Alami Streptococcus Tonsillitis? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Streptococcus tonsillitis atau tonsilitis merupakan infeksi atau radang amandel. Amandel merupakan jaringan getah bening berbentuk bola yang terletak di kedua sisi tenggorokan, di atas, dan di belakang lidah. Amandel merupakan bagian dari sistem imunitas tubuh untuk melawan infeksi. Umumnya, tonsilitis akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 4 – 10 hari.

Apakah penyebab tonsillitis?

Penyebab tonsilitis bisa karena kuman, virus, atau bakteri. Namun, seringnya disebabkan oleh virus, seperti:

  • Influensa.
  • Virus corona.
  • Adenovirus.
  • Virus epstein-barr.
  • Virus herpes simpleks.
  • HIV.

Tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri, biasanya adalah Streptococcus. Bakteri ini juga menyebabkan radang tenggorokan (strep throat). Adapun bakteri lain yang juga bisa menyebabkan tonsilitis, termasuk:

  • Staphylococcus aureus.
  • Chlamydia pneumoniae.
  • Neisseria gonorrhoeae.

Perlu Anda ketahui, streptococcus tonsillitis merupakan penyakit menular melalui udara dalam bentuk tetesan ketika orang yang terinfeksi bernapas, batuk, atau bersin. Anda mungkin dapat terinfeksi setelah menghirup tetesan tersebut atau menularkannya ke kulit atau benda yang bersentuhan langsung dengan mulut, hidung, atau mata.

Gejala streptococcus tonsillitis

Umumnya, streptococcus tonsillitis menyerang anak-anak usia prasekolah dan pertengahan remaja, tapi juga dapat menyerang orang dewasa. Gejala radang amandel ini mirip dengan radang tenggorokan, sebab radang tenggorokan juga bisa menjadi salah satu jenis tonsilitis. Berikut tanda dan gejala umum streptococcus tonsillitis.

  • Amandel bengkak dan merah.
  • Ada lapisan atau bercak putih atau kuning pada amandel.
  • Sakit tenggorokan.
  • Kesulitan menelan makanan.
  • Demam.
  • Kelenjar getah bening di leher membengkak.
  • Suara berubah jadi serak.
  • Bau mulut.
  • Sakit perut, terutama pada anak kecil.
  • Leher kaku.
  • Sakit kepala.

Beberapa gejala tonsilitis pada anak kecil yang tidak dapat menggambarkan perasaan mereka adalah:

  • Mengiler karena sulit menelan.
  • Tidak mau makan.
  • Sering rewel yang tidak biasa.

Jika Anda mengalami gejala pilek, hidung tersumbat, bersin, serta batuk, maka kemungkinan besar penyebab tonsilitis adalah virus. Namun, jika Anda mengalami sakit tenggorokan, demam, serta pembengkakan kelenjar getah bening, tanpa gejala pilek, kemungkinan besar penyebabnya adalah bakteri. Segeralah temui dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Pengobatan tonsillitis

Sebagian besar, fokus pengobatan tonsilitis adalah untuk meredakan gejala-gejala yang muncul,

alih-alih fokus mengobati penyakitnya. Misalnya, dengan mengonsumsi obat antiradang untuk meredakan nyeri akibat demam dan peradangan, seperti asetaminofen atau ibuprofen.

Untuk meredakan gejala sakit tenggorokan, Anda dapat melakukan beberapa pengobatan rumahan, seperti:

  • Istirahat yang cukup.
  • Banyak minum air putih.
  • Minum cairan hangat, seperti teh hangat dengan madu dan lemon atau sup hangat.
  • Berkumur-kumur dengan air hangat asin.
  • Mengisap permen pelega tenggorokan.
  • Anda dapat menggunakan humidifier untuk menjaga kelembapan di rumah atau kantor.

Umumnya, streptococcus tonsillitis yang disebabkan oleh virus, maka pengobatannya tidak dapat dilakukan secara langsung. Jika tonsilitis disebabkan oleh bakteri, dokter Anda mungkin meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Mengonsumsi antibiotik juga akan mengurangi risiko penularan penyakit kepada orang lain.

Dalam kasus yang lebih parah, radang amandel mungkin sangat membengkak hingga Anda sulit bernapas. Dokter akan meresepkan obat steroid untuk menekan peradangan yang terjadi. Bila tidak berhasil juga, maka Anda disarankan untuk melakukan operasi tonsilektomi untuk mengangkat amandel Anda. Ini adalah opsi terakhir dalam kasus yang jarang terjadi. Anda dan dokterlah yang dapat memutuskan apakah tonsilektomi dapat menjadi pilihan yang tepat jika dengan pengobatan sebelumnya, streptococcus tonsillitis tidak juga membaik.

Tips mencegah penularan streptococcus tonsillitis

Tindakan pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Mengingat, penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri yang menular, maka pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan yang baik, seperti:

  • Cuci tangan, terutama setelah batuk atau bersin, setelah dari toilet, dan sebelum makan.
  • Hindari berbagi makanan, gelas, botol air, atau peralatan makan yang sedang digunakan.
  • Segera ganti sikat gigi setelah didiagnosis radang amandel.
  • Tetap di rumah saat sakit.
  • Tutup mulut dengan tisu atau lengan tangan bagian atas saat batuk atau bersin.

Ingatlah bahwa streptococcus tonsillitis merupakan penyakit menular dan tidak ada obat khususnya. Oleh sebab itu, penting menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk menghindari dan mencegah penularannya kepada orang lain. Bila Anda mengalami gejala-gejalanya, maka segeralah temui dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

Read More