Penyebab dan Faktor Risiko Ciri Ciri Wanita Mandul

Bagi beberapa pasangan kekasih, kemandulan merupakan momok yang mereka tidak inginkan Anda dalam hidup mereka. Memiliki buah hati yang sehat menjadi dambaan kebanyakan pasangan. Sayangnya, satu dan lain hal menyebabkan salah satu dari pasangan (atau keduanya) memiliki masalah kesuburan. Karena kemandulan sering tidak menyebabkan tanda-tanda atau gejala, banyak dari pasangan tersebut tidak menyadari adanya ciri ciri wanita mandul atau pria mandul. Karena alasan ini, sangat penting bagi pasangan yang sudah berusaha memiliki anak dalam waktu satu tahun tanpa ada kesuksesan untuk menghubungi dokter agar mendapatkan saran dan perawatan yang tepat. Sementara itu, bagi wanita yang berusia lebih dari 35 tahun, risiko kemandulan meningkat dengan bertambahnya usia. 

Gejala dan ciri ciri wanita mandul biasanya berhubungan dengan penyebab kondisi tersebut. Misalnya saja, 10 hingga 15% chlamydia yang tidak diobati akan menyebabkan penyakit peradangan pelvis (PID). PID dapat menyebabkan tersumbatnya saluran tuba sehingga mencegah fertilisasi. Selain itu ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko kemandulan seperti:

  • Usia. Kemampuan seseorang untuk dapat mengandung akan semakin berkurang setelah ia memasuki usia 32 tahun.
  • Merokok. Gaya hidup tidak sehat seperti merokok dapat meningkatkan risiko kemandulan pada wanita dan juga pria. Bahkan, merokok dapat mengurangi efek dari terapi kesuburan. Merokok saat hamil juga dapat meningkatkan risiko keguguran. Bagi Anda yang perokok pasif, studi juga menunjukkan hal tersebut dapat mengurangi kesuburan.
  • Alkohol. Konsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kemandulan
  • Obesitas atau berat badan berlebih. Obesitas dapat menigkatkan risiko kemandulan bagi wanita dan pria.
  • Diet. Kurangnya konsumsi asam folic, zat besi, zinc, dan vitamin B12 dapat mengganggu kesuburan. Apabila Anda memiliki risiko tersebut, termasuk mereka yang menganut gaya hidup vegan, dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan suplemen pelengkap nutrisi.
  • Paparan terhadap zat kimia tertentu. Beberapa pestisida dan paparan terhadap logam seperti timah dipercaya memiliki hubungan dengan kasus kemandulan pada pria dan wanita. Studi pada hewan pengerat menunjukkan bahwa bahan-bahan yang digunakan pada detergen rumah tangga dapat mengurangi kesuburan.
  • Stres mental. Hal ini dapat berdampak pada ovulasi pada wanita dan dapat mengurangi aktivitas seksual.

Selain faktor risiko di atas, kemandulan juga dapat disebabkan karena faktor kondisi medis. Beberapa kondisi medis yang dapat mengganggu kesuburan seperti gangguan ovulasi. Ovulasi adalah pelepasan sel-sel telur setiap bulannya. Gangguan ovulasi tersebut dapat disebabkan karena kegagalan ovarium dini (ovarium berhenti bekerja sebelum usia 40 tahun) dan sindrom ovarium polikistik atau PCOS adalah saat ovarium bekerja secara tidak normal dan ovulasi tidak terjadi. Selain itu, gangguan ovulasi juga termasuk rendahnya kualitas sel telur. Sel telur yang rusak atau memiliki genetik yang tidak normal tidak akan dapat menyebabkan kehamilan. Semakin tua seorang wanita, semakin tinggi risiko sel telur rusak. Ciri ciri wanita mandul juga dapat disebabkan karena penyakit yang menyebabkan gangguan ovulasi. Beberapa penyakit tersebut seperti AIDS, kanker, dan juga masalah dengan tiroid (kelenjar tiroid yang tidak aktif atau terlalu aktif dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon). Obat-obatan untuk merawat masalah kesehatan tertentu juga dapat menyebabkan mandul, seperti kemoterapi yang dapat menyebabkan kegagalan ovarium (dalam kasus tertentu merupakan kondisi yang permanen), terapi radiasi yang dilakukan pada derah dekat organ-organ reproduksi, dan narkoba seperti kokain dan marijuana.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*