Sembuhkan Kulit Terbakar Matahari dengan 8 Cara Ini

Kulit terbakar matahari atau biasa disebut sunburn merupakan luka bakar yang dialami kulit karena paparan sinar matahari yang berlebihan. Gejala yang muncul bisa beragam tergantung tingkat keparahan serta kondisi masing-masing kulit. Namun, kulit terbakar matahari pasti akan menyebabkan kerusakan apalagi jika dialami dalam jangka waktu yang lama. Umumnya, gejala yang muncul yaitu kulit berwarna kemerahan, nyeri, gatal, terdapat lepuhan berisi cairan. Pada kasus yang sudah parah, gejala bisa disertai dengan sakit kepala, mual, demam, hingga pingsan. Berikut ini merupakan 8 cara yang bisa dicoba untuk mengatasi kulit terbakar matahari. 

  1. Kompres air dingin

Mengompres dengan air dingin bisa menjadi pertolongan pertama pada kulit terbakar matahari. Namun, pastikan Anda tidak menempelkan es batu secara langsung ke kulit karena malah akan memperparah keadaan. Gunakan handuk bersih yang dibasahi dengan air dingin untuk mengompres atau bungkus es batu menggunakan kain kemudian tempelkan pada kulit. 

  • Mengoleskan lidah buaya

Selain kompres air dingin, mengoleskan lidah buaya bisa menjadi cara mengatasi kulit terbakar matahari. Gel lidah buaya yang dijual di pasaran bisa dihunakan asal tidak mengandung alkohol. Jika memungkinkan, gunakan gel lidah buaya langsung dari tanamannya.  

  • Perbanyak minum air putih 

Kulit terbakar matahari bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Hal ini disebabkan kulit yang luka tersebut menarik cairan ke permukaan. Untuk itu, sebaiknya perbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi. 

  • Konsumsi OAINS

Obat antiinflamasi nonsteroid atau OAINS bisa membantu mengatasi rasa tidak nyaman pada kulit terbakar matahari. OAINS sebaiknya dikonsumsi sesegera mungkin setelah kulit terbakar matahari agar obat bekerja maksimal. Beberapa jenis OAINS yang mudah didapatkan yaitu naproxen dan ibuprofen. 

  • Hindari menyentuh kulit 

Ketika kulit terbakar matahari, biasanya muncul gejala berupa kulit melepuh dan berisi cairan. Agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat, hindari menyentuh area kulit terbakar matahari apalagi memecahkan lepuhan yang ada. 

  • Lindungi kulit terbakar matahari

Setelah melakukan berbagai hal untuk menyembuhkan kulit terbakar matahari, sebaiknya gunakan perban sementara agar kulit lebih terlindungi. Oleskan salep antibiotik sebelum menutup kulit terbakar matahari dengan perban. Pilih perban antilengket untuk menghindari kesulitan ketika membuka nantinya. Hindari membasuh kulit terbakar matahari menggunakan sabun karena mengandung bahan kimia dan bisa memperparah kondisi kulit. Jika terpaksa, gunakan bahan alami untuk membasuh kulit terbakar matahari.

  • Berikan krim pelembab 

Pada proses penyembuhan, kulit terbakar matahari akan menjadi kering dan mulai mengelupas. Berikan krim pelembab di area tersebut secara rutin. Pastikan krim pelembab tidak mengandung benzocaine karena dapat menimbulkan reaksi alergi dan iritasi. 

  • Tetap berada di ruangan tertutup

Proses penyembuhan kulit terbakar matahari akan semakin lambat jika paparan sinar UV matahari terus diserap kulit. Oleh karena itu, sebaiknya tetap tinggal di dalam ruangan ketika kulit terbakar matahari belum sembuh. Jika terpaksa harus keluar ruangan, gunakan pakaian berlengan panjang sehingga kulit terlindungi dari paparan sinar matahari langsung.  Jika berbagai cara di atas telah dilakukan namun kulit terbakar matahari tidak kunjung membaik, berkunjung ke dokter bisa menjadi solusi. Kondisi kulit terbakar matahari umumnya membutuhkan waktu satu minggu untuk penyembuhan. Pencegahan kulit terbakar matahari bisa dilakukan dengan menggunakan tabir surya yang mengandung SPF 30 atau lebih, menggunakan pakaian tertutup ketika berada di luar ruangan, serta menghindari paparan matahari langsung. 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*