan bentuk kegawatdaruratan medis. Panggilah ambulans dan cari pertolongan medis apabila perubahan warna lidah terjadi dan Anda merasakan gejala-gejala seperti napas tersengal-sengal, sesak napas, rasa sakit pada dada, dan pusing atau pingsan.

  • Defisiensi vitamin B2

Vitamin B2, atau dikenal dengan mana riboflavin, merupakan jenis vitamin yang larut dalam air. Daging, ikan, beberapa jenis buah dan sayuran, susu, dan produk olahan susu lain seperti keju dan yogurt mengandung banyak riboflavin. Defisiensi vitamin B2 jarang ditemukan di negara-negara Barat maju. Apabila terjadi, biasanya dihubungkan dengan beberapa jenis gangguan kesehatan seperti anemia. Kondisi ini dapat memengaruhi selaput mukosa Anda, termasuk lidah, dan menyebabkan pembengkakan serta perubahan warna. Selain anemia dan warna lidah keunguan, tanda-tanda atau gejala lain dari defisiensi vitamin B2 adalah tubuh terasa letih, sariawan, bibir pecah-pecah, perubahan mood, dan peradangan kulit.

  • Tumor

Penyakit hemangioma merupakan sebuah tumor non-kanker pada pembuluh darah yang membesar. Meskipun bukan suatu hal yang umum ditemukan, kondisi ini dapat muncul pada rongga mulut, termasuk salah satunya pada lidah. Kondisi ini akan memberikan tampilan bengkak berwarna ungu yang tampak seperti lebam timbul atau benjolan ungu pada permukaan lidah.

Perubahan warna lidah dapat disebabkan oleh banyak alasan, mulai dari noda akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang berwarna ungu, hingga kondisi medis yang serius. Noda akibat makanan dan minuam, seperti jus blueberry dan buah bit merupakan penyebab warna lidah keunguan yang sering terjadi. Apabila Anda tidak minum dan makan makanan tersebut dan menemukan lidah berwarna ungu, hubungi dokter.

Read More

Bagaimana Cara Mengatasi Hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi dimana tubuh manusia mengalami penurunan suhu secara drastis sehingga tidak dapat menghasilkan panas. Orang-orang bisa mengalami hipotermia ketika suhu tubuh berada di 35 derajat Celsius. Jika manusia mengalami hipotermia, maka cara mengatasi hipotermia adalah menghindari dari suhu dingin.

Hipotermia terjadi karena orang-orang tidak tahan terhadap tempat yang memiliki cuaca dingin seperti di pegunungan. Jika tidak tahan terhadap cuaca yang dingin, maka organ-organ di dalam tubuh akan mengalami kerusakan sehingga bisa mengakibatkan kematian.

Gejala Hipotermia

Jika seseorang mengalami hipotermia, maka mereka akan kemungkinan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Tubuh gemetar.
  • Nafas pendek dan lemah.
  • Mengantuk dan merasa lelah.
  • Kebingungan dan hilangnya ingatan.
  • Berbicara dengan tidak jelas atau melantur.
  • Denyut nadi lemah.
  • Pingsan.

Penyebab Hipotermia

Orang-orang yang mengalami hipotermia disebabkan karena:

  • Cuaca dingin

Sebagian orang memiliki daya tahan tubuh lemah sehingga tidak dapat bertahan di tempat yang memiliki cuaca dingin seperti pegunungan.

  • Kondisi medis

Orang-orang yang memiliki riwayat medis seperti diabetes dan tiroid dapat mempengaruhi kondisi tubuh. Tidak hanya itu, orang-orang yang mengkonsumsi obat-obatan atau alkohol dapat meningkatkan risiko hipotermia.

Orang-Orang Yang Berpotensi Mengalami Hipotermia

Selain itu, orang-orang yang berpotensi mengalami hipotermia adalah:

  • Orang-orang yang tidak tahan terhadap cuaca dingin.
  • Bayi.
  • Lansia.
  • Orang-orang yang menggunakan alkohol atau obat-obatan.
  • Orang-orang yang memiliki penyakit jiwa.

Diagnosis

Untuk mengetahui seberapa parah suhu tubuh manusia yang disebabkan oleh hipotermia, dokter akan melakukan diagnosis dengan menggunakan termometer khusus. Setelah menggunakan termometer, dokter akan mengetahui jika manusia mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Hipotermia ringan

Suhu tubuh manusia berada di antara 32 sampai 35 derajat Celsius.

  • Hipotermia sedang

Suhu tubuh manusia berada di antara 28 sampai 32 derajat Celsius.

  • Hipotermia berat

Suhu tubuh manusia berada di bawah 28 derajat Celsius.

Cara Mengatasi Hipotermia

Jika Anda mengalami hipotermia, cara mengatasi hipotermia adalah sebagai berikut:

  • Hindari tempat yang dingin dan cari tempat untuk beristirahat seperti penampungan atau membuat tenda jika Anda berjalan-jalan di tempat outdoor.
  • Hangatkan diri dengan menggunakan api dan gunakan pakaian hangat seperti jaket atau selimut.
  • Bila perlu, Anda dapat melakukan kontak kulit ke kulit dengan orang lain untuk mentransfer panas ke tubuh Anda.
  • Untuk membantu menghangatkan tubuh, Anda sebaiknya minum air hangat dan jangan minum minuman yang mengandung alkohol.
  • CPR (cardiopulmonary resuscitation) juga dapat dilakukan bila Anda tidak sadarkan diri.

Cara mengatasi hipotermia dapat dilakukan dalam beberapa menit. Setelah pasien menyadarkan diri, mereka akan menunjukkan tanda-tanda dimana mereka berhenti gemetar dan bisa tersenyum. Artinya, mereka akan mulai pulih. Jika pasien menunjukkan tanda-tanda dimana mereka berhenti gemetar, namun belum bisa tersenyum, maka kondisinya semakin parah.

Jika seseorang mengalami kondisi parah yang disebabkan oleh hipotermia, mereka sebaiknya dibawa ke rumah sakit dimana mereka akan dihangatkan dengan cairan IV, diberi bantuan oksigen, atau melakukan cuci rongga perut (peritoneal lavage).

Cara mengatasi hipotermia tidak dianjurkan melalui kontak fisik jika seseorang mengalami gejala yang disebabkan oleh hipotermia, bahkan jika kondisinya parah. Itu juga berarti seseorang tidak dapat melakukan hubungan intim dengan pasangannya, karena dapat memicu suhu tubuh panas yang ditransfer secara tiba-tiba sehingga detak jantung bergerak secara tidak teratur hingga kematian karena serangan jantung.

Oleh karena itu, cara mengatasi hipotermia sebaiknya dilakukan sesuai yang dianjurkan di atas. Jika kondisinya memburuk, Anda hanya perlu bawa ke rumah sakit supaya kondisi pasien dapat ditangani secara profesional.

Read More

Ibu Hamil Berpenyakit Rubella Sebabkan Bayi Lahir Cacat

Rubella, atau biasa disebut dengan penyakit campak Jerman, merupakan sebuah infeksi virus yang dapat menyebabkan ruam merah di seluruh tubuh. Selain ruam merah yang gatal, mereka yang terkena penyakit rubella biasanya juga mengalami demam dan kelenjar getah bening yang bengkak. Infeksi ini dapat menyerang dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan tetesan kecil dari bersin atau batuk milik penderita. Selain itu, Anda dapat terinfeksi rubella dengan berbagi makanan dan minuman dengan orang yang terinfeksi.

Campak jerman sangat jarang terjadi di Amerika Serikat. Dengan dikenalkannya vaksin rubella pada tahun 1960, kasus rubella menurun drastis sejak itu. Akan tetapi, penyakit ini masih sering dijumpai di belahan dunia lain, dan biasanya menyerang anak-anak berusia 5 hingga 9 tahun. Penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa.

Campak Jerman merupakan infeksi yang ringan dan biasanya akan pergi dengan sendirinya dalam satu minggu, bahkan tanpa perlu perawatan medis khusus. Akan tetapi, campak ini dapat menjadi sebuah kondisi yang serius terutama pada wanita hamil, karena dapat menyebabkan sindrom rubella bawaan pada janin. Sindrom rubella bawaan dapat mengganggu perkembangan bayi di dalam rahim dan dapat menyebabkan cacat lahir serius seperti ketidaknormalan jantung, tuli, dan bahkan kerusakan otak. Penting untuk mendapatkan perawatan secepatnya apabila Anda sedang hamil dan memiliki gejala atau tanda-tanda rubella.

Gejala rubella terkadang sangat ringan sehingga sulit untuk diketahui. Gejala baru benar-benar akan muncul setelah 2 atau tiga minggu setelah paparan pertama virus rubella. Gejala tersebut seperti ruam merah atau merah mudah pada wajah yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh, demam ringan, kelenjar getah bening yang membengkak, hidung meler atau tersumbat, sakit kepala dan sakit otot. Walaupun gejala yang disebutkan terdengar ringan, Anda harus menghubungi dokter dengan segera terutama apabila sedang hamil.

Dampak rubella pada ibu hamil

Ketika ibu hamil terjangkit penyakit rubella, virus dapat ditularkan pada janin yang ada di dalam kandungan melalui aliran darah. Hal ini disebut sebagai sindrom rubella bawaan. Sindrom rubella merupakan kondisi kesehatan serius karena dapat mengakibatkan keguguran dan lahir prematur. Sindrom rubella bawaan juga dapat menyebabkan cacat lahir bayi, seperti pertumbuhan yang tertunda, cacat intelektual, cacat jantung, tuli, dan organ-organ tubuh yang berfungsi dengan tidak normal. Di seluruh dunia, diperkirakan terdapat 100 ribu kasus sindrom rubella bawaan setiap tahunnya. Cacat yang paling umum terjadi adalah tuli. Beberapa penyakit lain seperti katarak, anemia, hepatitis, kerusakan pada retina, gangguan hati, limpa, dan sumsum tulang juga merupakan risiko yang ditimbulkan oleh sindrom rubella bawaan. Perkembangan anak juga dapat terganggu, dengan masalah perkembangan seperti autisme, schizophrenia, kesulitan dalam belajar, dan diabetes tipe 1. Namun, apabila rubella terjangkit setelah 20 minggu kehamilan, masalah-masalah kesehatan jarang terjadi. Seseorang harus melakukan tes kekebalan  rubella sebelum memutuskan untuk hamil, setidaknya 28 hari sebelum mencoba mengandung.

Kebanyakan kasus rubella dapat dirawat di rumah. Dokter akan meminta Anda untuk mendapatkan banyak istirahat dan meminum acetaminophen, yang dapat meredakan rasa tidak nyaman akibat demam dan sakit kepala. Dokter juga akan merekomendasikan Anda untuk tetap tinggal di rumah, tidak bepergian atau pergi bekerja untuk mencegah penyebaran virus ini. Bagi ibu hamil, rubella dapat diobati dengan menggunakan antibodi yang disebut hiperimun globulin yang dapat melawan virus. Pengobatan ini dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan. Namun, masih ada risiko bayi terkena sindrom rubella bawaan.

Read More