Kulit Muka Mengelupas karena Psoriasis, Bantu Atasi dengan Cara Ini!

kulit muka mengelupas

Psoriasis merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang menyerang kulit. Psoriasis yang menyebabkan kulit muka mengelupas yaitu jenis psoriasis kulit kepala atau scalp psoriasis. Penyakit autoimun pada dasarnya akan berlangsung seumur hidup, namun dapat diringankan gejalanya melalui perawatan dan pengobatan yang tepat.   

Mengapa kulit muka mudah mengelupas?

Pada dasarnya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab psoriasis secara pasti. Beberapa teori menyebutkan, psoriasis disebabkan karena terjadinya peradangan di dalam tubuh sehingga terjadi produksi sel kulit yang berlebihan. Hasilnya plak menumpuk di permukaan kulit dan mengakibatkan kulit bersisik, mudah mengelupas, bahkan terluka.

Mekanismenya, sel T dalam sistem imun tubuh melakukan reaksi yang berlebihan. Fungsi sel T yaitu melindungi tubuh dari bakteri dan patogen lainnya. Reaksi sel T yang berlebihan ini mengaktifkan respon peradangan dan membuat sel kulit berkembang lebih cepat daripada keadaan normal.

Faktor risiko yang meningkatkan kejadian psoriasis yaitu jika seseorang memiliki riwayat keluaraga dengan penyakit psoriasis. Paparan UV yang berasal dari sinar matahari atau tanning bed juga menyebabkan psoriasis di wajah semakin memburuk. Begitu pula dengan kebiasaan merokok dan stres. 

Cara-cara yang bisa dilakukan

Perawatan yang dilakukan mungkin tidak bisa menyembuhkan peradangan kulit sepenuhnya, akan tetapi setidaknya mampu membantu memperbaiki kulit yang bersisik dan mengelupas serta mengurangi iritasi.

  • Perawatan mandiri

Anda bisa menggunakan pelembab yang akan memperbaiki kondisi kulit kering dan bersisik. Berdasarkan Indian Dermatology Online Journal, pelembab dapat membantu menormalkan hiperpoliferasi. Beberapa pelembab memiliki efek anti inflamasi sehingga mampu meningkatkan fungsi perlindungan kulit. Kandungan alami seperti lidah buaya dan jojoba berpotensi menenangkan kulit yang mengalami inflamasi.

Pilih sabun tanpa kandungan pewangi karena berisiko meningkatkan iritasi. Anda bisa memilih sabun dengan kandungan yang lembut seperti natrium laurat sulfat, natrium lauroil glisinat, minyak kedelai, atau minyak biji bunga matahari. Bahan-bahan tersebut membantu membersihkan kulit tanpa membuatnya kering.

  • Obat kortikosteroid

Kortikosteroid oles bisa mengurangi keluhan kulit penderita psoriasis, salah satu contohnya yaitu hidrokortison. Akan tetapi, obat ini hanya bisa digunakan dalam jangka pendek. Pasalnya, jika digunakan dalam jangka waktu yang lama dan jumlah banyak, hodrokortison akan menimbulkan efek samping, diantaranya kulit menipis dan trasnparan serta mudah luka. 

Oleh karena itu, dokter biasanya merekomendasikan penggunaan obat steroid oles dengan jumlah sesedikit mungkin.

  • Terapi biologis

Bagi mereka dengan tingkat keparahan psoriasis sedang hingga berat dan tidak mampu diobati menggunakan steroid, terapi biologis bisa dilakukan. Terapi ini dapat menghentikan keparahan penyakit dan mengurangi iritasi kulit. Cara kerjanya yaitu dengan memblokir jenis protein tertentu atau sel dalam sistem imun yang memicu peradangan.

Berdasarakan Indian Journal of Dermatology, terapi biologis merupakan jenis pengobatan yang menggunakan agen biologis yang secara khusus ditargetkan ke mediator imun tubuh. Terapi ini diberikan melalui suntikan atau infus. Akan tetapi, terapi biologis tetap saja tidak bisa digunakan sebagai pengobatan yang dapat menyembuhkan psoriasis.  

Mengatur tingkat stres dan gaya hidup

Psoriasis yang berkembang di wajah dipicu oleh faktor stres. Gejala kulit wajah mengelupas dan iritasi pun akan semakin parah apabila penderita mengalami stres. Oleh karena itu, pengelolaan stres sangat dibutuhkan, salah satunya dengan cara mencari support system dari keluaraga maupun sesama penderita psoriasis lainnya melalui forum atau kelompok tertentu. Selain itu, gaya hidup juga membantu mengatasi tingkat keparahan psoriasis. Pastikan Anda mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan beragam serta mengatur aktivitas fisik dan olahraga secara teratur. Jangan lupa untuk berkonsultasi dan memeriksakan diri terkait perkembangan penyakit.

Read More