Sunat Tanpa Suntik

Sunat merupakan prosedur operasi perlu dilakukan pada pria untuk membuang kulit yang menutupi bagian kepala penis. Orang-orang biasanya disunat ketika mereka masuk TK atau berada di sekolah dasar. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan prosedur ini, namun sunat tanpa suntik juga dapat dilakukan agar pemulihannya lebih cepat.

Setiap pria harus menjalani prosedur sunat agar menjaga kebersihan diri. Sunat juga sangat diperlukan sebagai ritual bagi orang-orang yang beragama Yahudi dan Islam. Sunat juga diperlukan bagi suku-suku asli di Afrika dan Australia.

Mengapa Perlu Disunat?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), orang-orang yang disunat justru akan memberikan manfaat. Walaupun sunat dapat dilakukan ketika manusia baru lahir, ada baiknya untuk orang tua memikirkan keputusan ini. Laki-laki perlu disunat karena dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Lebih mudah menjaga kebersihan

Manfaat utama laki-laki perlu disunat adalah untuk menjaga kebersihan pada alat kelamin. Setiap laki akan merasa lebih mudah untuk mencuci penis setelah disunat.

  • Mencegah masalah penis

Manfaat lain laki-laki perlu disunat adalah mencegah masalah pada penis. Terkadang laki-laki mengalami peradangan pada kulup atau kepala penis karena tidak disunat sehingga sulit untuk ditarik kembali. Istilah ini disebut sebagai phimosis.

  • Mengurangi risiko infeksi saluran kemih

Laki-laki perlu disunat untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih cenderung terjadi pada laki-laki yang tidak disunat. Infeksi pada saluran kemih dapat menimbulkan masalah pada ginjal.

  • Mengurangi risiko menular secara seksual

Laki-laki yang disunat akan memiliki risiko lebih kecil terhadap penyakit menular secara seksual seperti HIV. Tidak hanya disunat, namun laki-laki juga perlu melakukan praktik seksual dengan aman untuk mencegah penyakit menular.

  • Mengurangi risiko kanker penis

Walaupun jarang terjadi, kanker penis bisa saja terjadi, bahkan pada orang yang sudah disunat, namun orang-orang tetap perlu melakukannya untuk melindungi diri dari risiko kanker penis.

Metode Sunat Tanpa Suntik

Seiring berkembangnya teknologi dari tahun ke tahun, hal tersebut juga memberikan manfaat di bidang kesehatan. Orang-orang yang perlu disunat pada zaman dahulu melibatkan obat bius atau anestesi. Namun, dokter sekarang dapat melakukan sunat tanpa suntik pada pasien.

Dengan melakukan sunat tanpa suntik, cara ini berbeda dengan sunat dengan suntik dimana dokter perlu menunggu selama 5 menit untuk memastikan efek obat biusnya bekerja. Metode sunat tanpa suntik dilakukan dengan obat anestesi melalui semprotan. Partikel yang terdapat pada semprotan tersebut tidak menimbulkan pembengkakan pada pembuluh darah sehingga aman untuk digunakan.

Metode sunat tanpa suntik dapat diterapkan pada pasien supaya menghindari trauma karena rasa sakit yang dialami selama prosedur sunat berlangsung.

Risiko Yang Terjadi Setelah Disunat

Orang-orang sangat dianjurkan untuk melakukan sunat di usia yang awal untuk mencegah terjadinya risiko penyakit mematikan seperti HIV. Pilihan metode yang digunakan juga beragam, termasuk sunat tanpa suntik dengan menggunakan semprotan.

Di sisi lain, orang-orang juga perlu pahami bahwa prosedur ini, sama seperti operasi lain, memiliki risiko yang memungkinkan terjadi. Risiko yang memungkinkan terjadi antara lain:

  • Rasa sakit pada penis.
  • Iritasi.
  • Infeksi.
  • Risiko pendarahan pada penis.
  • Risiko cedera pada penis.
  • Peradangan pada penis (meatitis).

Jika seseorang perlu disunat, ada baiknya jika mereka berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengenai prosedur mana yang perlu dilakukan. Setelah melakukan sunat, termasuk metode sunat tanpa suntik, pasien perlu beristirahat selama 10 hari demi menjaga kesehatan alat kelamin mereka. Setelah itu, mereka dapat melakukan aktivitas dengan normal.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*