Seperti Apa Pyratis, Mainan untuk Anak dengan Autisme?

pyratis mainan anak autisme

Bermain merupakan metode pembelajaran yang efektif. Anak dengan autism spectrum disorder (ASD) menerima pembelajaran dengan lebih baik jika diajarkan lewat permainan. Mainan diharapkan merangsang perkembangan motorik, bahasa, interaksi sosial, dan pemecahan masalah si anak.

Lima mahasiswa Teknik Industri Universitas Surabaya mengembangkan mainan yang berfokus pada perkembangan motorik kasar dan halus anak dengan austisme. Para mahasiswa angkatan 2016 itu mengembangkan mainan tersebut mulai tahun lalu, berangkat dari mata kuliah kerja praktik. Tugas dari dosen mereka adalah mengembangkan alat teknik yang dapat digunakan mendukung aktivitas anak disabilitas, yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tapi juga kepentingan sosial.

Setelah memutuskan membuat mainan untuk anak dengan autisme, lima sekawan itu melakukan survei ke sejumlah tempat, termasuk sekolah luar biasa. Hasilnya, “anak dengan autisme cenderung suka dengan barang-barang berbentuk unik,” kata Ayunda Permata Sukma, mahasiswa asal Bali. Namun, sejumlah mainan yang terdapat di tempat-tempat yang mereka datangi memiliki bentuk yang monoton. Kalau tidak berbentuk kotak, lingkarang, ya, segitiga.

Temuan itu mendorong Ayunda dan kawan-kawan mengembangkan bentuk lain. Mereka memilih piramida sebagai bentuk dasar Pyratis. Dirancang selama tiga bulan, piramida itu terdiri atas tiga bagian. Bagian dasar berisi permainan pegas, bagian tengah ada pompa-pompaan, dan paling atas sebagai penutup.

Pyratis memiliki misi. Di bagian bawah, terdapat dua jalur yang dilewati bidak yang tersambung pegas. Anak harus fokus untuk menggerakkan bidak dari posisi awal menuju akhir. Jika terlepas, bidak akan kembali ke titik mulai.

Bagian tengah mengusung konsep labirin. Anak diajarkan memindahkan bola dari awal hingga akhir menggunakan pompa yang mirip pengukur tekanan darah. Dua pompa, dipegang di tangan kiri dan kanan, akan menentukan arah gerak labirin. “Permainan ini diharapkan untuk meningkatkan kemampuan fokus anak, serta melatih motorik kasar dan halusnya,” ujar Ayunda.

Pyratis menjadi karya terbaik di mata kuliah tersebut. “Bagi anak-anak berkebutuhan khusus, permainan ini memberikan kesenangan tersendiri,” ujar Yenny Sari, dosen teknik industrik Universitas Surabaya.

Pyratis telah diujicoba di Sekolah Harapan Bunda, Surabaya. Niken Ayu Candra Wulan, wakil kepala sekolah, mengatakan anak-anak didiknya menggemari mainan tersebut. “Warna tampilan dan bentuk Pyratis unik,” kata Niken. “Permainan ini menarik perhatian anak-anak, baik dari tampilan maupun cara memainkannya. Ini sangat membantu anak-anak melatih motoriknya.”

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*