Bagaimana Cara Mengatasi Hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi dimana tubuh manusia mengalami penurunan suhu secara drastis sehingga tidak dapat menghasilkan panas. Orang-orang bisa mengalami hipotermia ketika suhu tubuh berada di 35 derajat Celsius. Jika manusia mengalami hipotermia, maka cara mengatasi hipotermia adalah menghindari dari suhu dingin.

Hipotermia terjadi karena orang-orang tidak tahan terhadap tempat yang memiliki cuaca dingin seperti di pegunungan. Jika tidak tahan terhadap cuaca yang dingin, maka organ-organ di dalam tubuh akan mengalami kerusakan sehingga bisa mengakibatkan kematian.

Gejala Hipotermia

Jika seseorang mengalami hipotermia, maka mereka akan kemungkinan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Tubuh gemetar.
  • Nafas pendek dan lemah.
  • Mengantuk dan merasa lelah.
  • Kebingungan dan hilangnya ingatan.
  • Berbicara dengan tidak jelas atau melantur.
  • Denyut nadi lemah.
  • Pingsan.

Penyebab Hipotermia

Orang-orang yang mengalami hipotermia disebabkan karena:

  • Cuaca dingin

Sebagian orang memiliki daya tahan tubuh lemah sehingga tidak dapat bertahan di tempat yang memiliki cuaca dingin seperti pegunungan.

  • Kondisi medis

Orang-orang yang memiliki riwayat medis seperti diabetes dan tiroid dapat mempengaruhi kondisi tubuh. Tidak hanya itu, orang-orang yang mengkonsumsi obat-obatan atau alkohol dapat meningkatkan risiko hipotermia.

Orang-Orang Yang Berpotensi Mengalami Hipotermia

Selain itu, orang-orang yang berpotensi mengalami hipotermia adalah:

  • Orang-orang yang tidak tahan terhadap cuaca dingin.
  • Bayi.
  • Lansia.
  • Orang-orang yang menggunakan alkohol atau obat-obatan.
  • Orang-orang yang memiliki penyakit jiwa.

Diagnosis

Untuk mengetahui seberapa parah suhu tubuh manusia yang disebabkan oleh hipotermia, dokter akan melakukan diagnosis dengan menggunakan termometer khusus. Setelah menggunakan termometer, dokter akan mengetahui jika manusia mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Hipotermia ringan

Suhu tubuh manusia berada di antara 32 sampai 35 derajat Celsius.

  • Hipotermia sedang

Suhu tubuh manusia berada di antara 28 sampai 32 derajat Celsius.

  • Hipotermia berat

Suhu tubuh manusia berada di bawah 28 derajat Celsius.

Cara Mengatasi Hipotermia

Jika Anda mengalami hipotermia, cara mengatasi hipotermia adalah sebagai berikut:

  • Hindari tempat yang dingin dan cari tempat untuk beristirahat seperti penampungan atau membuat tenda jika Anda berjalan-jalan di tempat outdoor.
  • Hangatkan diri dengan menggunakan api dan gunakan pakaian hangat seperti jaket atau selimut.
  • Bila perlu, Anda dapat melakukan kontak kulit ke kulit dengan orang lain untuk mentransfer panas ke tubuh Anda.
  • Untuk membantu menghangatkan tubuh, Anda sebaiknya minum air hangat dan jangan minum minuman yang mengandung alkohol.
  • CPR (cardiopulmonary resuscitation) juga dapat dilakukan bila Anda tidak sadarkan diri.

Cara mengatasi hipotermia dapat dilakukan dalam beberapa menit. Setelah pasien menyadarkan diri, mereka akan menunjukkan tanda-tanda dimana mereka berhenti gemetar dan bisa tersenyum. Artinya, mereka akan mulai pulih. Jika pasien menunjukkan tanda-tanda dimana mereka berhenti gemetar, namun belum bisa tersenyum, maka kondisinya semakin parah.

Jika seseorang mengalami kondisi parah yang disebabkan oleh hipotermia, mereka sebaiknya dibawa ke rumah sakit dimana mereka akan dihangatkan dengan cairan IV, diberi bantuan oksigen, atau melakukan cuci rongga perut (peritoneal lavage).

Cara mengatasi hipotermia tidak dianjurkan melalui kontak fisik jika seseorang mengalami gejala yang disebabkan oleh hipotermia, bahkan jika kondisinya parah. Itu juga berarti seseorang tidak dapat melakukan hubungan intim dengan pasangannya, karena dapat memicu suhu tubuh panas yang ditransfer secara tiba-tiba sehingga detak jantung bergerak secara tidak teratur hingga kematian karena serangan jantung.

Oleh karena itu, cara mengatasi hipotermia sebaiknya dilakukan sesuai yang dianjurkan di atas. Jika kondisinya memburuk, Anda hanya perlu bawa ke rumah sakit supaya kondisi pasien dapat ditangani secara profesional.

Read More