Cercarial Dermatitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Cercarial dermatitis sering disebut juga dengan gatal perenang (swimmer's itch)

Apakah Anda suka berenang di perairan terbuka, seperti danau dan kolam air tawar atau asin? Hati-hati ya, aktivitas tersebut dapat menyebabkan gatal-gatal dan ruam. Nah, kondisi inilah yang dinamakan cercarial dermatitis, yaitu ruam gatal yang muncul ketika Anda selesai berenang di perairan terbuka. Oleh sebab itu, yuk cari tahu gejala, penyebab, dan cara mencegah cercarial dermatitis, agar kegiatan berenang Anda tidak menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.

Penyebabnya

Cercarial dermatitis sering disebut juga dengan gatal perenang (swimmer’s itch). Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh reaksi alergi terhadap parasit yang masuk ke dalam kulit Anda ketika berenang di perairan terbuka.

Parasit tersebut biasanya hidup di hewan unggas air dan beberapa mamalia lainnya, lalu dilepaskan ke dalam air. Jika seseorang bukan merupakan inang yang cocok bagi parasit tersebut, maka ia akan segera mati ketika berada di kulit Anda. 

Beberapa contoh hewan unggas dan mamalia yang menjadi tempat hidup parasit penyebab cercarial dermatitis adalah angsa, bebek, burung camar, berang-berang, dan muskrat. Telur parasit akan masuk ke dalam air melalui kotoran inangnya. 

Sebelum menginfeksi hewan unggas, mamalia, atau manusia, parasit akan hidup dalam jangka waktu tertentu pada hewan sejenis siput. Biasanya, siput ini hidup di dekat garis pantai. Inilah mengapa cercarial dermatitis paling sering terjadi di perairan dangkal.

Gejala cercarial dermatitis

Ruam gatal yang muncul tampak seperti jerawat kemerahan atau lecet di kulit. Gejala ini dapat muncul dalam beberapa menit atau hari setelah Anda berenang di perairan terbuka. Sering kali, gatal hanya menyerang bagian kulit yang terbuka atau kulit yang tidak tertutup pakaian renang. Gejala dapat semakin memburuk jika terlalu sering terpapar parasit penyebab cercarial dermatitis. 

Faktor risiko

Parasit penyebab cercarial dermatitis hidup di dalam darah unggas air dan mamalia yang hidup di dekat kolam dan danau. Semakin sering Anda menghabiskan waktu berenang di perairan terbuka, semakin tinggi risiko Anda mengalami cercarial dermatitis. 

Selain itu, anak-anak mungkin lebih berisiko terpapar parasit, karena cenderung bermain di air dangkal dan seringnya, tidak mengeringkan badan dengan handuk. Beberapa orang mungkin lebih sensitif dan memiliki kepekaan yang meningkat setiap kali terpapar parasit penyebab gatal perenang.

Tips mencegah cercarial dermatitis 

Untuk mengurangi risiko paparan parasit penyebab cercarial dermatitis, cobalah beberapa tips berikut.

  1. Hindari berenang di area di mana cercarial dermatitis adalah masalah yang diketahui atau ada peringatan terkait kemungkinan kontaminasi parasit. 
  2. Hindari berenang di daerah berawa di mana siput banyak ditemukan.
  3. Jika memungkinkan, hindari garis pantai. Anda mungkin lebih berisiko terpapar parasit jika terlalu lama berenang di dekat pantai.
  4. Bilas badan setelah berenang, terutama kulit yang terpapar dengan air bersih sesegera mungkin setelah berenang. Lalu, keringkan kulit Anda dengan handuk. 
  5. Sering-seringlah mencuci pakaian renang Anda.
  6. Hindari memberi makan burung di dekat dermaga atau area berenang.
  7. Gunakan tabir surya yang tahan air  (waterproof). Upaya ini dapat melindungi kulit dari parasit penyebab cercarial dermatitis. 

Rasa gatal yang muncul memang sangat tidak nyaman, tetapi biasanya dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Sementara itu, Anda dapat membantu meredakan rasa gatal dengan obat bebas maupun resep. Cercarial dermatitis tidak menular. Jadi, Anda tidak perlu khawatir tertular gatal-gatal dari seseorang yang mengalaminya.

Read More